Jumat, 13 September 2019

SOLID BERJANGKA | Zodiak dan Kepribadian Seseorang

SOLID BERJANGKA - Adakah Hubungan Antara Zodiak dan Kepribadian Seseorang


SOLID BERJANGKA JAKARTA -
Walaupun ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa kepribadian seseorang bisa dilihat menurut zodiak, belum ada bukti secara ilmiah yang menyatakan hal tersebut secara gamblang.

Percayakah Kamu bahwa kepribadian seseorang dapat dilihat menurut zodiak mereka? Lantas, apakah sudah ada informasi yang membuktikan bahwa bulan lahir benar-benar berkaitan dengan kepribadian? Berikut ulasannya.

Benarkah kepribadian seseorang bisa dilihat menurut zodiak?
Astrologi merupakan sebuah ilmu yang menghubungkan gerakan benda di langit, seperti matahari, bulan, dan bumi dengan tanggal dan bulan kelahiran seseorang. Pembagian periode tanggal dan bulan kelahiran disebut dengan zodiak.

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2015, tanggal dan bulan lahir Kamu dapat memengaruhi sifat-sifat kepribadian Anda, seperti introvert dan extrovert.

Di dalam penelitian tersebut dilakukan sebuah pengamatan terhadap 300 publik figur dari berbagai bidang, seperti politik, sains, sastra, dan seni. Para peneliti mencoba menghubungkan astrologi barat tradisional, yaitu elemen air, bumi, udara, dan api dengan bulan-bulan masehi.

Dari sinilah peneliti mengelompokkan orang-orang yang lahir pada bulan tertentu dengan elemen yang sudah disebutkan tadi. Contohnya, para selebriti yang lahir pada bulan Desember hingga awal Maret dikategorikan sebagai bulan-bulan “basah” atau terhubung dengan elemen air.

Biasanya, orang yang lahir pada bulan tersebut masuk dalam kategori kreatif. Di sisi lain, mereka juga dianggap sebagai orang yang keras kepala atau persisten karena kreativitasnya.

Akan tetapi, temuan ini tidak dapat dijadikan acuan bahwa setiap orang yang lahir pada bulan-bulan tersebut memiliki sifat yang sama.

Zodiak tidak benar-benar merefleksikan kepribadian manusia
Supaya Kamu benar-benar paham mengapa kepribadian seseorang sering dihubungkan menurut zodiak mereka, mari ketahui dulu apa yang sudah dilakukan oleh para peneliti.

Selama beberapa dekade, para astronom telah meneliti matahari dan rasi bintang, namun belum diketahui dengan pasti perihal teori pergerakan bumi dan gravitasi bulan. Pergerakan bumi itu menyebabkan lokasi rasi bintang (zodiak) berubah seiring waktu.

Oleh karena itu, posisi astrologi saat ini bisa jadi berbeda dengan astrologi zaman kuno. Seorang astrolog, Pedro Bagaranca, menyatakan bahwa perubahan tersebut membuat rasi bintang tidak lagi sesuai dengan tanggal lahir Anda.

Misalnya, belakangan ini Kamu menyadari bahwa Kamu adalah seorang Aries. Akan tetapi, jika diperiksa ulang posisi rasi bintang Anda, mungkin saja sebenarnya Kamu adalah Taurus.

Kedua kemungkinan tersebut bertolak belakang dengan kepribadian antara zodiak Aries dan Taurus. Seorang Taurus diyakini sebagai pemberani dan energetik, sedangkan Aries lebih kepada penyabar dan romantis.

Maka itu, kedua kepribadian tersebut tidak cocok berada di dalam satu individu jika dilihat menurut zodiak seseorang.

Faktor yang memengaruhi kepribadian seseorang
Bulan dan tahun lahir seseorang memang tidak dapat dijadikan sumber yang benar-benar valid untuk mengetahui kepribadian seseorang. Oleh karena itu, Kamu tidak dapat menerka kepribadian seseorang menurut zodiak mereka.

Hal tersebut dikarenakan terdapat berbagai faktor yang mendukung perkembangan sifat mereka. Menurut American Psychological Association, kepribadian manusia berkembang akibat kebutuhan tertentu, seperti memprediksi masa depan dan kepribadian untuk masa kini.

Misalnya, seorang balita akan mempelajari perilaku dan membentuk kepribadiannya dari orangtua. Akan tetapi, seiring bertambahnya usia, orang yang dikenal, dan perpindahan lingkungan akan mengajarkan mereka banyak hal lain.

Hal tersebut dapat memengaruhi kepribadian mereka, sehingga tidak jarang orang yang mungkin dulunya penyabar dapat berubah menjadi orang yang tidak sabaran akibat lingkungannya. Itu sebabnya, Kamu tak bisa memastikan kepribadian seseorang menurut zodiak yang dimiliki.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Hellosehat


Baca Juga :

Kamis, 12 September 2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Barang yang Tidak Dibutuhkan

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Kenapa Kita Suka Impulsif Membeli Barang yang Tidak Dibutuhkan


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA -
Impulse buying atau belanja secara impulsif merupakan perilaku yang kini sangat umum terjadi di kalangan masyarakat. Sifat ini menunjukkan sebuah kebiasaan untuk membeli barang yang sebenarnya tidak ada di daftar kebutuhan Anda. Lantas, apa yang menyebabkan seseorang memiliki sifat impulsif saat belanja?

Impulsif saat belanja ternyata bisa bikin bahagia
Pernahkah Kamu memasuki toko dan membeli barang yang tidak ada di dalam daftar kebutuhan Anda? Rasa-rasanya hampir semua orang pernah melakukan hal semacam ini.

Ya, kebiasaan tersebut bisa dikategorikan sebagai perilaku impulsif saat belanja. Perilaku ini tentu saja akan menuntun seseorang pada sifat boros jika terus-menerus dilakukan.

Walaupun terlihat tidak membahayakan, ternyata perilaku impulsif, termasuk saat belanja, dapat memberikan pengaruh buruk pada kehidupan Anda.

Terdapat beberapa penyebab munculnya sifat impulsif di dalam diri Anda, yaitu:

1. Gengsi

Pada umumnya, orang yang mempunyai sifat impulsif saat belanja sangat memerhatikan status sosial dan gengsi.

Misalnya, Kamu membeli sebuah baju yang harganya cukup mahal dan branded. Padahal di sisi lain, Kamu tidak membutuhkan baju tersebut karena pakaian Kamu sudah sangat banyak, bahkan ada yang belum dipakai.

Alasan Kamu membeli baju tersebut secara tidak sadar mungkin karena ingin terlihat keren dan bergengsi di depan teman dan orang banyak.

Mereka yang melakukan hal ini menginginkan pengakuan dari orang lain, sehingga cenderung membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

2. Menciptakan kebahagiaan
Jujur saja, belanja tanpa memedulikan apakah barang tersebut dibutuhkan atau tidak memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Anda, bukan?

Seperti yang dilansir dari Psychology Today, membeli barang yang diinginkan dapat melepaskan dopamin karena keinginan Kamu yang terpenuhi. Misalnya, Kamu senang membeli berbagai jenis peralatan dapur, terutama yang memudahkan proses memasak.

Padahal, di dalam lubuk hati Kamu yang terdalam Kamu mengetahui bahwa barang tersebut sebenarnya tidak Kamu butuhkan. Meskipun demikian, ketika keinginan itu terpenuhi, Kamu pun senang.

Sebenarnya, sifat impulsif terhadap barang-barang saat belanja berkaitan dengan pelepasan stres dan depresi. Walaupun hanya bersifat sementara, perilaku ini ternyata dapat menghibur orang-orang mereka yang memiliki yang masalah dalam pekerjaan atau hidupnya.

Berbelanja dapat mengisi waktu kosong, menghibur, dan mengalihkan perhatian Anda. Melihat dari manfaat ini, tidak selamanya perilaku impulsif hanya membawa dampak buruk dalam hidup Anda.

3. Sulit menolak dan mudah tergoda
Potongan harga dan berbagai promo lainnya pun turut mendorong perilaku impulsif saat belanja muncul. Misalnya, Kamu membeli aksesori ponsel karena diskon, padahal Kamu sudah memilikinya. 

Semakin sering Kamu melihat iklan yang menayangkan berbagai produk dengan potongan harga besar-besaran, semakin besar kemungkinan Kamu membeli produk tersebut. Belum lagi batas waktu penawaran yang singkat membuat Kamu tak memiliki waktu banyak untuk berpikir dan akhirnya impulsif membeli.

4. Menginginkan sesuatu yang baru
Manusia merupakan makhluk hidup yang cenderung cepat bosan. Umumnya, Kamu akan mengalami perubahan, termasuk keinginan dan suasana hati.

Misalnya, sepatu Kamu dalam keadaan baik-baik saja. Namun, ketika sedang berjalan-jalan di luar, Kamu melihat sepasang sepatu baru yang bagus. Meski tidak butuh, Kamu tetap langsung membelinya karena mungkin baik jika memiliki beberapa pasang sepatu dan dipakai bergantian.

Keinginan semacam inilah yang kemudian membuat Kamu kerap kali memiliki sifat impulsif saat belanja.

Perilaku impulsif saat belanja memang umum terjadi dan bisa menghilangkan stres. Walaupun demikian, bukan berarti Kamu bisa membiarkannya begitu saja. Jika diabaikan, Kamu bisa memiliki sifat konsumtif, borod, dan ekstremnya dapat terlilit utang akibat sifat itu.

Cara paling mudah untuk menghindari perilaku impulsif saat belanja adalah dengan menanyakan kepada diri sendiri. Apakah Kamu memang membutuhkannya atau hanya sekadar ingin karena termakan iklan. Dengan melakukan hal itu, Kamu bisa mencegah keinginan membeli hanya karena “merasa” akan lebih bahagia saat memilikinya.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Hellosehat


Baca Juga :

Rabu, 11 September 2019

PT SOLID GOLD | Akibat Naiknya Asam Lambung

PT SOLID GOLD - Kondisi Medis yang Berbahaya Akibat Naiknya Asam Lambung


PT SOLID GOLD  JAKARTA -
Asam lambung naik kerap disebut-sebut sebagai dalang dari penyebab maag dan GERD. Sebenarnya, hal ini tidak selalu mengarah pada kondisi yang serius. Akan tetapi, jika telah berlangsung dalam waktu lama alias kronis, tidak menutup kemungkinan naiknya asam lambung bisa menimbulkan bahaya buruk bagi kesehatan. Simak penjelasan lebih lanjutnya berikut ini.

Kapan asam lambung bisa naik ?
Kenaikan asam lambung adalah aliran balik atau naiknya asam lambung, dari sistem pencernaan ke kerongkongan (esofagus). Kondisi ini juga dikenal dengan nama refluks asam lambung, yang akrab dikaitkan dengan penyakit GERD dan maag.

Kerongkongan adalah tabung panjang berongga yang terbentang dari tenggorokan sampai ke perut. Fungsi kerongkongan yakni untuk mengalirkan makanan yang masuk melalui mulut, dan membawanya ke dalam sistem pencernaan.

Ketika asam lambung naik, biasanya Anda akan merasakan munculnya sensasi panas seolah terbakar di tengah dada dan kerongkongan. Bagian belakang mulut juga biasanya terasa seperti kesemutan, khususnya setelah makan pedas dan porsi besar.

Ya, sebagian besar kasus naiknya asam lambung memang muncul setelah makan terlalu banyak, makan makanan pemicu atau pantangannya, dan langsung berbaring usai makan.

Sebenarnya refluks asam lambung bisa terjadi kapan pun, tapi keluhannya paling sering muncul di malam hari. Meski asam lambung jarang menimbulkan kondisi yang serius atau bahaya, Anda tetap disarankan untuk tidak mengabaikan gejalanya.

Pasalnya, tentu ada risiko bahaya jika refluks asam lambung ini telah diderita sejak lama (kronis).

Apa saja bahaya kenaikan asam lambung?
Jangan disepelekan ketika Anda sudah memiliki kenaikan asam lambung dalam waktu lama, yang kerap kali hilang dan kambuh. Bukan tidak mungkin, kondisi asam lambung ini dapat menimbulkan bahaya dan mengarah pada kondisi medis lain yang lebih serius.

Berikut kemungkinan masalah serus yang akan muncul jika asam lambung telah ada dalam waktu lama, dan tidak diobati dengan tepat:

1. Striktur kerongkongan (esofagus)
Satu dari beberapa kondisi serius dan bahaya karena kenaikan asam lambung kronis yaitu terjadinya striktur kerongkongan. Striktur esofagus atau kerongkongan adalah rusaknya lapisan kerongkongan, karena mengalami iritasi akibat peningkatan asam lambung.

Kerusakan tersebut kemudian berdampak pada pembentukan jaringan parut, sehingga membuat rongga kerongkongan menyempit. Striktur kerongkongan memang bukan merupakan pertanda kanker.

Namun, kondisi ini bisa menimbulkan beberapa masalah. Mulai dari sakit saat menelan, susah menelan, meningkatkan kemungkinan tersedak, hingga makanan tersangkut dan tersumbat di kerongkongan.

Alhasil, makanan biasanya jadi lebih sulit untuk masuk ke dalam sistem pencernaan.

2. Esofagitis
Esofagitis adalah peradangan pada lapisan kerongkongan, sebagai komplikasi dari kenaikan asam lambung yang sudah tergolong parah. Itulah mengapa penting untuk mengatasi asam lambung sedini mungkin, karena dapat menimbulkan dampak yang cukup bahaya.

Esofagitis bisa mengakibatkan timbulnya perdarahan, luka, dan iritasi pada kerongkongan. Selain itu, adanya luka juga akan membuat kerongkongan menyempit. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan jaringan parut kronis pada lapisan kerongkongan.

Kesemua hal tersebut, yang pada akhirnya menimbulkan komplikasi karena menyulitkan Anda saat menelan makanan dan minuman. Anda juga akan merasakan nyeri atau sakit saat menelan makanan, bahkan makanan mungkin saja tersangkut di kerongkongan.

Gejala esofagitis lainnya meliputi:
  • Nyeri atau sakit pada dada, terutama di belakang tulang dada yang semakin terasa saat makan.
  • Nyeri dada seperti terbakar (heartburn).
  • Radang tenggorokan.
  • Nafsu makan menurun.
3. Barret esophagus
Barret esophagus adalah kondisi ketika sel pada lapisan kerongkongan rusak akibat bahaya dari kenaikan asam lambung yang berlangsung terus-menerus. Alhasil, lapisan kerongkongan rusak dan berubah menyerupai serangkaian sel yang melapisi dinding usus di sistem pencernaan.

Sama halnya seperti esofagitis, barret esophagus tidak terjadi begitu saja. Peluang munculnya barret esophagus akan semakin besar ketika Anda sudah mengalami keluhan asam lambung dalam jangka waktu lama atau kronis.

Semua orang yang mengalami asam lambung kronis sebenarnya memiliki risiko dan bahaya yang sama untuk berkembang menjadi barret esophagus. Hanya saja, kebanyakan kasusnya biasanya terjadi pada kelompok lansia, dan khususnya pria ketimbang wanita.

Jika ingin memastikan kemungkinan Anda mengalami barret esophagus atau tidak, dokter biasanya akan melakukan tes bernama endoskopi (EGD). Tes ini bertujuan untuk melihat dan memeriksa lapisan esofagus (kerongkongan).

Dokter juga mungkin akan mengambil sedikit sampel jaringan dari kerongkongan (biopsi), untuk diperiksa lebih lanjut. Akan tetapi, tidak semua orang disarankan untuk melakukan tes endoskopi guna memastikan barret esophagus ini.

Tes endoskopi umumnya hanya direkomendasikan bagi Anda yang memang memiliki faktor risiko tertentu. Misalnya telah mengalami keluhan asam lambung yang cukup lama, dengan berbagai gejala pendukung lainnya.

Dalam beberapa kasus tertentu, barrret esophagus bisa berkembang menjadi kanker esofagus (kerongkongan). Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa penting untuk melakukan pemeriksaan dan tes rutin guna mendeteksi adanya sel prakanker. Meskipun dapat berubah menjadi lesi prakanker, kasus ini cukup jarang.

Jadi, ketika nantinya ditemukan hadirnya sel prakanker, dapat segera dilakukan pengobatan yang tepat untuk mencegah perkembangan kanker kerongkongan.

4. Kanker kerongkongan (esofagus)
Seperti namanya, kanker kerongkongan atau esofagus adalah jenis kanker yang menyerang bagian kerongkongan. Awal kemunculan kanker kerongkongan biasanya dimulai dari sel-sel yang melapisi bagian dalam kerongkongan.

Bukan hanya di bagian tertentu saja, tapi kanker kerongkongan bisa terjadi di seluruh bagian kerongkongan mana pun. Salah satu alasan kuat penyebab kanker kerongkongan yang cukup bahaya yakni ketika Anda memiliki refluks asam lambung kronis.

Terlebih jika peningkatan asam lambung tersebut sudah berkembang menjadi barret esophagus. Dalam hal ini, risiko Anda untuk mengalami kanker kerongkongan juga akan semakin meningkat. Gejala yang mungkin ditimbulkan adalah sulit menelan, berat bada turun tanpa sebab, nyeri dada, sensasi terbakar pada dada (heartburn), batuk dan suara serak. Pada awal munculnya kanker ini sering tidak menimbulkan gejala yang spesifik.

Atas dasar itulah, penting untuk bertanya pada dokter lebih lanjut. Terutama mengenai tanda dan gejala apa saja yang perlu diperhatikan, jika refluks asam lambung Anda sudah tergolong kronis.

Pada tahap awal perkembangannya, kanker kerongkongan umumnya tidak memiliki gejala yang cukup spesifik. Namun, kemungkinan muncul gejala umum seperti susah dan sakit saat menelan, karena pertumbuhan sel kanker yang mempersempit rongga kerongkongan.
PT SOLID GOLD

Sumber : Hellosehat


Baca Juga :