Tampilkan postingan dengan label pt sgb. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pt sgb. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2026

Solid Gold | Emas Masih Terhalang Kenaikannya karena ini!

 

Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak tipis setelah dolar AS melemah, sementara pelaku pasar menilai upaya meredam guncangan pasokan minyak yang muncul dari perang di Timur Tengah.

Pada perdagangan awal, emas batangan berada di sekitar US$5.000 per ounce, setelah turun 0,3% pada sesi sebelumnya. Pelemahan dolar memberi ruang penopang bagi emas karena membuat logam mulia relatif lebih murah bagi pembeli non-AS.

Di sisi lain, minyak kembali naik setelah jatuh pada Senin. Pasar menimbang rencana pelepasan cadangan darurat dan sinyal penambahan pasokan, berhadapan dengan meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur energi serta gangguan arus pengiriman melalui Selat Hormuz yang mendekati macet.

Ketegangan geopolitik yang berkepanjangan turut memunculkan risiko inflasi. Kondisi ini mengurangi peluang bank sentral AS untuk segera melonggarkan kebijakan, dan pelaku pasar kini menilai hampir tidak ada kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed pekan ini.

Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menekan emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil bunga. Namun, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai tetap bertahan di tengah ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran pasar terhadap independensi kebijakan moneter.

Spot gold tercatat nyaris tidak berubah di US$5.005,54 per ounce pada 07.05 waktu Singapura. Indeks dolar Bloomberg naik 0,1% setelah turun 0,6% pada Senin, sementara perak naik 0,1% ke US$80,90 dan platinum serta palladium ikut menguat. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 16 Maret 2026

PT Solid | Minyak Naik Usai Serangan ke Kharg Perbesar Risiko Pasokan

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak dunia kembali menguat setelah serangan Amerika Serikat ke Pulau Kharg, pusat ekspor utama minyak Iran, memperbesar eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan ini dinilai meningkatkan risiko terhadap pasokan energi global yang selama lebih dari dua pekan terakhir sudah terganggu akibat perang di kawasan tersebut.

Brent sempat naik hingga 3,3% dan diperdagangkan di sekitar US$105 per barel, setelah melonjak lebih dari 40% dalam dua minggu terakhir. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berada dekat level US$100 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah Iran melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah negara Arab, menyusul serangan AS ke fasilitas militer di Pulau Kharg.

Serangan terhadap Kharg memperluas cakupan konflik yang sebelumnya telah menekan arus distribusi minyak global. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan menyebut gangguan ini sebagai disrupsi pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak dunia. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur vital penghubung Teluk Persia ke pasar internasional, juga masih nyaris terhenti sejak konflik dimulai.

Meski laporan media Iran menyebut ekspor dari Kharg masih berjalan normal, pelaku pasar tetap melihat risiko pasokan semakin besar. Gangguan tambahan, sekecil apa pun, berpotensi membuat pasar minyak makin ketat. Kekhawatiran ini juga diperparah oleh terganggunya aktivitas ekspor di Fujairah, Uni Emirat Arab, akibat serangan drone pada akhir pekan, meski operasional kembali berjalan sehari setelahnya.

Untuk saat ini, pasar menilai lonjakan harga minyak lebih mencerminkan risiko gangguan pasokan daripada skenario krisis penuh. Namun, selama konflik terus berlanjut dan belum ada kejelasan soal gencatan senjata, premi geopolitik diperkirakan tetap bertahan tinggi. Artinya, minyak masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan tetap kuat selama ancaman terhadap pasokan global belum benar-benar mereda. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 12 Maret 2026

Solid Gold Berjangka | Tarik Menarik RBA dan Risiko Timur Tengah Tekan AUD/USD

 

Harga Emas hari ini - AUD/USD melemah tipis pada perdagangan Kamis sesi Asia, mengakhiri empat hari dan mundur dari puncak tertinggi sejak Juni 2022 di sekitar 0,7185. Meski sempat turun, pasangan ini memantulkan beberapa pip dari level terendah harian dan bergerak di kisaran 0,7100-an, turun sekitar 0,10%.

Tekanan utama datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong permintaan aset aman seperti Dolar AS. Laporan bahwa dua kapal tanker diserang di Teluk Persia bagian utara dekat Irak dan Kuwait membuat harga minyak melonjak lebih dari 6%, memicu kekhawatiran gangguan pasokan dan menurunkan minat terhadap aset berisiko.

Di sisi AS, data inflasi terbaru menunjukkan harga konsumen naik 0,2% secara bulanan pada bulan Februari dan inflasi tahunan bertahan di 3,1%. Angka ini memberi sinyal inflasi masih moderat, tetapi eskalasi konflik menimbulkan risiko inflasi baru melalui penambahan energi, yang ikut mengangkat imbal hasil obligasi AS dan memperkuat Dolar AS.

Namun, pelemahan Aussie tertahan oleh nada hawkish dari Reserve Bank of Australia (RBA). Deputi Gubernur RBA Andrew Hauser sebelumnya menilai harga minyak berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi dan menambah tekanan untuk menaikkan suku bunga, sehingga pasar mulai menggeser ekspektasi kenaikan suku bunga berikutnya lebih cepat.

Indikator domestik juga mendukung kebijakan prospek yang lebih ketat. Laporan Melbourne Institute menunjukkan ekspektasi inflasi konsumen Australia untuk Maret 2025 naik menjadi 5,2% pada Februari, level tertinggi sejak Juli 2023, sementara pasar juga sudah memperhitungkan total pengetatan sekitar 58 bps untuk tahun ini.

Dengan kombinasi Dolar AS yang diuntungkan oleh arus safe-haven dan Aussie yang ditopang spekulasi kenaikan suku bunga RBA, arah AUD/USD cenderung menahan tarik-menarik dua faktor ini. Pelaku pasar akan mencakup perkembangan konflik Timur Tengah, pergerakan harga minyak, serta sinyal terbaru dari RBA untuk menentukan apakah koreksi berlanjut atau hanya jeda sementara. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmasker.id

Selasa, 10 Maret 2026

Solid Gold | Emas Stabil Usai Dolar AS Melemah, Pasar Cermati Sinyal Timur Tengah

 

Harga Emas hari ini - Harga emas relatif stabil setelah dolar AS melemah menyusul komentar Presiden AS Donald Trump bahwa perang di Timur Tengah mungkin akan segera berakhir. Emas batangan diperdagangkan di sekitar US$5.140 per ons pada perdagangan awal, setelah turun 0,6% pada sesi sebelumnya. Indeks dolar AS melemah hingga 0,1%, memperpanjang penurunan pada Senin, sementara harga minyak anjlok usai sesi yang sangat fluktuatif.

Setiap indikasi bahwa Washington bersedia mendorong de-eskalasi dapat mengurangi tekanan yang sempat membebani emas dalam beberapa hari terakhir. Sejak perang dimulai, serangan Iran terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia dan penutupan efektif Selat Hormuz untuk pelayaran mendorong reli harga minyak. Lonjakan energi itu memperkuat kekhawatiran inflasi dan pada gilirannya mengurangi ruang bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga.

Namun, kepemilikan emas tetap menghadapi tantangan karena pasar menyesuaikan ekspektasi suku bunga. Daniel Ghali, ahli strategi komoditas senior TD Securities, mengatakan pasar telah memperhitungkan perubahan prospek penurunan suku bunga, meski ada tanda sebagian pelaku “membeli saat harga turun” di pasar fisik over-the-counter. Ia menambahkan, volume pembelian tersebut masih terbatas dan berada pada skala yang dianggap normal.

Secara fundamental, biaya pinjaman yang lebih tinggi biasanya menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Di saat yang sama, emas juga berperan sebagai sumber likuiditas ketika pasar ekuitas global tertekan selama konflik berlangsung. Meski perdagangan bergejolak dan momentum kenaikan tertahan, emas masih mencatat kenaikan hampir seperlima sepanjang tahun ini, ditopang ketidakpastian perdagangan dan geopolitik global serta isu independensi The Fed.

Pada pukul 07.06 waktu Singapura, spot gold sedikit berubah di US$5.139,67 per ons. Perak naik 0,3% ke US$87,25, sementara platinum dan paladium turun tipis. Indeks Spot Dolar Bloomberg sedikit melemah setelah turun 0,2% pada sesi sebelumnya. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 09 Maret 2026

PT Solid | Pasar Pekan Ini Dibayangi Perang dan Ancaman Inflasi

 

Harga Emas hari ini - Pergerakan emas dalam pekan kemarin menunjukkan dinamika yang sangat dipengaruhi oleh tarik-menarik antara sentimen safe haven dan tekanan dari dolar AS serta yield obligasi. Di satu sisi, eskalasi konflik Iran meningkatkan ketidakpastian geopolitik dan memunculkan kekhawatiran atas potensi gangguan energi, sehingga mendorong arus dana masuk ke aset aman seperti emas. Ketidakjelasan mengenai durasi perang dan kemungkinan eskalasi lanjutan membuat minat terhadap safe haven tetap terjaga. Namun di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi beberapa kali menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Lonjakan harga energi juga menjadi faktor penting yang membentuk arah pasar emas. Kenaikan minyak memicu kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat, sehingga pelaku pasar mulai memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Kondisi ini membuat dolar dan yield cenderung menguat, yang pada akhirnya membatasi ruang penguatan emas meskipun risiko geopolitik tetap tinggi. Saat tekanan dolar mereda, emas sempat memperoleh ruang untuk pulih, dibantu aksi beli di area harga yang lebih rendah. Artinya, selama periode ini, emas bergerak dalam pola yang sensitif terhadap dua katalis utama: headline perang yang menopang permintaan safe haven, serta perubahan ekspektasi suku bunga yang memengaruhi kekuatan dolar dan obligasi.

Menjelang akhir periode, emas kembali mendapat dukungan setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan. Data ini menghidupkan kembali harapan akan peluang kebijakan moneter yang lebih longgar, sehingga membantu memperbaiki sentimen terhadap emas. Meski demikian, pasar tetap sangat reaktif terhadap perkembangan geopolitik. Setiap kabar eskalasi konflik cenderung mengangkat daya tarik safe haven, tetapi penguatan dolar dan yield bisa sewaktu-waktu kembali menahan laju kenaikan. Dengan demikian, arah emas selama pekan tersebut mencerminkan benturan antara kebutuhan lindung nilai terhadap risiko global dan tekanan makro dari inflasi energi serta prospek kebijakan The Fed.

Sementara itu, harga crude oil mencatat lonjakan sangat tajam, dipicu oleh kekhawatiran serius terhadap gangguan pasokan di Timur Tengah seiring memburuknya konflik dan hambatan pengapalan di sekitar Selat Hormuz. Risiko geopolitik ini secara langsung meningkatkan premi risiko di pasar energi dan memperlebar volatilitas harian. Pada penutupan akhir pekan, Brent berakhir di US$92,69 per barel dan WTI di US$90,90 per barel, masing-masing mencatat kenaikan harian yang sangat kuat. Secara mingguan, Brent dilaporkan naik sekitar 28% dan WTI melonjak sekitar 36%, menjadikannya salah satu lonjakan mingguan terbesar dalam beberapa dekade, khususnya untuk WTI.

Kenaikan harga minyak berlangsung secara bertahap sebelum akhirnya melonjak tajam pada akhir periode. Data historis menunjukkan WTI bergerak dari kisaran awal US$71–75 per barel, kemudian naik ke sekitar US$81 per barel, sebelum mendekati US$91 per barel. Narasi utama yang menggerakkan pasar adalah ancaman terhadap kelancaran distribusi minyak dan produk energi yang biasanya melewati koridor Timur Tengah. Kekhawatiran ini memicu perlombaan mencari pasokan alternatif, sekaligus mendorong kenaikan biaya pengiriman dan asuransi. Akibatnya, bukan hanya harga berjangka yang naik, tetapi juga harga crude yang dikirim ke konsumen akhir ikut terdorong lebih tinggi.

Secara fundamental, lonjakan oil bergerak melalui dua saluran utama. Pertama, ekspektasi pasokan yang lebih ketat mengangkat harga futures dan memperbesar premi risiko. Kedua, kenaikan biaya logistik seperti freight dan insurance membuat harga delivered crude meningkat, yang pada akhirnya dapat mengubah margin kilang serta memperlebar diferensial harga antarwilayah. Tekanan terhadap rantai pasok energi ini memperkuat persepsi bahwa pasar sedang menghadapi risiko pasokan yang nyata, bukan sekadar sentimen sementara. Karena itu, kenaikan minyak pada periode tersebut tidak hanya merefleksikan kepanikan jangka pendek, tetapi juga penyesuaian pasar terhadap potensi disrupsi energi yang lebih luas.

Secara keseluruhan, periode ini memperlihatkan hubungan yang erat antara emas, minyak, dolar, dan ekspektasi suku bunga. Lonjakan harga minyak memperbesar risiko inflasi dan menopang dolar serta yield, yang menjadi hambatan bagi emas. Namun pada saat yang sama, konflik geopolitik yang mendasari kenaikan minyak juga menjaga permintaan safe haven tetap hidup. Hasilnya, emas bergerak fluktuatif dalam tekanan silang, sementara minyak menjadi aset yang paling dominan menguat karena langsung menerima dampak dari ancaman gangguan pasokan global.

Prediksi pekan ini.

Market pekan ini masih dipimpin geopolitik, sementara data makro jadi penentu apakah tekanan itu makin kuat atau mulai reda. Perang AS–Israel dengan Iran, gangguan Selat Hormuz, dan lonjakan oil di atas US$100 membuat pasar masuk ke mode stagflation fear: inflasi dikhawatirkan naik lagi, peluang cut The Fed mundur, dolar tetap kuat, dan aset berisiko seperti saham jadi rapuh.

Dampaknya, oil masih punya bias paling bullish selama risiko pasokan belum mereda, meski rawan volatilitas tajam. Emas tetap didukung status safe haven, tetapi kenaikannya tidak mulus karena tertahan dolar dan yield saat pasar takut inflasi energi. Dolar AS sendiri masih kuat karena ditopang arus aman dan posisi AS sebagai eksportir energi. Kunci pekan ini ada di CPI AS dan data energi: kalau inflasi panas, dolar dan oil bisa lanjut kuat sementara saham tertekan dan emas makin liar; kalau inflasi lebih jinak dan tensi perang tidak memburuk, dolar bisa agak reda, emas berpeluang rebound, dan oil berpotensi koreksi terbatas.

 

DISCLAIMER

Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi. - PT Solid

Sumber :  Newsmaker.id

Jumat, 06 Maret 2026

PT Solid Gold Berjangka | Trump Klaim Ingin Ikut Tentukan Pemimpin Iran!

 

Harga Emas hari ini - Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington ingin terlibat dalam proses pemilihan pemimpin Iran berikutnya, ketika eskalasi perang berlanjut pada hari Kamis dengan serangan udara AS dan Israel di sejumlah wilayah Iran serta bombardir baru di beberapa kota Teluk. Pernyataan itu menambah dimensi politik pada konflik yang sudah mengguncang sentimen risiko global.

Dalam wawancara telepon dengan Reuters, Trump menilai Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang kerap disebut kandidat penerus, sebagai pilihan yang kecil kemungkinannya. Ia menyatakan AS “ingin terlibat” dalam proses menentukan sosok yang akan memimpin Iran di masa depan.

Trump juga menyampaikan dukungan agar pasukan Kurdi Iran melakukan serangan. Ia mengonfirmasi pemerintahnya telah melakukan kontak dengan kelompok Kurdi Iran sejak serangan AS-Israel dimulai, namun tidak menjelaskan apakah AS akan memberikan dukungan udara untuk langkah tersebut. Sumber keamanan menyebut dua serangan drone menargetkan kamp oposisi Iran di Kurdistan Irak dan sebuah ladang minyak yang dioperasikan perusahaan AS.

Di lapangan, militer Israel memperingatkan warga untuk mengevakuasi sejumlah wilayah termasuk Teheran timur, sementara media Iran melaporkan terdengar ledakan di berbagai bagian ibu kota. Televisi pemerintah Iran menyebut serangan udara menjatuhkan 17 orang di sebuah rumah tamu di jalan barat laut Teheran.

Dari pihak AS, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Laksamana Brad Cooper menyatakan AS memiliki persediaan amunisi yang cukup untuk melanjutkan bombardir dalam jangka panjang. Mereka juga menyampaikan klaim operasional, termasuk serangan terhadap kapal-kapal Iran dan penggunaan pengebom B-2 yang menjatuhkan puluhan bom “penetrator” untuk membidik peluncur rudal balistik yang tertanam di dalamnya, serta fasilitas produksi rudal.

Cooper mengatakan serangan rudal balistik Iran menurun 90% sejak hari pertama perang, sementara serangan drone turun 83% dalam periode yang sama. Klaim tersebut disampaikan di tengah penilaian bahwa kemampuan serangan di balik Iran melemah, namun serangan lintas wilayah belum berhenti.

Di sisi domestik AS, laporan tersebut ketegangan konflik ini menjadi taruhan politik bagi Trump, dengan jajak pendapat menunjukkan dukungan publik yang terbatas dan kekhawatiran warga terhadap kenaikan harga bensin akibat gangguan pasokan energi. Trump menepis kekhawatiran itu, namun sensitivitas harga energi tetap menjadi saluran transmisi utama konflik ke pasar.

Pada hari keenam perang, Iran meluncurkan rangkaian serangan ke Israel, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Di Bahrain, petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran di sebuah kilang setelah serangan rudal. Pelaku pasar kini memadukan intensitas serangan, risiko terhadap infrastruktur energi, serta kebijakan respons AS yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi inflasi dan volatilitas aset berisiko. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 02 Maret 2026

PT Solid | Emas Melonjak 2%: Ada Apa di Timur Tengah?

 

Harga Emas hari ini - Harga emas melonjak tajam pada awal pekan, dipicu eskalasi perang di Timur Tengah yang bikin pasar global “mode waspada” dan investor buru-buru pindah ke aset aman.

Dalam perdagangan awal Asia, emas sempat naik lebih dari 2% ke kisaran US$5.390/oz, melanjutkan kenaikan pekan lalu yang sudah lebih dari 3%. Kenaikan ini terjadi saat ketegangan geopolitik makin panas dan sentimen safe haven kembali dominan.

Konflik melebar setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, lalu Teheran membalas dengan gelombang rudal yang dilaporkan menghantam target di beberapa negara. Situasi makin mengguncang pasar setelah laporan menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas pada hari pertama serangan.

Bloomberg menilai reli emas ini juga didorong faktor yang sudah lama jalan: tensi geopolitik global, perubahan arah kebijakan luar negeri AS, serta tren investor yang mengurangi eksposur ke obligasi dan mata uang, sementara pembelian bank sentral tetap tinggi.

Dampaknya terasa lintas aset: minyak melonjak paling besar dalam empat tahun di tengah kekhawatiran gangguan pasokan termasuk isu “efektif tertutupnya” Selat Hormuz sementara indeks dolar AS ikut menguat. Artinya, pasar lagi menilai risiko pasokan energi dan risiko geopolitik sebagai tema utama.

Selain emas, logam mulia lain ikut naik: perak menguat, disusul platinum dan palladium. Pada saat yang sama, penguatan dolar tidak menghentikan reli komoditas—menunjukkan investor menganggap “hard assets” sebagai pelindung nilai di fase ekstrem seperti sekarang.

Inti Poin :

- Emas naik tajam karena investor “lari ke aman” saat perang Timur Tengah makin luas.

- Harga emas sempat tembus sekitar US$5.390/oz pada awal sesi Asia.

- Serangan AS–Israel ke Iran dan balasan rudal Iran meningkatkan risiko geopolitik regional.

- Pasar komoditas ikut bergejolak: minyak melonjak besar akibat kekhawatiran pasokan/Selat Hormuz.

- Perak, platinum, dan palladium juga menguat; dolar naik tapi tidak “mematikan” reli komoditas. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 26 Februari 2026

Solid Gold Berjangka | Saham Asia Menguat, Euforia Tertahan karena Nvidia

 

Harga Emas hari ini - Bursa saham Asia dibuka menguat pada hari Kamis, mengikuti penguatan Wall Street pada sesi sebelumnya. MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,8%, namun optimisme pasar bertahan setelah respon investor terhadap proyeksi penjualan Nvidia dinilai tidak cukup meyakinkan, sehingga kekhawatiran soal valuasi dan “ekonomi AI yang terlalu panas” kembali muncul.

Di AS, S&P 500 naik 0,8% dan Nasdaq 100 menguat 1,4% pada hari Rabu. Di pasar obligasi, Treasury melemah di seluruh tenor, sementara dolar AS turun tipis. Logam mulia sempat berfluktuasi namun tetap ditutup positif, sedangkan Bitcoin turun sekitar 1,5% dan disimpan di bawah $68.000.

Pelaku pasar sebelumnya berharap Nvidia memberi “kepastian” bahwa belanja AI masih solid dan bisa meredakan kekhawatiran bahwa reli harga saham sudah melampaui fundamental. Meskipun Nvidia menegaskan ekspansi komputasi AI masih berjalan, pasar menilai proyeksi perusahaan belum cukup untuk menghapus keraguan—terutama karena sebagian investor memasang ekspektasi yang sangat tinggi (beberapa proyeksi analis bahkan mendekati $80 miliar, di atas perkiraan rata-rata Wall Street sekitar $72,8 miliar).

Di Asia, tema AI tetap menjadi pendorong penting karena investor terus masuk ke saham-saham “picks and shovels” rantai pasok semikonduktor seperti Samsung dan TSMC. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump akan mengumpulkan para eksekutif perusahaan teknologi besar pekan depan untuk komitmen mendanai data listrik pusat, serta menyiapkan Arah untuk menaikkan tarif global menjadi 15% “jika sesuai” sambil mendorong kesinambungan dengan negara-negara yang telah memiliki perdagangan—faktor yang berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 24 Februari 2026

Solid Gold | Emas Terguncang, Pasar Cerna Risiko Tarif & Iran

 

Harga Emas hari ini - Harga emas turun ke bawah $5.149/oz pada Selasa setelah menguat selama empat hari beruntun. Koreksi ini terjadi saat pelaku pasar mengevaluasi ulang risiko tarif terbaru AS dan ketidakpastian geopolitik yang masih bertahan.

Dari sisi perdagangan, pemerintahan Trump berupaya menghidupkan kembali agenda tarif global setelah putusan Mahkamah Agung pekan lalu membatalkan banyak bea masuk yang diberlakukan tahun lalu. Pemerintah mengumumkan tarif baru 10% yang mulai berlaku Selasa, dan Trump kemudian mengancam akan menaikkannya menjadi 15%.

Trump juga memperingatkan pada Senin bahwa negara-negara yang “bermain-main” dengan perjanjian dagang yang sudah ada dapat menghadapi tarif yang lebih tinggi. Sinyal ini membuat pasar melihat arah kebijakan tarif masih bisa berubah cepat, sehingga volatilitas pada aset safe haven seperti emas tetap tinggi.

Dari sisi geopolitik, perhatian pasar tetap tertuju pada pembicaraan AS–Iran yang dijadwalkan berlanjut pada Kamis. Trump menyatakan lebih memilih penyelesaian lewat negosiasi, namun juga memberi peringatan adanya konsekuensi serius jika kesepakatan nuklir tidak tercapai—menjaga permintaan defensif tetap ada meski harga emas hari ini terkoreksi. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 19 Februari 2026

Solid Gold Berjangka | Tingkat Pengangguran Australia Lemah!

 

Harga Emas hari ini - Tingkat pengangguran Australia (seasonally adjusted) tercatat 4,1% pada Januari 2026, tidak berubah dibanding bulan sebelumnya. Angka ini juga sedikit lebih rendah dari perkiraan pasar 4,2%, sehingga memberi sinyal pasar tenaga kerja masih cukup solid.

Capaian 4,1% ini menjadi yang terendah sejak Mei, menegaskan bahwa ketahanan lapangan kerja Australia masih terjaga di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global.  - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 18 Februari 2026

PT Solid Gold | Volatilitas Tinggi Belum Reda, Emas Cari Arah Baru

 

Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak relatif stabil setelah mencatat penurunan selama dua hari beruntun, di tengah aktivitas perdagangan yang cenderung tipis karena banyak pasar Asia libur Tahun Baru Imlek. Kondisi likuiditas yang rendah membuat pergerakan harga lebih mudah berfluktuasi meski tanpa katalis besar.

Pada awal perdagangan, emas batangan berada di sekitar $4.880 per ons, setelah terkoreksi lebih dari 3% dalam dua sesi sebelumnya ketika dolar AS menguat. Perdagangan juga disebut masih bergejolak sejak terjadi aksi jual besar di awal bulan. Indeks utama dolar sempat naik hingga 0,4% pada Selasa sebelum memangkas kenaikannya.

Sebelumnya, reli kuat membawa emas mencetak rekor baru di atas $5.595 per ons pada akhir Januari. Namun, pasar dinilai “terlalu panas” dan berbalik tajam, dengan harga sempat turun hampir ke $4.400 hanya dalam dua sesi. Emas memang telah pulih sebagian, tetapi belum menemukan level penopang (support) yang jelas.

Sejumlah bank besar, termasuk BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG, dan Goldman Sachs Group Inc., memperkirakan tren naik berpotensi berlanjut. Faktor pendukung yang disebut masih kuat antara lain ketegangan geopolitik yang meningkat, pergeseran minat dari obligasi dan mata uang tertentu, serta kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve.

Dalam jangka dekat, perhatian investor tertuju pada pernyataan pejabat The Fed untuk membaca arah kebijakan moneter AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga biasanya menjadi sentimen positif bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Emas sempat menguat singkat pada Jumat ketika data inflasi yang moderat memperkuat alasan penurunan biaya pinjaman.

Dari sisi komentar kebijakan, Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan suku bunga sebaiknya tetap stabil “untuk beberapa waktu” hingga ada bukti lebih kuat bahwa inflasi bergerak menuju target 2%. Sementara itu, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menilai masih ada peluang penurunan suku bunga tahun ini bila inflasi terus melandai. Pada pukul 08.51 di Singapura, emas spot nyaris tidak berubah di $4.880,18, perak turun 1% ke $72,83, platinum naik 0,9%, dan palladium naik 0,5%. Bloomberg Dollar Spot Index tercatat datar pada Rabu dan naik 0,2% sepanjang pekan ini. - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Jumat, 13 Februari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Minyak Menuju Rugi Mingguan, Risiko Iran Mereda

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak berpotensi membukukan penurunan mingguan beruntun untuk pertama kalinya tahun ini, terseret sentimen risk-off di pasar global, kekhawatiran kelebihan pasokan minyak mentah, serta prospek pembicaraan nuklir AS–Iran yang tampaknya akan berjalan lebih panjang. West Texas Intermediate (WTI) bertahan di bawah $63/barel setelah merosot hampir 3% pada Kamis, sementara Brent berada di atas $67/barel.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dapat berlangsung hingga sekitar sebulan, yang secara tidak langsung menurunkan peluang eskalasi militer dalam waktu dekat—dan itu berarti risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah ikut menurun. Untuk saat ini, fokus Washington disebut mengarah pada jalur diplomatik untuk membatasi ambisi nuklir Iran, sehingga “premium ketegangan” yang sebelumnya menopang harga minyak mulai terkikis.

Sementara itu, International Energy Agency (IEA) kembali menegaskan gambaran fundamental yang kurang bersahabat bagi harga: pasar 2026 diproyeksikan mengalami surplus sekitar 3,73 juta barel per hari (sekitar 3,7 juta bph), dan persediaan global tahun lalu meningkat dengan laju tercepat sejak 2020. Kombinasi proyeksi surplus + stok yang menumpuk membuat pelaku pasar lebih cepat melepas posisi ketika sentimen global memburuk.

Di perdagangan Asia, WTI pengiriman Maret tercatat sekitar $62,81/barel (stabil) pada pagi hari di Singapura, sementara Brent untuk penyelesaian April sedikit melemah 0,1% ke sekitar $67,45/barel. Jika tren pelemahan ini berlanjut, penurunan mingguan beruntun berisiko memutus rangkaian penguatan yang sempat terbentuk di awal 2026—yang sebelumnya banyak ditopang oleh episode ketegangan geopolitik. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 11 Februari 2026

PT Solid Gold | Pasar Asia Menahan Napas Jelang Data Jobs AS

 

Harga Emas hari ini - Saham-saham Asia bergerak tipis dan bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada Rabu, menjelang rilis data tenaga kerja AS yang dinilai krusial. Sentimen pasar masih ditopang data penjualan ritel AS yang melemah, karena memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga di paruh akhir tahun.

Indeks MSCI Asia Pasifik nyaris tidak berubah setelah dua hari menguat yang membawa indeks itu ke rekor baru. Namun, arah pasar tidak sepenuhnya solid setelah Wall Street terkoreksi pada Selasa, dengan investor kembali memilah risiko terutama di saham-saham teknologi.

Di pasar obligasi, kontrak berjangka Treasury AS mempertahankan penguatan setelah imbal hasil (yield) 10 tahun turun ke level terendah dalam sekitar satu bulan pada sesi sebelumnya. Aktivitas perdagangan obligasi tunai di sesi Asia juga lebih sepi karena pasar Jepang libur. Di tengah penurunan yield, emas—yang cenderung diuntungkan saat suku bunga turun—bergerak naik tipis, seiring pasar uang mulai menaikkan peluang tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

Data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan memberi sinyal daya dukung konsumsi terhadap ekonomi mulai melemah di akhir tahun. Situasi ini membuat pekan ini menjadi sangat menentukan: pasar menunggu laporan pekerjaan pada Rabu dan data inflasi pada Jumat untuk membaca arah suku bunga berikutnya, sementara ketidakpastian di sektor teknologi tetap membayangi akibat besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan.

Sejumlah pelaku pasar menilai laporan pekerjaan akan menjadi penentu utama. Proyeksi konsensus mengarah pada kenaikan payroll sekitar 65.000 pada Januari, dengan tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,4%. Selain itu, akan ada revisi tahunan data ketenagakerjaan yang berpotensi menunjukkan koreksi turun pada total pekerjaan dalam setahun hingga Maret 2025, sehingga meningkatkan sensitivitas pasar terhadap hasil rilis kali ini.

Di luar data, komentar pejabat The Fed juga ikut membentuk ekspektasi. Sebagian pejabat menilai suku bunga dapat ditahan lebih lama sambil menilai data yang masuk, sementara yang lain menekankan pemangkasan tambahan akan membutuhkan pelemahan pasar tenaga kerja yang lebih nyata. Di sisi korporasi, sejumlah pihak melihat koreksi tajam di saham software pekan lalu sebagai reaksi yang berlebihan, dan menilai ekonomi AS masih punya ruang tumbuh berkat produktivitas dan dukungan terhadap laba perusahaan. - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Senin, 09 Februari 2026

PT Solid | Perak Bangkit 2 Hari, Pasar Borong usai “Crash”

 

Harga Emas hari ini - Harga perak naik lagi untuk sesi kedua pada Senin. Logam putih ini menguat lebih dari 2% dan bergerak mendekati $80 per ons, setelah sebelumnya melonjak sekitar 10% pada sesi terakhir. Pembelian muncul karena banyak pelaku pasar melihat harga perak masih “diskon” usai aksi jual besar yang sempat memangkas hampir separuh nilainya.

Sentimen dari Jepang ikut nambah tenaga. Kemenangan telak koalisi Perdana Menteri Sanae Takaichi di pemilu akhir pekan membuka peluang kebijakan fiskal yang lebih ekspansif. Ekspektasi belanja pemerintah yang lebih besar dan tekanan pada yen bikin minat ke aset hard seperti logam mulia kembali menguat.

Dari Timur Tengah, AS dan Iran sudah menggelar pembicaraan di Oman pada Jumat untuk meredakan tensi, meski Teheran tetap menolak menghentikan pengayaan bahan bakar nuklir. Situasi ini bikin pasar agak lebih tenang, tapi masih cukup untuk menjaga “rasa waspada” investor terhadap risiko geopolitik.

Minggu ini, fokus pasar juga mengarah ke data ekonomi AS, terutama laporan tenaga kerja dan inflasi yang bisa memberi petunjuk arah kebijakan The Fed. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menilai gejolak ekstrem logam mulia pekan lalu dipicu aksi trader China, dan menyebut puncak harga kemarin sebagai ledakan spekulatif. - PT Solid 

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 06 Februari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Nikkei Tertekan: Tech AS Jatuh, Sinyal Tenaga Kerja Melemah

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang dibuka melemah pada hari Jumat (6 Feb) karena sentimen global memburuk: semalam bursa AS terutama sektor teknologi kembali jatuh, sementara data tenaga kerja AS memberi sinyal ekonomi mulai “dingin”.

Tekanan paling terasa di saham logam dan elektronik. Sumitomo Metal Mining turun 6,8%, dan Kioxia Holdings turun 6,0%, menunjukkan kekhawatiran bahwa permintaan global untuk komoditas dan komponen teknologi bisa melambat jika ekonomi AS melemah.

Dari AS, pemicunya dua: pertama, aksi jual saham tech memicu kecemasan pasar soal belanja besar-besaran AI dan pertanyaan “kapan balik modalnya” (beberapa raksasa teknologi turun tajam).

Kedua, indikator tenaga kerja semakin terlihat lemah—lowongan pekerjaan turun ke sekitar level terendah sejak tahun 2020, dan klaim penurunan pengangguran naik lebih tinggi dari perkiraan. Kombinasi ini membuat investor semakin defensif dan ikut menekan aset berisiko di Asia.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 156,68, lebih rendah dari 156,93 saat penutupan pasar saham Tokyo Kamis—artinya yen sedikit menguat. Yen yang menguat biasanya jadi beban tambahan untuk saham eksportir karena potensi menekan pendapatan saat konversi.

Fokus pasar hari ini juga mengumumkan musim laporan kinerja emiten: Toyota Motor dan Itochu Corp. dijadwalkan merilis hasil kuartalan pada hari Jumat, sehingga trader cenderung mengurangi risiko sebelum angka resmi keluar.

Sejauh ini, Nikkei Stock Average turun 1,5% menjadi 53.021,40, dengan pelaku pasar menunggu apakah data AS berikutnya akan memperkuat narasi “ekonomi melambat” (yang bisa mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga), atau justru hanya jeda sementara. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 04 Februari 2026

PT Solid Gold | Saham Asia Tergelincir, Apakah Rotasi Menjauh dari Teknologi Lagi?

 

Harga Emas hari ini - Sebagian besar saham Asia melemah, menyusul aksi jual saham teknologi di Amerika Serikat yang menyeret turun indeks utama Wall Street. Di balik koreksi tersebut, pasar tampaknya beralih ke sektor yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi—sebuah tanda rotasi yang semakin meningkat.

Di awal sesi, saham Jepang dibuka lebih rendah, sementara futures menunjukkan pelemahan di Hong Kong. Penurunan tajam saham perangkat lunak dalam perdagangan AS membebani S&P 500 dan Nasdaq 100, meredam selera risiko di Asia.

Pemicu tambahan datang setelah penutupan pasar AS: Advanced Micro Devices merilis perkiraan yang mengecewakan. AMD telah lama dikenal sebagai penantang utama Nvidia di pasar prosesor AI—sehingga prospek yang kurang bagus dengan cepat memengaruhi psikologi pelaku pasar.

Menariknya, meskipun terjadi penurunan pada indeks utama, sebagian besar saham di S&P 500 justru naik—memperkuat narasi rotasi. FedEx melanjutkan reli ke rekor tertingginya, sementara Walmart melampaui kapitalisasi pasar $1 triliun. Ini berarti pasar sebenarnya tidak "benar-benar menghindari risiko," tetapi lebih seperti pergeseran dari sektor teknologi ke sektor lain.

Penurunan harga saham awal terjadi pada saham-saham yang terkait dengan perangkat lunak hukum dan layanan data. Experian, London Stock Exchange Group, dan Thomson Reuters semuanya jatuh, dan efeknya kemudian menyebar ke hampir seluruh sektor perangkat lunak—mendorong ETF iShares Expanded Tech-Software Sector turun sekitar 4,5%. Bahkan "keranjang" saham perangkat lunak Goldman Sachs anjlok 6%, penurunan harian terbesar sejak penurunan harga saham pada bulan April yang dipicu oleh tarif.

Pada aset lain, Bitcoin jatuh untuk hari kedua, memperpanjang tren penurunannya selama beberapa bulan terakhir. Harga minyak justru naik setelah Angkatan Laut AS menembak jatuh drone Iran yang menuju ke kapal induk di Laut Arab. Dolar AS sedikit menguat pada Rabu pagi setelah melemah di sesi perdagangan AS, sementara obligasi pemerintah AS tetap relatif stabil—pasar mencerna komentar dari pejabat Federal Reserve Bank of Richmond, Tom Barkin, dan Gubernur Fed, Stephen Miran, tentang arah suku bunga tahun ini. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 03 Februari 2026

Solid Gold | Saham Hong Kong Hentikan Penurunan Dua Harinya

 

Harga Emas hari ini - Saham di Hong Kong naik 111 poin, atau 0,4%, menjadi 26.887 pada perdagangan Selasa (3/2) pagi, menghentikan penurunan selama dua sesi. Pemulihan ini mengikuti penguatan semalam di Wall Street, karena tekanan dari aksi jual tajam pekan lalu di sektor logam dan mata uang kripto semakin mereda.

Aksi beli saham murah juga muncul setelah pasar lokal mundur dari level tertinggi 4,5 tahun. Saham daratan Tiongkok juga naik setelah kerugian baru-baru ini, didukung oleh data survei swasta yang menunjukkan aktivitas pabrik pada bulan Januari tumbuh dengan laju tercepat dalam tiga bulan, dengan produsen meningkatkan produksi menjelang Tahun Baru Imlek. Namun, kenaikan dibatasi oleh kehati-hatian menjelang rilis data penjualan ritel Hong Kong bulan Desember hari ini, dan oleh langkah Tiongkok untuk menaikkan PPN pada layanan telekomunikasi menjadi 9% dari 6%.

Semua sektor diperdagangkan lebih tinggi, dipimpin oleh sektor properti dan keuangan. Saham pertambangan naik bersama dengan logam, termasuk Zijin Gold International (3,3%) dan Zhaojin Mining (1,9%). Saham-saham lain yang mengalami kenaikan signifikan adalah CK Hutchison (3,7%), Wuxi Biologics (3,2%), dan MTR Corp (3,0%). - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Senin, 02 Februari 2026

PT Solid | Pasar Masuk Mode Waspada: China, Logam Mulia, dan Bitcoin

 

Harga Emas hari ini - Pasar Asia-Pasifik bergerak campur aduk jelang rilis data aktivitas pabrik China untuk Januari. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,13% dan Topix menguat 0,52%, sementara Korea Selatan justru terpukul: Kospi turun lebih dari 2,5% dan Kosdaq melemah hingga 3%. Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0,57%, sedangkan kontrak berjangka Hang Seng berada di 27.330, sedikit di bawah penutupan terakhir 27.387,11.

Sentimen “risk-off” semakin terasa setelah jatuhnya tajam logam mulia pada hari Jumat. Perak—yang sudah lebih dari dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir—ambles sekitar 30% dalam satu hari (terburuk sejak 1980), sementara emas turun sekitar 9%. Pagi ini, emas spot terakhir di sekitar $4.744/ons dan perak di area $80/ons, membuat investor semakin sensitif terhadap volatilitas dan mulai mengurangi risiko.

Getaran risk-off merembet ke aset berisiko, terutama Bitcoin yang sempat jatuh di bawah $80.000 untuk pertama kali sejak April, dan terakhir diperdagangkan di sekitar $76.700. Bersamaan dengan itu, futures Wall Street melemah di awal sesi Asia: Dow futures turun 143 poin (sekitar 0,3%), S&P 500 futures turun 0,6%, dan Nasdaq-100 futures tertekan hampir 1%.

Dari sesi Jumat di AS, saham-saham turun lagi karena sektor teknologi masih lesu, meski pasar relatif menerima pilihan Donald Trump yang mengarah pada Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve. S&P 500 ditutup turun 0,43% ke 6.939,03, Dow turun 0,36% ke 48.892,47, dan Nasdaq Composite melemah 0,94% ke 23.461,82. Intinya: pasar membuka bulan baru dalam mode “uji nyali”—arah berikutnya sangat ditentukan oleh data China dan apakah koreksi emas-perak serta pelemahan bitcoin berhenti atau lanjut. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 30 Januari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Trump “Kunci” Pesawat Kanada? AS Ancam Tarif 50%

 

Harga Emas hari ini - Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mengenakan tarif 50% untuk pesawat buatan Kanada yang dijual di Amerika, sekaligus mengancam akan mencabut sertifikasi pesawat Kanada di pasar AS.

Pemicu utamanya: Trump menuding Kanada “menahan” proses sertifikasi untuk beberapa jet Gulfstream (perusahaan AS). Jika Ottawa tidak segera menyetujui, Trump menyebut AS akan mendecertify pesawat Kanada, termasuk Bombardier Global Express.

Ancaman ini jadi babak baru ketegangan dagang AS–Kanada. Sebelumnya, Trump juga sempat melontarkan ancaman tarif 100% untuk barang Kanada jika Kanada membuat kesepakatan dagang dengan China.

Situasi memanas setelah PM Kanada Mark Carney melontarkan pernyataan di Davos yang dipandang sebagai kritik tersirat terhadap arah kebijakan Trump. Carney menegaskan ia tidak “menarik ucapan”, meski sudah berbicara langsung dengan Trump pekan ini.

Tarik-ulur ini terjadi menjelang pembahasan ulang perjanjian dagang regional USMCA. Dalam praktiknya, banyak arus barang masih masuk relatif “lebih ringan”, meski beberapa sektor tetap jadi pengecualian dan rawan jadi target kebijakan baru.

Di hari yang sama, Trump juga mengancam tarif terhadap negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba, lewat kebijakan berbasis deklarasi darurat nasional. Ini berpotensi menyeret negara lain di kawasan, termasuk Meksiko, ke pusaran tekanan tarif.

Intinya: Trump sedang memakai tarif + sertifikasi sebagai tuas negosiasi—bukan cuma soal dagang, tapi juga soal posisi politik dan arah aliansi. Pasar kini menunggu apakah ancaman ini benar-benar dieksekusi, atau dipakai sebagai “alat tekan” menjelang negosiasi berikutnya. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 29 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | AS–Iran Memanas Lagi: Trump Umbar Ancaman, “Armada” AS Sudah di Kawasan

 

Harga Emas hari iniKetegangan Amerika Serikat dan Iran kembali naik level menjelang akhir Januari 2026. Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari terakhir melontarkan peringatan keras agar Iran segera kembali ke meja perundingan nuklir. Jika tidak, Trump menyebut serangan berikutnya akan “jauh lebih buruk” daripada serangan sebelumnya, sambil menegaskan pengerahan kekuatan militer AS ke kawasan Timur Tengah.

Dari sisi “kondisi terkini”, yang paling jelas terkonfirmasi saat ini adalah bahasa ancaman meningkat dan postur militer AS diperkuat—bukan pengumuman resmi tanggal serangan. Reuters melaporkan Trump menyebut armada yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln menuju kawasan, menambah opsi Washington untuk melindungi pasukan AS atau, bila diputuskan, melakukan aksi militer.

Dari Teheran, responsnya juga keras. Misi Iran di PBB menilai ancaman tersebut sebagai intimidasi, tapi tetap menyatakan “ruang dialog” jika didasari saling menghormati. Namun Iran sekaligus menegaskan akan membela diri dan merespons bila ada agresi. Di sisi diplomasi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Iran tidak meminta negosiasi dengan AS, dan tidak ada kontak terbaru dengan utusan khusus AS Steve Witkoff—meski konsultasi via perantara disebut masih ada.

Faktor lain yang bikin pasar gelisah adalah arah politik AS sendiri. Trump sempat menyampaikan ia tidak terlalu khawatir dengan pelemahan dolar, sementara narasi “dolar lebih lemah” dipersepsikan sebagian pelaku pasar sebagai sinyal kebijakan yang tidak konvensional. Di saat yang sama, meningkatnya tensi AS–Iran ikut mengangkat premi risiko di aset-aset sensitif geopolitik, terutama energi.

Dampak paling cepat terlihat di minyak. Citi memperkirakan harga minyak bisa bertahan tinggi dalam jangka pendek meski ada risiko oversupply, karena pasar memasang geopolitical premium terkait Timur Tengah dan faktor suplai lain. Citi memperkirakan premi geopolitik ini menambah sekitar US$3–US$4 per barel pada harga minyak, dan eskalasi tambahan bisa mendorong Brent mendekati target jangka pendek sekitar US$70/barel.

Posisi hari ini: belum ada pengumuman resmi jadwal serangan, tetapi retorika Trump makin eksplisit, pengerahan aset militer disebut berlangsung, dan Iran menolak negosiasi di bawah ancaman sambil menyiapkan pesan balasan. Pasar membaca kombinasi ini sebagai situasi “siap panas kapan saja”, sehingga volatilitas—terutama di minyak dan safe haven—cenderung tetap tinggi. - Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id