Selasa, 23 Desember 2025

Solid Gold | Trump: AS Bisa Simpan atau Jual Minyak yang Disita dari Venezuela

 

Harga Emas hari ini - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Amerika Serikat (AS) mungkin akan menyimpan dan mungkin juga menjual minyak yang telah disita di lepas pantai Venezuela dalam beberapa pekan terakhir, seperti yang dilaporkan Reuters pada hari Senin.

Trump menambahkan bahwa AS juga akan menyimpan kapal-kapal yang disita.

"Mungkin kita akan menjualnya, mungkin kita akan menyimpannya," kata Trump, menambahkan bahwa minyak tersebut mungkin juga digunakan untuk mengisi kembali cadangan strategis Amerika Serikat. - Solid Gold

Senin, 22 Desember 2025

PT Solid | AS Kejar Tanker Venezuela, Ini yang Terjadi pada Harga Minyak!

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak naik setelah Presiden AS Donald Trump memperketat blokade terhadap Venezuela. AS sudah menaiki satu kapal tanker, dan kini sedang mengejar tanker lain hanya dalam hitungan minggu sejak penangkapan pertama.

Brent naik mendekati $61 per barel setelah turun dua minggu berturut-turut. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar $57.

Pada Sabtu, US Coast Guard menaiki tanker Centuries di Karibia. Kapal ini membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Venezuela. Di saat yang sama, AS juga sedang memburu tanker Bella 1 yang sedang menuju negara Amerika Latin tersebut.

Ketegangan pasokan juga meningkat dari anggota OPEC+ lainnya. Ukraina untuk pertama kalinya menyerang sebuah tanker dari "shadow fleet" Rusia di Laut Mediterania menggunakan drone. Sebelumnya, ada juga serangan ke fasilitas Lukoil PJSC di Laut Kaspia.

Situasi geopolitik ini membantu menahan penurunan harga minyak, yang sudah turun sekitar seperlima sepanjang tahun ini. Penurunan terjadi karena pasokan berlebih, ketika OPEC+ memulihkan produksi lebih cepat dari perkiraan, sementara negara lain juga menaikkan output dan permintaan masih lemah. Pada pukul 7:22 pagi di Singapura, Brent Februari naik 0,6% ke $60,83, dan WTI Februari naik 0,6% ke $56,86. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 19 Desember 2025

PT Solid Gold Berjangka | Yen Terpuruk Meski BOJ Naikkan Suku Bunga, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

 

Harga Emas hari ini - Yen Jepang menjadi mata uang utama dengan kinerja terburuk terhadap dolar AS sepanjang 2025, meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) justru menaikkan suku bunga. Bahkan dengan langkah pengetatan lebih lanjut, yen masih bisa berada di "zona bahaya" yang memicu intervensi pemerintah. BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga seperempat poin persentase pada hari Jumat, membawa suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam tiga dekade, yaitu 0,75%.

Kontrak berjangka menunjukkan kemungkinan kenaikan tambahan sekitar 40 basis poin tahun depan, menjadikan BOJ salah satu bank sentral G10 yang paling agresif, bersama Reserve Bank of New Zealand dan Reserve Bank of Australia. Investor akan mencermati arahan Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, untuk mencari petunjuk apakah pengetatan lebih lanjut akan dilakukan.

Namun, kenaikan suku bunga belum tentu membuat yen pulih pada 2026. Sebagian besar bank sentral utama hampir menyelesaikan siklus pelonggaran kebijakan moneter mereka, kecuali Federal Reserve AS. Jika bank sentral lain mulai mengetatkan kebijakan tahun depan, kesenjangan dengan BOJ bisa cepat menyempit, sehingga tekanan terhadap yen kemungkinan tetap tinggi.- PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 18 Desember 2025

Solid Gold Berjangka | Minyak Bangkit, Dunia Waspada Pasokan

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak dunia kembali naik setelah sempat jatuh ke level terendah dalam empat setengah tahun. Kenaikan ini terjadi karena investor menimbang risiko geopolitik yang meningkat, mulai dari Venezuela hingga Rusia, di tengah prospek pasokan minyak global yang masih terlihat ketat.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sedikit di bawah USD 57 per barel setelah naik 1,2% pada perdagangan Rabu. Sementara itu, minyak Brent ditutup sedikit di bawah USD 60 per barel. Amerika Serikat bersiap menjatuhkan sanksi baru ke sektor energi Rusia guna menekan kesepakatan damai Ukraina, serta menyatakan blokade ekspor minyak Venezuela, yang memicu kekhawatiran akan berkurangnya pasokan global.

Presiden AS Donald Trump menegaskan keinginan negaranya untuk mengambil kembali hak atas minyak dan lahan Venezuela. Ia menuduh pemerintah Caracas telah merampas "hak energi" milik AS. Di saat yang sama, Washington juga mempertimbangkan langkah menargetkan armada bayangan kapal tanker Rusia dan para pedagang yang membantu ekspor minyak negara tersebut.

Ketegangan geopolitik ini memberi dorongan jangka pendek bagi harga minyak, terutama setelah WTI sempat jatuh di bawah USD 55 per barel awal pekan ini, level terendah sejak Februari 2021. Namun, tanda-tanda pelemahan pasar mulai terlihat, baik dari Timur Tengah maupun AS, seiring kekhawatiran kelebihan pasokan tahun depan. Di AS, stok minyak mentah turun moderat, sementara persediaan bensin dan distilat justru meningkat. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 17 Desember 2025

PT Solid Gold | Minyak Tertekan, Pasar Cemas Banjir Pasokan

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak bertahan stabil setelah ditutup di level terendah sejak 2021 pada perdagangan Rabu(17/12). Tekanan datang dari tanda-tanda kelebihan pasokan yang semakin jelas di pasar global, membuat pelaku pasar tetap berhati-hati.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di dekat US$55 per barel setelah anjlok hampir 6% dalam empat sesi terakhir. Sementara itu, Brent berada sedikit di bawah US$59 per barel. Pelemahan terlihat di berbagai wilayah, dari Timur Tengah hingga Amerika Serikat, seiring proyeksi Badan Energi Internasional tentang lonjakan kelebihan pasokan terbesar sejak masa pandemi.

Pasokan berlebih ini dipicu oleh langkah OPEC+ yang dengan cepat mengembalikan produksi yang sebelumnya dipangkas. Di sisi lain, produsen non-OPEC juga meningkatkan produksi. Kondisi ini membuat harga minyak berada di jalur penurunan tahunan, ditambah spekulasi potensi kesepakatan damai di Ukraina yang bisa melonggarkan pembatasan ekspor minyak Rusia.

Di tengah situasi tersebut, empat kapal tanker besar yang semula menuju Venezuela dilaporkan berbalik arah. Langkah ini menyusul penyitaan kapal tanker yang terkena sanksi oleh pasukan AS di perairan Karibia. Presiden Donald Trump juga meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Nicolas Maduro, dengan tujuan membatasi pendapatan minyak Venezuela yang krusial. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 16 Desember 2025

Solid Gold | Nikkei Terseret Wall Street, Saham AI Jepang Terpukul

 

Harga Emas hari ini - Indeks saham Jepang Nikkei dibuka melemah 1,1% ke level 49.624,20 pada perdagangan awal, mengikuti penurunan tajam Wall Street semalam. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati karena jadwal data dan agenda ekonomi yang padat sepanjang pekan ini. Menurut Kepala Analis Pasar IG, Chris Beauchamp, selera risiko investor masih rendah sehingga pasar cenderung bergerak tertekan.

Tekanan juga datang dari saham-saham terkait kecerdasan buatan, seiring melemahnya Indeks Komposit Nasdaq di Amerika Serikat. Saham teknologi Jepang pun ikut terimbas, dengan Yaskawa Electric anjlok 5,5%, Fujikura turun 5,1%, dan Japan Exchange Group melemah 4,7%. Sementara itu, nilai tukar dolar AS terhadap yen berada di level 154,74, sedikit lebih rendah dibandingkan 155,21 pada perdagangan New York Senin malam. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 15 Desember 2025

PT Solid | Minyak Bertahan di Level Terendah, Kenapa Belum Jatuh Lagi?

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak masih stabil di dekat level terendah hampir dua bulan, karena pasar lebih khawatir soal kelebihan pasokan dibandingkan dampak ketegangan geopolitik. Brent bertahan di sekitar US$61/barel setelah ditutup di level terendah sejak 20 Oktober, sementara WTI masih di bawah US$58/barel.

Tekanan utama datang dari ekspektasi surplus pasokan yang membesar: OPEC+ dan produsen lain terus memompa lebih banyak minyak, sementara pertumbuhan konsumsi dinilai masih lambat. Kondisi ini bikin harga minyak diperkirakan tetap berada di jalur penurunan tahunan.

Meski begitu, geopolitik ikut menahan kejatuhan lebih dalam lewat "premi risiko". Ukraina kembali menyerang infrastruktur energi Rusia, Iran mengklaim menyita kapal tanker asing di Teluk Oman, dan AS juga sempat mencegat kapal di lepas pantai Venezuela saat tekanan terhadap rezim Maduro meningkat. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, aktivitas perdagangan diperkirakan lebih tipis, sehingga pergerakan harga bisa jadi lebih mudah bergejolak. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 12 Desember 2025

PT Solid Gold Berjangka | Brent Tertekan Damai Ukraina & Data BBM AS

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak Brent hari ini cenderung melemah setelah semalam ditutup turun sekitar 1,5% ke kisaran $61-an per barel, tertekan fokus pasar pada kemajuan perundingan damai Rusia-Ukraina dan kekhawatiran permintaan BBM di AS. Investor menilai, jika perdamaian tercapai, sebagian pasokan minyak Rusia yang kini tertahan sanksi bisa kembali mengalir ke pasar global, sehingga menambah tekanan suplai ke depan.

Dari sisi data, laporan EIA menunjukkan stok bensin dan distilat AS naik cukup besar, mengindikasikan permintaan bahan bakar yang tidak terlalu kuat dan menekan margin kilang. Di saat yang sama, Fed baru saja memangkas suku bunga lagi, yang secara teori mendukung permintaan minyak lewat pertumbuhan ekonomi, tetapi efek positifnya tertahan oleh kekhawatiran oversupply.

Di level fundamental yang lebih luas, OPEC+ masih mempertahankan proyeksi permintaan yang stabil hingga 2026, sementara laporan IEA dan EIA sama-sama menilai pasar masih berpotensi mencatat surplus persediaan dalam beberapa tahun ke depan, meski tidak sebesar perkiraan awal. Kondisi ini membuat Brent cenderung bergerak dalam rentang sempit: didukung risiko geopolitik (tanker disita AS, infrastruktur Rusia diserang), tapi dibatasi oleh kekhawatiran pasokan berlebih dan permintaan bahan bakar yang lesu. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 11 Desember 2025

Solid Gold Berjangka | Minyak Menguat di Tengah Konflik

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak dunia kembali naik setelah Amerika Serikat menyita sebuah kapal tanker raksasa yang membawa minyak Venezuela di lepas pantai negara tersebut. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat naik hingga mendekati $59 per barel, sementara Brent bertahan di atas $62 per barel. Langkah AS ini membuat banyak pelaku pasar khawatir, karena bisa membuat negara lain takut mengirim atau menerima minyak dari Venezuela, yang sebenarnya adalah salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Artinya, kalau aliran minyak dari sana terganggu, pasar bisa melihat ada risiko berkurangnya pasokan.

Di saat yang hampir bersamaan, Ukraina juga menyerang kapal tanker "armada bayangan" yang terkait dengan perdagangan minyak Rusia. Armada bayangan ini adalah jaringan kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak Rusia dengan cara "mengakali" sanksi. Serangan ini menambah ketegangan geopolitik, karena menyasar jalur distribusi energi yang sensitif. Jadi, dari sisi sentimen, pasar melihat risiko baru: pasokan minyak dari dua pemain penting-Venezuela dan Rusia-bisa terganggu sewaktu-waktu.

Namun, di balik ketegangan geopolitik ini, gambar besar pasar minyak sebenarnya masih cenderung bearish (cenderung turun). Produksi dari kelompok OPEC+ dan negara-negara Amerika diperkirakan masih akan naik dan melampaui pertumbuhan permintaan yang lemah. Kalau produksi lebih besar dari permintaan, secara teori pasar akan mengalami kelebihan pasokan (oversupply), yang biasanya menekan harga dalam jangka menengah-panjang. Karena itu, pelaku pasar sekarang menunggu laporan terbaru dari OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) yang akan dirilis hari Kamis. Laporan itu diharapkan bisa memberi gambaran lebih jelas: apakah risiko geopolitik tadi akan cukup kuat mengimbangi ancaman oversupply, atau justru pasar minyak akan kembali tertekan setelah euforia kenaikan harga mereda. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 09 Desember 2025

Solid Gold | Bantuan Miliaran Dolar Trump untuk Petani, Obat Atau Luka Baru?

 

Harga Emas hari ini - Presiden Donald Trump mengumumkan paket bantuan senilai $11 miliar untuk para petani Amerika, terutama petani kedelai, yang terpukul oleh perang dagang dan jatuhnya harga tanaman pangan. Kebijakan tarif terhadap banyak negara, terutama Tiongkok, membuat ekspor kedelai AS anjlok karena Tiongkok menghentikan pembelian kedelai Amerika. Padahal, Tiongkok merupakan pembeli terbesar yang biasanya menyerap sekitar setengah ekspor kedelai AS. Banyak petani kini tertekan oleh harga panen yang rendah dan biaya produksi yang terus naik.

Sebagian besar dana akan disalurkan lewat program baru Farmer Bridge Assistance dari Departemen Pertanian AS, yang dirancang untuk membantu petani tanaman pangan menghadapi utang dan tekanan keuangan dari musim tanam 2025. Trump menyebut bantuan ini berasal dari pendapatan tarif dan mengklaim tanpa tarif, bantuan seperti ini tidak mungkin terjadi. Ia juga berjanji akan menurunkan biaya peralatan pertanian dengan menghapus "pembatasan lingkungan" yang menurutnya membuat ongkos produksi membengkak. Sebelumnya, pada masa jabatan pertamanya, Trump sudah pernah menggelontorkan $16 miliar bantuan untuk petani di tengah balasan tarif Tiongkok.

Reaksi dari kalangan petani dan organisasi pertanian beragam. Sejumlah kelompok seperti Asosiasi Kedelai Amerika (ASA) dan Federasi Biro Pertanian Amerika menyebut paket ini sebagai "jalur penyelamat" jangka pendek yang bisa membantu petani bernapas dan merencanakan musim tanam 2026. Survei Universitas Purdue juga menunjukkan sentimen petani sedikit membaik setelah adanya kesepakatan perdagangan ASรข€“Tiongkok dan janji Tiongkok untuk melanjutkan pembelian kedelai pada 2026. Namun di lapangan, banyak petani sudah lebih dulu terpukul: pengajuan kebangkrutan petani naik tajam dan tekanan di wilayah pedesaan makin besar.

Di sisi lain, kritik keras datang dari Partai Demokrat di Kongres. Mereka menilai akar masalahnya justru kebijakan tarif Trump sendiri, bukan kurangnya bantuan tunai. Tokoh Demokrat seperti Senator Amy Klobuchar dan Anggota DPR Jonathan L. Jackson menegaskan bahwa petani sebenarnya "butuh perdagangan, bukan bantuan." Menurut mereka, pembayaran sekaligus hanya menutup luka sementara, sementara kebijakan tarif yang "dirancang buruk" telah membuat produk AS terlalu mahal untuk diekspor dan menciptakan kekacauan baru. Jackson bahkan memperkirakan para petani bisa membutuhkan ratusan miliar dolar dalam jangka panjang jika kebijakan perdagangan tidak diperbaiki. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 08 Desember 2025

PT Solid | Minyak Tak Bergerak, Tapi Ada Gejolak Besar di Balik Layar

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak global bergerak stabil di tengah berbagai dinamika geopolitik yang saling bertabrakan. Minyak mentah Brent berada sedikit di bawah $64 per barel, sementara WTI mendekati $60. Salah satu fokus utama pasar adalah hubungan energi antara India dan Rusia, terutama setelah Presiden Vladimir Putin menjanjikan pengiriman bahan bakar tanpa hambatan ke India. Isu ini menjadi semakin penting karena negosiator AS tiba di India untuk melakukan pembicaraan perdagangan.

Di sisi lain, perkembangan terkait potensi kesepakatan damai Ukraina-Rusia juga memengaruhi pergerakan harga. Presiden AS Donald Trump menyebutkan bahwa ia telah berdiskusi dengan Putin dan para pemimpin Ukraina, termasuk Volodymyr Zelenskiy. Namun keadaan di lapangan masih panas, dengan Ukraina melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, termasuk terminal CPC di Laut Hitam yang merupakan jalur ekspor utama. Serangan ini menyebabkan gangguan pemuatan minyak dan mendorong kenaikan harga minyak fisik.

Meski ketegangan meningkat, pasar tetap dibayangi kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan global. Produksi dari OPEC+ serta negara-negara di luar kelompok-seperti AS, Brasil, dan Guyana-diperkirakan melampaui permintaan yang tumbuh lambat. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, pelaku pasar menantikan laporan prospek bulanan dari EIA, IEA, dan OPEC yang dijadwalkan rilis minggu ini, yang kemungkinan besar akan memberikan petunjuk arah pasar berikutnya. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 03 Desember 2025

PT Solid Gold | USD/JPY Bergerak Naik, Tapi Sampai Kapan?

 

Harga Emas hari ini - Pasangan USD/JPY kembali naik ke sekitar 155,85 pada awal sesi Asia hari Rabu(3/12), setelah turun selama tiga hari berturut-turut. Penguatan kecil Dolar AS terjadi karena pasar menunggu rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Meskipun begitu, kenaikan USD masih terlihat terbatas karena sentimen risiko yang berubah-ubah.

Dolar AS mendapat sedikit dukungan, tetapi laporan terbaru soal kandidat Ketua Federal Reserve berikutnya membuat pelaku pasar berhati-hati. Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih, disebut sebagai kandidat terkuat. Ia dikenal mendukung penurunan suku bunga yang lebih agresif, yang bisa membuat USD melemah karena pasar melihat peluang besar penurunan suku bunga oleh The Fed pada 10 Desember.

Di sisi lain, Yen Jepang berpotensi menguat setelah komentar Gubernur BoJ Kazuo Ueda. Ia menegaskan bahwa Bank of Japan siap menaikkan suku bunga lebih lanjut jika kondisi inflasi dan ekonomi sesuai harapan. Spekulasi kenaikan suku bunga ini dapat menekan USD/JPY, karena investor cenderung memilih Yen sebagai aset aman ketika ada peluang kebijakan moneter yang lebih ketat dari BoJ. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 01 Desember 2025

PT Solid | Minyak Anjlok, Fokus Beralih Ke Pertemuan OPEC+

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak mentah berjangka turun tipis pada hari Jumat(28/11) karena investor mempertimbangkan premi risiko geopolitik minyak di tengah perundingan damai Rusia-Ukraina yang berlarut-larut, sembari tetap memperhatikan pertemuan OPEC+ hari Minggu untuk mendapatkan petunjuk tentang potensi perubahan produksi.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS kembali diperdagangkan setelah dibekukan akibat gangguan sistem di operator bursa CME Group, yang disebabkan oleh masalah pendinginan di pusat data CyrusOne. Brent diperdagangkan di Intercontinental Exchange, atau ICE.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk bulan Januari, yang berakhir pada hari Jumat, ditutup turun 14 sen, atau 0,22%, menjadi $63,20 per barel. Kontrak Februari yang lebih aktif ditutup pada $62,38, turun 49 sen pada penutupan hari Kamis.

Minyak mentah WTI ditutup pada $58,55 per barel, turun 10 sen, atau 0,17%, dari penutupan Rabu. Tidak ada penyelesaian pada hari Kamis karena libur Thanksgiving di AS.

KERUNTUHAN TERPANJANG SEJAK 2023

Meskipun naik sekitar 1% selama seminggu, kedua kontrak ditutup turun untuk bulan keempat berturut-turut, penurunan terpanjang sejak 2023, karena ekspektasi pasokan global yang lebih tinggi membebani harga.

Kuatnya margin keuntungan penyulingan bahan bakar telah mendukung permintaan minyak mentah di beberapa tempat, tetapi dampak negatif dari surplus minyak yang diperkirakan menekan harga, kata analis Rystad, Janiv Shah.

Produksi minyak AS naik ke rekor tertinggi pada bulan September, data dari Badan Informasi Energi (EIA) menunjukkan pada hari Jumat, memperdalam kekhawatiran bahwa pasar sedang menuju surplus.

Produksi minyak mentah AS naik 44.000 barel per hari pada bulan September ke rekor 13,84 juta barel per hari, menurut data EIA. Survei Reuters terhadap 35 ekonom dan analis menunjukkan responden memperkirakan harga Brent rata-rata $62,23 per barel pada tahun 2026, turun dari perkiraan Oktober sebesar $63,15. Data LSEG menunjukkan bahwa harga acuan telah mencapai rata-rata $68,80 per barel sejauh ini pada tahun 2025.

Tanda-tanda bahwa kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia kemungkinan akan tercapai mendorong harga minyak turun tajam awal pekan ini, tetapi harga telah pulih selama tiga sesi terakhir karena negosiasi yang berlarut-larut. "Harga minyak berjangka telah mengantisipasi semacam kesepakatan damai yang terus menekan harga," ujar Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial, dalam sebuah catatan pada hari Jumat.

"Namun, masih sedikit yang diketahui saat ini, dan tidak adanya kesepakatan kemungkinan akan mengakibatkan sanksi yang lebih ketat terhadap ekspor minyak Rusia." Pada hari Minggu, OPEC+ kemungkinan akan mempertahankan tingkat produksi minyak tidak berubah pada pertemuan-pertemuan mereka dan menyepakati mekanisme untuk menilai kapasitas produksi maksimum para anggota, dua delegasi dari kelompok tersebut dan seorang sumber yang mengetahui pembicaraan kelompok tersebut mengatakan kepada Reuters.

Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, diperkirakan akan menurunkan harga minyak mentah bulan Januari untuk pembeli Asia untuk bulan kedua ke level terendah dalam lima tahun, di bawah tekanan dari persediaan yang melimpah dan prospek surplus, sumber mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 28 November 2025

PT Solid Gold Berjangka | Emas Tenang, Tapi Bahaya?

 

Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak stabil tapi masih berada di jalur kenaikan untuk bulan keempat berturut-turut. Pada perdagangan Jumat(28/11) pagi di Asia, emas batangan berada di kisaran $4.163 per ons dan sudah naik lebih dari 2% sepanjang pekan ini. Sentimen positif datang dari ekspektasi bahwa Federal Reserve bakal memangkas suku bunga bulan depan. Komentar beberapa pejabat The Fed dan rilis data ekonomi yang tertunda membuat pasar semakin yakin biaya pinjaman akan turun. Saat ini, pelaku pasar swap bahkan menilai ada lebih dari 80% kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 0,25% di Desember. Bagi emas, suku bunga yang lebih rendah adalah kabar baik karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga jadi lebih menarik dibanding aset berbunga.

Pada sesi pagi di Singapura sekitar pukul 07.36, harga emas tercatat naik tipis 0,1% ke $4.162,98 per ons, sementara Indeks Spot Dolar Bloomberg cenderung datar, menandakan tidak ada tekanan besar dari penguatan dolar. Di sisi lain, logam mulia lain juga ikut menikmati sentimen positif pasar. Platinum bergerak sedikit menguat setelah sehari sebelumnya sempat melompat 1,6%, didukung oleh kontrak berjangka baru di Tiongkok yang mendorong minat beli. Perak dan paladium juga kompak menguat, menambah warna positif di pasar logam mulia menjelang potensi perubahan kebijakan suku bunga The Fed bulan depan. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 27 November 2025

Solid Gold Berjangka | Minyak Turun, Semua Mata ke Ukraina dan OPEC+

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak turun tipis seiring investor memantau upaya yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang di Ukraina, sembari menantikan pertemuan OPEC+ akhir pekan ini.

Harga West Texas Intermediate diperdagangkan mendekati $58 per barel setelah naik lebih dari 1% pada hari Rabu, sementara Brent menetap sedikit di atas $63. Dengan utusan presiden AS Steve Witkoff yang akan memimpin delegasi untuk perundingan di Rusia minggu depan, para pedagang mempertimbangkan apakah kesepakatan dapat dicapai dan implikasinya terhadap arus minyak mentah.

Sementara itu, OPEC dan sekutunya dijadwalkan bertemu pada 30 November. Delapan anggota kelompok tersebut memutuskan awal bulan ini untuk menghentikan sementara peningkatan produksi lebih lanjut pada kuartal pertama tahun depan, setelah meningkatkan pasokan dengan cepat selama tahun 2025.

Perdagangan pada hari Kamis kemungkinan akan sepi karena libur Thanksgiving di AS.

Harga:

WTI untuk pengiriman Januari turun 0,3% menjadi $58,47 per barel pada pukul 07.27 pagi di Singapura.

Brent untuk pengiriman Januari ditutup 1% lebih tinggi pada $63,13 per barel. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 24 November 2025

PT Solid | EUR/USD tertekan karena USD menguat di tengah data yang tidak merata

 

Harga Emas hari ini - EUR/USD mencatatkan pelemahan moderat selama sesi Amerika Utara pada hari Jumat karena Dolar AS (USD) bertahan kuat setelah rilis data ekonomi yang beragam dan komentar dovish dari pejabat Federal Reserve (Fed). Pasangan mata uang ini diperdagangkan di 1,1504, turun 0,20%, setelah mencapai level terendah dua minggu di 1,1491.

Euro melemah 0,20% karena sentimen AS yang lemah kontras dengan PMI yang menguat, pasar meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga di bulan Desember
Data di AS beragam, namun perekonomian menunjukkan tanda-tanda ketahanan. PMI Manufaktur dan Jasa Global S&P beragam pada bulan November tetapi mengungkapkan bahwa kepercayaan bisnis telah membaik.

Data lain menunjukkan bahwa rumah tangga Amerika menjadi pesimis terhadap prospek ekonomi, menurut Sentimen Konsumen Universitas Michigan (UoM) untuk bulan November. Sentimen mencapai level terendah sejak 2009, karena konsumen masih frustrasi dengan harga yang tinggi dan melemahnya pendapatan.

Setelah data tersebut, reaksi EUR/USD mereda, karena para pedagang mencerna beragam komentar dari banyak pejabat Federal Reserve.

Komentar dovish dari Presiden The Fed New York, John Williams, dan Gubernur Stephen Miran, meningkatkan ekspektasi investor terhadap penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan Desember. Sebaliknya, Presiden The Fed Boston, Susan Collins, dan Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, berpendapat untuk mempertahankan kebijakan restriktif, yang menandakan dukungan untuk mempertahankan suku bunga.

Mengingat latar belakang tersebut, pelaku pasar telah memperkirakan peluang penurunan suku bunga di bulan Desember sebesar 71%, melonjak tajam dari sekitar 31% pada hari sebelumnya. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 21 November 2025

PT Solid Gold Berjangka | Minyak Turun, Pasar Sambut Rencana Damai Ukraina

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak terdorong turun setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy setuju untuk menyusun rencana perdamaian, tepat ketika sanksi AS terhadap dua raksasa minyak Rusia dijadwalkan berlaku pada hari Jumat.

Harga minyak West Texas Intermediate turun untuk sesi ketiga menuju $58 per barel, sementara Brent ditutup mendekati $63 pada hari Kamis. Rencana tersebut disusun oleh AS dan Rusia, dan Zelenskiy berharap dapat berbicara dengan Presiden Donald Trump dalam beberapa hari mendatang. Proposal tersebut mencakup penyerahan wilayah Ukraina dan pencabutan sanksi.

Para diplomat Eropa menyatakan skeptis terhadap kesepakatan apa pun, dengan mencatat bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki rekam jejak yang tampak menerima tawaran ketika berada di bawah tekanan. Kremlin sedang berusaha menghentikan sanksi AS yang menargetkan dua perusahaan minyak terbesar negara itu, Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC. Namun, jika ada kemajuan dalam kesepakatan damai dan sanksi dicabut, hal itu akan menambah pasokan ke pasar yang menghadapi surplus besar tahun depan. OPEC+ dan produsen lainnya, terutama dari Amerika, telah meningkatkan produksi. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 20 November 2025

Solid Gold Berjangka | Minyak Alami Kerugian Terbesar dalam Seminggu karena Stok Produk AS Melonjak

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak mengalami penurunan terbesar dalam seminggu setelah persediaan bahan bakar AS meningkat, sementara investor memantau dampak sanksi terhadap dua produsen utama Rusia yang dijadwalkan berlaku pada hari Jumat.

Kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk bulan Januari diperdagangkan di atas $59 per barel setelah turun lebih dari 2% pada hari Rabu. Brent ditutup di bawah $64. Stok bensin dan sulingan - kategori yang mencakup solar - naik untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan minggu lalu, menurut data pemerintah.

Stok minyak mentah AS turun 3,4 juta barel, menurut data dari Badan Informasi Energi (EIA), tetapi volume tersebut lebih rendah dari perkiraan kenaikan 4,4 juta barel yang ditandai oleh sebuah kelompok industri sehari sebelumnya.

Harga minyak turun tahun ini karena ekspektasi surplus yang besar, meskipun ketegangan geopolitik menambah premi risiko pada harga. Sanksi AS terhadap raksasa Rusia Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC akan dimulai pada 21 November, dan sanksi yang akan datang telah mengganggu aliran minyak mentah, terutama ke India.

Untuk mendapatkan buletin Energy Daily Bloomberg di kotak masuk Anda, klik di sini.

Harga:

WTI untuk pengiriman Januari naik 0,4% menjadi $59,47 per barel pada pukul 07.34 pagi di Singapura.

Kontrak Desember, yang berakhir pada hari Kamis, naik 0,4% menjadi $59,66 per barel.

Brent untuk penyelesaian Januari ditutup 2,1% lebih rendah pada $63,51 per barel pada hari Rabu. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 19 November 2025

PT Solid Gold | Perak menguat tipis karena sentimen risk-off

 

Harga Emas hari ini - Perak (XAG/USD) menguat tipis pada hari Selasa, diperdagangkan di kisaran $50,70 pada saat penulisan, naik 1,00% hari ini. Logam mulia ini didukung oleh sentimen risk-off yang meluas di seluruh pasar, dengan investor lebih memilih eksposur safe haven karena aset berisiko berada di bawah tekanan. Sentimen hati-hati ini muncul menjelang rilis data ekonomi AS yang telah lama tertunda, terutama laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan September yang dijadwalkan pada hari Kamis.

Ekuitas global secara umum melemah, mendorong permintaan untuk aset defensif. Investor tetap ragu-ragu karena aliran indikator ekonomi makro AS telah terganggu dalam beberapa pekan terakhir, yang mempersulit penilaian momentum pasar tenaga kerja secara real-time. Laporan NFP yang akan datang membuat pelaku pasar menahan diri, secara mekanis memperkuat daya tarik logam mulia.

Komentar yang berbeda-beda dari pejabat Federal Reserve (Fed) menambah lapisan ketidakpastian lainnya. Gubernur Christopher Waller menyampaikan nada yang agak dovish, menggambarkan pasar tenaga kerja sebagai "lemah" dan hampir "macet". Ia menegaskan kembali bahwa pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan Desember akan memberikan "asuransi tambahan" terhadap perlambatan ekonomi. Sebaliknya, beberapa anggota Fed lainnya memberikan sinyal kehati-hatian, dengan alasan bahwa mungkin masih terlalu dini untuk melonggarkan kebijakan selama inflasi masih di atas target.

Divergensi ini tercermin dalam harga pasar. Menurut perangkat CME FedWatch, peluang pemotongan suku bunga pada bulan Desember kini mencapai 46,6%, turun tajam dari 66,9% pada minggu sebelumnya. Investor mengharapkan rilis data statistik secara bertahap untuk meningkatkan visibilitas. Klaim Pengangguran Awal mencapai 232.000, sementara Klaim Berkelanjutan naik menjadi 1,957 juta untuk pekan yang berakhir pada 18 Oktober, memperkuat tanda-tanda meredanya kondisi ketenagakerjaan.

Dalam lingkungan ketidakpastian makro parsial ini, Perak diuntungkan oleh karakteristik safe haven-nya. Ekspektasi pelonggaran moneter jangka menengah dari Fed, meskipun berkurang, terus memberikan dukungan struktural untuk logam, sementara ketidakpastian politik dan ekonomi menopang permintaan yang stabil tetapi hati-hati.- PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 14 November 2025

PT Solid Gold Berjangka | Investor Panik, Saham AS Merosot di Perdagangan Kamis

 

Harga Emas hari ini - Saham AS anjlok pada hari Kamis(13/11), dengan S&P 500 turun 1,5%, Nasdaq turun 1,9%, dan Dow Jones kembali mencatatkan rekor tertingginya setelah melemah 1,5% di tengah aksi jual saham-saham yang terkait dengan AI dan meredanya ekspektasi pelonggaran moneter The Fed dalam waktu dekat. Pasar telah secara drastis mengurangi kemungkinan pemangkasan basis poin pada 25 Desember menjadi sekitar 50% dari sekitar 95% sebulan yang lalu karena beberapa pejabat The Fed menyuarakan kehati-hatian atas pelonggaran lebih lanjut di tengah inflasi yang terus berlanjut dan kesenjangan data resmi pasca-penutupan pemerintah.

Saham-saham raksasa seperti Nvidia, Broadcom, Oracle, dan Palantir memimpin penurunan saham teknologi, merosot antara sekitar 3,6% dan 6,5% karena investor mengunci keuntungan, sementara Disney anjlok 7,8% setelah hasil kuartal keempat yang beragam, yang melampaui ekspektasi laba tetapi meleset dari target pendapatan dan memperparah pelemahan di seluruh layanan komunikasi. Penetapan harga ulang suku bunga menghilangkan sebagian insentif untuk mengejar saham-saham pertumbuhan yang bernilai tinggi dan mengubah aksi ambil untung menjadi penurunan pasar yang lebih luas. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 13 November 2025

Solid Gold Berjangka | Wall Street Menguat, Dow Jones Catat Rekor Baru

 

Harga Emas hari ini - Saham AS menguat dengan Dow melonjak 410 poin ke rekor tertinggi baru, sementara S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan kenaikan moderat, seiring meningkatnya keyakinan bahwa penutupan pemerintah yang berkepanjangan akan berakhir minggu ini. Sektor perawatan kesehatan berada di posisi terdepan, dipimpin oleh Eli Lilly yang naik 3% dan AbbVie yang naik 3,6%, mencerminkan momentum pendapatan yang stabil di sektor ini.

Sektor keuangan juga berkinerja lebih baik karena pembeli berbondong-bondong masuk ke bank-bank besar, dengan Goldman Sachs naik 3,5%, JPMorgan naik 1,5%, dan American Express naik 0,7%. Sementara itu, AMD secara mengejutkan menguat dengan proyeksi yang lebih kuat dan menguat 9%, membantu mengangkat saham-saham sejenis seperti Broadcomm dan Qualcomm masing-masing sebesar 0,9% dan 1,6%.

Kenaikan tersebut dibatasi oleh pelemahan yang terkonsentrasi di antara saham-saham megacap yang bernilai tinggi di mana aksi ambil untung terus berlanjut, sehingga Nasdaq tetap tertekan. Para pedagang tetap fokus pada data ketenagakerjaan yang akan datang dan jadwal kongres untuk pemungutan suara pendanaan akhir. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 11 November 2025

Solid Gold | Minyak Tertahan, Spread Menyempit Isyaratkan Pelemahan

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak stabil karena para pedagang memantau pelemahan metrik pasar dan menunggu laporan yang mungkin memberikan petunjuk tentang surplus global yang akan datang.

Harga West Texas Intermediate mendekati $60 per barel setelah naik 0,6% pada hari Senin, sementara Brent ditutup mendekati $64. Spread cepat WTI-selisih antara dua kontrak terdekatnya-telah menyempit menjadi 9 sen per barel dalam backwardation. Ini merupakan level terendah sejak Februari, dan menunjukkan kondisi yang lebih longgar.

OPEC-yang telah meningkatkan pasokan-akan merilis analisis bulanannya pada hari Rabu, sementara Badan Energi Internasional (IEA) akan merilis prospek tahunan pada hari yang sama. IEA-yang telah memperkirakan rekor kelebihan pasokan tahunan untuk tahun 2026-akan menyampaikan gambaran bulanan regulernya pada hari Kamis.

Impor India juga menjadi fokus. Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington "hampir" mencapai kesepakatan dagang dengan New Delhi, dan negara itu telah "berhenti memasok minyak Rusia - jumlahnya telah berkurang secara substansial." Trump telah mendesak India untuk membatasi pembelian minyak mentah dari Moskow sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Harga:

WTI untuk pengiriman Desember turun 0,2% menjadi $60,01 per barel pada pukul 07.35 di Singapura.

Brent untuk pengiriman Januari naik 0,7% menjadi $64,06 per barel pada hari Senin. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 10 November 2025

PT Solid | Emas Naik, Ekonomi AS Melambat

 

Harga Emas hari ini - Emas menguat tipis pada awal perdagangan Asia di tengah tanda-tanda perlambatan ekonomi AS yang biasanya meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai aset safe haven. Indeks utama survei Universitas Michigan turun menjadi 50,3 pada bulan November, dari 53,6 bulan lalu, berdasarkan respons awal bulan November.

Analis yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan penurunan indeks yang lebih ringan, menjadi 53. Emas kemungkinan akan tetap diminati sebagai aset safe haven dan akibatnya stabil pada level saat ini, menurut analis komoditas Commerzbank Research dalam laporan riset terbaru. Emas spot naik 0,2% menjadi $4.006,76/oz. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 07 November 2025

PT Solid Gold Berjangka | Pasokan Melonjak, Rally Tertahan?

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak bergerak naik tipis tapi masih di jalur penurunan mingguan kedua. West Texas Intermediate (WTI) sempat mendekati $60 per barel, sementara Brent stabil di kisaran $63 pada Kamis. Meski begitu, keduanya masih mengarah turun sekitar 2% secara mingguan.

Pemicunya adalah pasokan global bertambah. Produksi OPEC+ naik tipis setelah beberapa anggota utama kembali menyalurkan suplai, ditambah kenaikan output dari Brasil dan AS. Sepanjang tahun ini WTI sudah melemah sekitar 17%. Badan Energi Internasional (IEA) bulan lalu juga memperkirakan kelebihan pasokan tahun depan bakal mencetak rekor, bahkan lebih besar dari proyeksi sebelumnya. Melimpahnya suplai ini meredam dampak gangguan arus minyak Rusia ke India dan Tiongkok akibat sanksi AS.

Indikator pasar turut menunjukkan kekhawatiran pasokan. Selisih harga kontrak berjangka WTI terdekat dengan bulan berikutnya (prompt spread) terus menyempit dalam beberapa minggu terakhir, mendekati level terendah Februari. Penyempitan ini menandakan pasar melihat kondisi pasokan makin longgar, sehingga tekanan turun pada harga masih bisa berlanjut. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 06 November 2025

Solid Gold Berjangka | Emas Tersenggol Data, Tapi Masih Punya "Tameng"?

 

Harga Emas hari ini - Harga emas melemah di awal sesi Asia, turun 0,2% ke $3.971,75/oz. Tekanan datang setelah data tenaga kerja ADP dan indeks jasa ISM di AS keluar lebih baik dari perkiraan, membuat minat pada aset tanpa imbal hasil seperti emas berkurang.

Data yang solid itu menurunkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember menjadi 68% dari 70% sebelum rilis ADP. Prospek suku bunga yang bertahan tinggi cenderung menguatkan dolar dan imbal hasil obligasi-kombinasi yang biasanya menekan harga emas.

Meski begitu, permintaan safe haven masih mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik. Bas Kooijman dari DHF Capital menyebut tensi di Timur Tengah dan Eropa Timur tetap tinggi, sehingga berpotensi membatasi pelemahan lanjutan emas. Pasar kini menanti petunjuk berikutnya dari rilis data AS untuk menentukan arah jangka pendek. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 05 November 2025

PT Solid Gold | Kilau Emas Menguat di Tengah Sinyal Pemulihan Pasar

 

Harga Emas hari ini - Emas menguat di tengah kemungkinan pemulihan teknis setelah harga emas berjangka bulan depan ditutup turun 1,3% semalam. Seharusnya tidak terlalu mengejutkan melihat logam mulia ini berkonsolidasi di kisaran perdagangan yang lebih rendah, yaitu $3.800-$4.050 per ons, ujar Bart Melek dari TD Securities dalam sebuah laporan riset.

Lingkungan pasar emas bullish yang "sempurna" telah terkikis oleh ambiguitas pemangkasan suku bunga The Fed baru-baru ini, kekhawatiran bank sentral, dan pembelian ritel Tiongkok, ujar kepala Strategi Komoditas. Namun, setelah konsolidasi, harga emas rata-rata kemungkinan akan mencapai rekor kuartalan baru "di atas" $4.400/ons pada paruh pertama tahun 2026, tambah Melek. Emas spot naik 0,1% menjadi $3.934,70/ons. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 04 November 2025

Solid Gold | PMI Manufaktur ISM AS Turun ke 48,7 pada Oktober vs. 49,5

 

Harga Ems hari ini - Aktivitas ekonomi di sektor manufaktur Amerika Serikat (AS) terus mengalami kontraksi pada bulan Oktober, dengan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) turun ke 48,7 dari 49,1 pada bulan September. Pembacaan ini lebih lemah dibandingkan ekspektasi pasar yang sebesar 49,5.


Rincian lainnya dalam laporan PMI menunjukkan bahwa Indeks Ketenagakerjaan naik tipis menjadi 46 dari 45,3 pada periode ini, sementara Indeks Pesanan Baru meningkat menjadi 49,4 dari 48,9. Terakhir, Indeks Harga, komponen inflasi input dari survei ini, turun menjadi 58 dari 61,9. - Solid Gold


Sumber: Newsmaker.id

Senin, 03 November 2025

PT Solid | Emas Terus Turun: Dolar Kuat dan Optimisme Dagang Tekan Harga

 

Harga Emas hari ini - Harga emas terus mengalami penurunan tajam pada hari ini, diperdagangkan di sekitar $3.983. Pergerakan ini terjadi karena beberapa faktor utama yang mempengaruhi pasar. Salah satunya adalah penguatan dolar AS yang terus bertahan di level tinggi. Indeks Dolar AS (DXY) mendekati 99,70, didorong oleh meredanya spekulasi mengenai pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed. Ketua The Fed, Jerome Powell, dalam komentarnya, menegaskan bahwa penurunan suku bunga pada Desember "masih jauh dari kepastian," yang membuat dolar semakin kuat dan menekan harga emas yang dihargai dalam mata uang USD.

Selain itu, optimisme terkait perdagangan AS-Tiongkok juga memberi dampak besar terhadap harga emas. Setelah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang menghasilkan kesepakatan untuk menurunkan tarif dan meningkatkan pembelian kedelai dari AS, sentimen pasar menjadi lebih positif. Hal ini mengurangi kebutuhan akan aset safe-haven seperti emas, yang sebelumnya diuntungkan dari ketegangan perdagangan global.

Secara teknikal, emas saat ini berada di bawah level support penting di $4.000, dan jika harga terus menurun dan menembus $3.900, potensi untuk mencapai level lebih rendah seperti $3.800 akan semakin besar. Para investor kini cermat menunggu perkembangan kebijakan The Fed, data ekonomi AS, dan dinamika perdagangan global yang dapat menentukan arah pergerakan emas selanjutnya. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 31 Oktober 2025

PT Solid Gold Berjangka | The Fed Main Aman: Data Dulu, Baru Keputusan

 



Harga Emas hari ini - The Federal Reserve beralih dari posisi dominan ke posisi terbelakang, beralih ke ketergantungan pada data di tengah menghadapi penghentian data akibat penutupan pemerintah. Terlepas dari tantangan ini, Morgan Stanley yakin penurunan suku bunga pada bulan Desember dan Januari tetap menjadi pilihan karena pasar tenaga kerja yang melemah akan terus mendorong kebijakan moneter.

Penutupan pemerintah telah menangguhkan beberapa rilis data resmi, termasuk laporan ketenagakerjaan penting, sehingga The Fed lebih bergantung pada sinyal pasar dan data sektor swasta. "The Fed secara efektif bertindak tanpa pertimbangan untuk saat ini," kata para ekonom Morgan Stanley dalam sebuah catatan baru-baru ini, menekankan bagaimana kondisi yang tidak biasa ini mempersulit keputusan kebijakan moneter.

Namun, ekspektasi pasar, moderasi inflasi, dan risiko pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan membuat penurunan suku bunga tetap menjadi pilihan di akhir tahun ini dan hingga awal 2026, kata para ekonom. "Kami mengakui adanya peningkatan ketidakpastian akibat penutupan pemerintah, tetapi kami melihat penurunan suku bunga pada bulan Desember dan Januari sudah diperhitungkan dan masuk akal," tambah mereka.

Morgan Stanley mengakui adanya risiko seputar seruannya yang berkelanjutan untuk suku bunga Desember dan Januari mengingat peringatan Powell pada hari Rabu bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut pada bulan Desember "tidak dapat dianggap sebagai kepastian. Bahkan, jauh dari itu." Pernyataan Powell yang agak hawkish muncul setelah penurunan suku bunga kedua The Fed tahun ini pada hari Rabu.

"Mengingat komentar Ketua Powell tentang potensi perlambatan laju perubahan kebijakan karena kurangnya data, penutupan yang berkepanjangan merupakan risiko bagi pandangan ini," kata Morgan Stanley.

Dalam lingkungan ketidakpastian ini, Morgan Stanley menyarankan investor untuk mengantisipasi volatilitas sebagai respons terhadap rilis data baru dan pergeseran di pasar keuangan karena bank sentral mengkalibrasi ulang arahnya di tengah titik buta terkait penutupan.

Dengan latar belakang ketidakpastian dan kembalinya The Fed ke ketergantungan data untuk keputusan kebijakan moneter, dolar kemungkinan akan bersinar, meskipun dalam jangka pendek, kata para ekonom.

"Para ahli strategi valuta asing kami melihat potensi pemulihan USD dalam jangka pendek...meskipun mereka masih memperkirakan penurunan USD dalam jangka menengah yang didorong oleh kompresi imbal hasil, suku bunga riil yang lebih rendah, dan memudarnya keunggulan pertumbuhan AS hingga tahun 2026," kata Morgan Stanley. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 30 Oktober 2025

Solid Gold Berjangka | S&P 500 ditutup sedikit lebih rendah

 

Harga Emas hari ini - S&P 500 ditutup melemah pada hari Rabu setelah turun dari rekor tertinggi intraday setelah Federal Reserve memangkas suku bunga, meskipun ekspektasi tentang kepastian penurunan suku bunga lebih lanjut mereda.

Dow Jones Industrial Average turun 73 poin, atau 0,2%, indeks S&P 500 ditutup sedikit lebih rendah, dan NASDAQ Composite naik 0,6%.

The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu untuk kedua kalinya tahun ini, dengan alasan kekhawatiran tentang melemahnya pasar tenaga kerja. Bank sentral juga mengatakan akan berhenti mengurangi neraca keuangannya segera setelah Desember, menandai berakhirnya program pengetatan kuantitatifnya.

Keputusan pemangkasan suku bunga sudah diperkirakan sebelumnya, meskipun ada dua anggota The Fed yang tidak setuju dengan keputusan pemangkasan sebesar 0,25%.

Gubernur The Fed Stephen Miran terus menganjurkan pemangkasan suku bunga setengah poin persentase pada pertemuan bulan September. Sementara itu, Presiden The Fed Kansas City, Jeffrey R. Schmid, lebih memilih untuk tidak mengubah kisaran target suku bunga dana federal.

Namun, pada konferensi pers, Ketua The Fed, Jerome Powell, menepis ekspektasi bahwa penurunan suku bunga pada bulan Desember merupakan "kesimpulan yang sudah pasti", dengan mengatakan bahwa hal itu "masih jauh dari kenyataan."

Laporan keuangan perusahaan teknologi akan menentukan arah
Di sektor korporasi, laporan keuangan dari raksasa perangkat lunak Microsoft (NASDAQ:MSFT), pemilik Instagram, Meta Platforms (NASDAQ:META), dan induk perusahaan Google, Alphabet (NASDAQ:GOOGL) akan dirilis setelah penutupan perdagangan di Wall Street.

Laporan keuangan ini akan diikuti oleh produsen iPhone, Apple (NASDAQ:AAPL), dan raksasa e-commerce Amazon (NASDAQ:AMZN) pada hari Kamis.

Ukuran dan pengaruh mereka yang begitu besar terhadap investor membuat laporan-laporan ini berpotensi sangat menentukan arah pergerakan ekuitas AS menjelang bulan-bulan terakhir tahun 2025.

Di tempat lain, Nvidia (NASDAQ:NVDA) menjadi sorotan, dengan produsen cip ini di jalur untuk menjadi perusahaan pertama senilai $5 triliun, setelah Trump mengatakan ia berencana untuk membahas prosesor kecerdasan buatan Blackwell milik perusahaan tersebut dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping, yang memicu spekulasi bahwa Washington dapat melonggarkan pembatasan ekspor cip ke Tiongkok.

Trump sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa ia mungkin mempertimbangkan untuk mengizinkan Nvidia mengekspor versi yang lebih rendah dari prosesor AI terbarunya ke Tiongkok รข€” sebuah langkah yang akan menandai perubahan kebijakan besar dan potensi terobosan dalam hubungan teknologi AS-Tiongkok.

Di tempat lain, saham Verizon Communications (NYSE:VZ) menguat setelah raksasa telekomunikasi tersebut melampaui estimasi laba kuartalan dan penambahan pelanggan nirkabel, karena promosi seputar peluncuran iPhone baru-baru ini membantu penyedia layanan nirkabel AS tersebut menarik lebih banyak pelanggan.

Saham Caterpillar (NYSE:CAT) menguat setelah produsen alat berat tersebut melaporkan hasil kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan, dengan penjualan yang ditopang oleh permintaan yang kuat di seluruh segmen bisnisnya.

Saham CVS Health (NYSE:CVS) menguat setelah jaringan apotek tersebut menaikkan proyeksi laba tahunannya, tetapi mencatat beban sebesar $5,7 miliar terkait dengan uji penurunan nilai yang menunjukkan bahwa nilai wajar divisi layanan kesehatan yang sedang kesulitan berada di bawah nilai tercatatnya. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id