Rabu, 28 Januari 2026

Solid Gold | Aussie Dollar Ngebut ke 69 Sen—RBA Mau Naikkan Suku Bunga Lagi?

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia (AUD) diperdagangkan di sekitar US$0,691 pada Selasa (27 Januari 2026), mendekati level terkuat sejak awal 2023. Kenaikan ini banyak ditopang “daya tarik imbal hasil”, karena investor melihat Australia menawarkan return obligasi yang makin menarik dibanding beberapa negara lain.

Pendorong utamanya datang dari pasar obligasi. Yield obligasi pemerintah Australia tenor 3 tahun—yang biasanya paling sensitif terhadap arah suku bunga—naik dan disebut berada di level tertinggi sejak November 2023. Kombinasi reputasi peringkat kredit Australia yang kuat dan ekspektasi bank sentral yang cenderung “hawkish” membuat aset AUD terlihat lebih menarik bagi investor global.

Data tenaga kerja domestik ikut memperkuat narasi itu. Laporan terbaru menunjukkan tingkat pengangguran Desember turun ke 4,1%, terendah dalam tujuh bulan, sementara penambahan pekerjaan jauh melampaui perkiraan pasar. Angka ini membuat sebagian pelaku pasar menilai tekanan permintaan di ekonomi masih cukup kuat, sehingga peluang kebijakan moneter tetap ketat menjadi lebih besar.

Fokus berikutnya beralih ke data inflasi yang akan dirilis Rabu, 28 Januari 2026. Investor akan memantau CPI bulanan Desember dan terutama trimmed mean (rata-rata terpotong) kuartal IV, karena ukuran ini sering dipakai untuk membaca tekanan harga “inti” yang lebih bersih dari gejolak komponen ekstrem.

Pasar memperkirakan inflasi bulanan Desember bisa naik setelah sebelumnya cenderung stagnan, sementara trimmed mean kuartal IV diprediksi sedikit melambat. Kalau inflasi ternyata lebih panas dari perkiraan, ekspektasi “RBA lebih hawkish” bisa makin menguat—dan itu biasanya ikut menjaga AUD tetap kencang. Tapi bila inflasi mendingin lebih cepat, AUD berisiko kehilangan tenaga karena pasar mulai mengurangi taruhan kenaikan suku bunga. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 26 Januari 2026

PT Solid | Yen Menguat, Saham Jepang Tumbang—Ada Sinyal Intervensi

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang turun pada awal perdagangan, terutama saham-saham eksportir seperti produsen mobil. Penyebab utamanya: yen menguat terhadap dolar, memicu kekhawatiran laba perusahaan eksportir bisa tertekan.

Topix Index turun 1,8% ke 3,563.37 pada 9:11 a.m. waktu Tokyo. Sementara Nikkei melemah 1,7% ke 52,914.77.

Tekanan paling terasa di saham besar. Toyota Motor Corp. menjadi kontributor terbesar penurunan Topix setelah sahamnya jatuh 3,9%.

Gambaran pasarnya juga lagi berat sebelah: dari 1,663 saham di Topix, hanya 173 yang naik, 1,460 turun, dan 30 tidak berubah. Artinya, penurunan ini cukup merata, bukan cuma di satu sektor.

Menurut Shoji Hirakawa dari Tokai Tokyo Intelligence Lab, penguatan yen memang cenderung “membebani” saham Jepang. Ia juga menilai yen berpotensi menguat sampai 145 per dolar, jadi investor bakal ekstra fokus ke pergerakan yen.

Selain mata uang, sentimen juga ditekan isu politik. Kekhawatiran soal pemilu dadakan Jepang ikut membayangi, apalagi sejumlah polling media lokal menunjukkan dukungan terhadap kabinet PM Sanae Takaichi mulai menurun. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 23 Januari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Dolar AS Menguat, USD/CHF Bertahan di Area Kunci

 

Harga Emas hari ini - Pasangan mata uang USD/CHF bergerak stabil di dekat level 0,7950 pada perdagangan Asia akhir hari Kamis(22/1). Pergerakan ini melanjutkan pemulihan yang terjadi sejak Rabu, setelah sebelumnya sempat terkoreksi tajam pada 19 – 20 Januari.

Penguatan ini didukung oleh meningkatnya minat beli terhadap Dolar AS setelah pidato Presiden AS Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos. Pada saat yang sama, Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan kuat di sekitar 98,80, mendekati level tertinggi hari sebelumnya.

Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan langkah militer maupun ancaman tarif terhadap Uni Eropa untuk isu Greenland. Ia juga mengumumkan penghapusan tarif 10% terhadap beberapa negara Uni Eropa dan Inggris, setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, serta menyebut telah tercapai kerangka "kesepakatan masa depan" terkait Greenland dan kawasan Arktik.

Meredanya ketegangan geopolitik dan perdagangan antara AS dan Uni Eropa meningkatkan selera risiko investor. Hal ini mendorong reli di pasar global, terlihat dari kontrak berjangka S&P 500 yang kembali naik dan melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya.

Sementara itu, Franc Swiss bergerak relatif tenang namun cenderung melemah dibandingkan dolar Australia dan Selandia Baru. Ketua Bank Nasional Swiss, Martin Schlegel, menyatakan inflasi negatif kemungkinan terjadi tahun ini, namun menilai beberapa bulan inflasi negatif tidak akan menjadi masalah besar bagi perekonomian Swiss. - PT Solid Gold Berjangka

Source : Newsmaker.id

Kamis, 22 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Brent naik ke sekitar $64,43 per barel, sementara WTI menguat ke kisaran $60 per barel. Meski demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati karena perkembangan geopolitik khususnya terkait Greenland berpotensi memicu ketegangan dagang baru antara AS dan Eropa.

Dari sisi pasokan, Tengizchevroil (TCO) menghentikan produksi di ladang Tengiz dan Korolevskoye setelah terjadi gangguan listrik yang dipicu insiden kebakaran di fasilitas pembangkit. Sejumlah sumber memperkirakan penghentian ini dapat berlanjut sekitar 7 – 10 hari, dan beberapa kargo ekspor CPC Blend dilaporkan terdampak.

Sentimen permintaan juga terbantu oleh data China. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% pada 2025, sementara throughput kilang dan produksi minyak mentah juga meningkat, memberi sinyal aktivitas energi masih kuat di importir minyak terbesar dunia.

Namun fokus pasar tetap pada risiko kebijakan dagang. Presiden AS Donald Trump kembali mengancam tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa apabila tidak ada kesepakatan terkait Greenland. Dari pihak Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa menyiapkan paket dukungan untuk keamanan Arktik dan menilai ancaman tarif sebagai langkah yang keliru. - Solid Gold Berjangka

Source : Newsmaker.id

Rabu, 21 Januari 2026

PT Solid Gold | Emas Nempel Rekor, Greenland Makin Panas

 

Harga Emas hari ini - Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang AS–Eropa kembali meningkat, membuat investor menahan diri untuk kembali agresif ke aset berisiko.

Sorotan terbaru datang dari Greenland. Laporan menyebut Denmark meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut, sementara Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk memperkuat kontrol atas pulau itu. Situasi ini menambah rasa gelisah pasar karena risiko geopolitik dinilai makin sulit diprediksi.

Di sisi perdagangan, Trump juga mengancam tarif tambahan 10% mulai 1 Februari terhadap delapan negara Eropa. Tarif itu disebut bisa naik menjadi 25% pada Juni jika tidak ada kesepakatan yang memungkinkan AS "mengakuisisi" Greenland. Uni Eropa pun dijadwalkan membahas langkah balasan dalam KTT darurat pada Kamis.

Selain faktor geopolitik, investor juga menunggu rilis data penting dari AS minggu ini, terutama laporan inflasi PCE. Data itu bisa memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed, dan biasanya berpengaruh besar terhadap pergerakan dolar serta daya tarik emas.

Selama tensi Greenland belum mereda dan arah suku bunga masih penuh tanda tanya, emas berpotensi tetap bertahan di level tinggi.- PT Solid Gold

Source : Newsmaker.id

Senin, 19 Januari 2026

PT Solid | Greenland Makin Ricuh: Kanada Ikutan Gak Ya?

 

Harga Emas hari ini - Kanada lagi mempertimbangkan langkah yang cukup “berani”: mengirim sejumlah kecil tentara ke Greenland untuk ikut latihan militer bareng sekutu NATO. Rencana ini masih tahap pembahasan, tapi kalau jadi dilakukan, risikonya besar—karena bisa memancing retaliasi dari Amerika Serikat.

Menurut rancangan awal, pasukan Kanada akan bergabung dengan tentara dari Inggris, Prancis, Denmark, dan negara lain dalam latihan bersama. Namun Perdana Menteri Mark Carney disebut belum mengambil keputusan final dan pembahasannya masih tertutup.

Masalahnya, isu Greenland lagi jadi titik panas karena Presiden AS Donald Trump menjadikan “latihan NATO” sebagai alasan untuk menekan Eropa lewat tarif. Trump mengumumkan tarif 10% yang akan naik jadi 25% pada Juni terhadap delapan negara Eropa, menyusul penolakan mereka atas rencananya terkait Greenland.

Ancaman tarif itu memicu reaksi keras di Eropa. Para pemimpin Uni Eropa disebut akan menggelar pertemuan darurat untuk membahas respons dan opsi retaliasi, termasuk kemungkinan tarif balasan. Dari Inggris, PM Keir Starmer bahkan menyampaikan langsung ke Trump bahwa manuver tarif tersebut “salah”.

Carney sendiri menegaskan posisi Kanada: masa depan Greenland harus diputuskan oleh Denmark dan Greenland, bukan pihak lain. Ia menyebut situasinya serius, Kanada khawatir atas eskalasi, dan keamanan Greenland pada dasarnya masuk tanggung jawab NATO.

Tekanan tambah berat karena Kanada sangat rentan terhadap kebijakan tarif AS. Hampir 70% ekspor barang Kanada dikirim ke AS. Trump sebelumnya sudah mengenakan tarif 25% ke produk Kanada, lalu menaikkan menjadi 35% pada Agustus—meski banyak barang masih dikecualikan jika sesuai aturan USMCA.

5 Poin Inti :

- Kanada mempertimbangkan kirim pasukan untuk latihan NATO di Greenland, tapi keputusan final belum diambil.

- Trump sudah mengancam tarif 10% (naik 25% pada Juni) ke 8 negara Eropa terkait isu Greenland.

- Eropa menyiapkan respons: pertemuan darurat + opsi retaliasi termasuk tarif balasan.

- Mark Carney menegaskan: masa depan Greenland ditentukan Denmark & Greenland; NATO bertanggung jawab soal keamanan.

- Kanada rentan terhadap tarif AS karena ~70% ekspor barangnya masuk ke pasar Amerika. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 15 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Pasar Global Membuka Hari dengan Nada Hati-hati: Saham Melemah, Minyak Terkoreksi

Harga Emas hari ini - Pasar keuangan global mengawali perdagangan Kamis dengan sentimen lebih defensif, menyusul pelemahan Wall Street yang dipicu rotasi keluar dari saham teknologi berkapitalisasi besar. Kondisi ini mendorong koreksi pada sebagian indeks utama dan menahan minat risiko di awal sesi Asia.

Di kawasan Asia-Pasifik, indeks Nikkei 225 Jepang melemah sekitar 1%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks saham AS turun tipis, mengindikasikan pembukaan yang lebih lemah. Proyeksi pembukaan untuk Hong Kong dan China daratan juga cenderung lebih rendah, sedangkan bursa Korea Selatan dan Australia bergerak lebih stabil.

Harga minyak mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam enam sesi, setelah Presiden AS mengisyaratkan kemungkinan menahan diri dari opsi serangan terhadap Iran dalam waktu dekat. Sinyal ini mengurangi “premi risiko geopolitik” yang sebelumnya menopang reli minyak, sehingga harga berbalik terkoreksi.

Emas dan perak juga bergerak melemah setelah mencetak rekor pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan normalisasi jangka pendek akibat aksi ambil untung, terutama setelah reli yang berlangsung cepat dan agresif.

Ke depan, pelaku pasar akan terus memantau rotasi sektor di bursa AS, arah kebijakan tarif yang masih berpotensi memicu volatilitas, serta perkembangan geopolitik. Selama ketiga faktor tersebut belum memberikan kepastian, pergerakan pasar berpeluang tetap sensitif dan mudah berubah. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id