Senin, 09 Maret 2026

PT Solid | Pasar Pekan Ini Dibayangi Perang dan Ancaman Inflasi

 

Harga Emas hari ini - Pergerakan emas dalam pekan kemarin menunjukkan dinamika yang sangat dipengaruhi oleh tarik-menarik antara sentimen safe haven dan tekanan dari dolar AS serta yield obligasi. Di satu sisi, eskalasi konflik Iran meningkatkan ketidakpastian geopolitik dan memunculkan kekhawatiran atas potensi gangguan energi, sehingga mendorong arus dana masuk ke aset aman seperti emas. Ketidakjelasan mengenai durasi perang dan kemungkinan eskalasi lanjutan membuat minat terhadap safe haven tetap terjaga. Namun di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi beberapa kali menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Lonjakan harga energi juga menjadi faktor penting yang membentuk arah pasar emas. Kenaikan minyak memicu kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat, sehingga pelaku pasar mulai memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Kondisi ini membuat dolar dan yield cenderung menguat, yang pada akhirnya membatasi ruang penguatan emas meskipun risiko geopolitik tetap tinggi. Saat tekanan dolar mereda, emas sempat memperoleh ruang untuk pulih, dibantu aksi beli di area harga yang lebih rendah. Artinya, selama periode ini, emas bergerak dalam pola yang sensitif terhadap dua katalis utama: headline perang yang menopang permintaan safe haven, serta perubahan ekspektasi suku bunga yang memengaruhi kekuatan dolar dan obligasi.

Menjelang akhir periode, emas kembali mendapat dukungan setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan. Data ini menghidupkan kembali harapan akan peluang kebijakan moneter yang lebih longgar, sehingga membantu memperbaiki sentimen terhadap emas. Meski demikian, pasar tetap sangat reaktif terhadap perkembangan geopolitik. Setiap kabar eskalasi konflik cenderung mengangkat daya tarik safe haven, tetapi penguatan dolar dan yield bisa sewaktu-waktu kembali menahan laju kenaikan. Dengan demikian, arah emas selama pekan tersebut mencerminkan benturan antara kebutuhan lindung nilai terhadap risiko global dan tekanan makro dari inflasi energi serta prospek kebijakan The Fed.

Sementara itu, harga crude oil mencatat lonjakan sangat tajam, dipicu oleh kekhawatiran serius terhadap gangguan pasokan di Timur Tengah seiring memburuknya konflik dan hambatan pengapalan di sekitar Selat Hormuz. Risiko geopolitik ini secara langsung meningkatkan premi risiko di pasar energi dan memperlebar volatilitas harian. Pada penutupan akhir pekan, Brent berakhir di US$92,69 per barel dan WTI di US$90,90 per barel, masing-masing mencatat kenaikan harian yang sangat kuat. Secara mingguan, Brent dilaporkan naik sekitar 28% dan WTI melonjak sekitar 36%, menjadikannya salah satu lonjakan mingguan terbesar dalam beberapa dekade, khususnya untuk WTI.

Kenaikan harga minyak berlangsung secara bertahap sebelum akhirnya melonjak tajam pada akhir periode. Data historis menunjukkan WTI bergerak dari kisaran awal US$71–75 per barel, kemudian naik ke sekitar US$81 per barel, sebelum mendekati US$91 per barel. Narasi utama yang menggerakkan pasar adalah ancaman terhadap kelancaran distribusi minyak dan produk energi yang biasanya melewati koridor Timur Tengah. Kekhawatiran ini memicu perlombaan mencari pasokan alternatif, sekaligus mendorong kenaikan biaya pengiriman dan asuransi. Akibatnya, bukan hanya harga berjangka yang naik, tetapi juga harga crude yang dikirim ke konsumen akhir ikut terdorong lebih tinggi.

Secara fundamental, lonjakan oil bergerak melalui dua saluran utama. Pertama, ekspektasi pasokan yang lebih ketat mengangkat harga futures dan memperbesar premi risiko. Kedua, kenaikan biaya logistik seperti freight dan insurance membuat harga delivered crude meningkat, yang pada akhirnya dapat mengubah margin kilang serta memperlebar diferensial harga antarwilayah. Tekanan terhadap rantai pasok energi ini memperkuat persepsi bahwa pasar sedang menghadapi risiko pasokan yang nyata, bukan sekadar sentimen sementara. Karena itu, kenaikan minyak pada periode tersebut tidak hanya merefleksikan kepanikan jangka pendek, tetapi juga penyesuaian pasar terhadap potensi disrupsi energi yang lebih luas.

Secara keseluruhan, periode ini memperlihatkan hubungan yang erat antara emas, minyak, dolar, dan ekspektasi suku bunga. Lonjakan harga minyak memperbesar risiko inflasi dan menopang dolar serta yield, yang menjadi hambatan bagi emas. Namun pada saat yang sama, konflik geopolitik yang mendasari kenaikan minyak juga menjaga permintaan safe haven tetap hidup. Hasilnya, emas bergerak fluktuatif dalam tekanan silang, sementara minyak menjadi aset yang paling dominan menguat karena langsung menerima dampak dari ancaman gangguan pasokan global.

Prediksi pekan ini.

Market pekan ini masih dipimpin geopolitik, sementara data makro jadi penentu apakah tekanan itu makin kuat atau mulai reda. Perang AS–Israel dengan Iran, gangguan Selat Hormuz, dan lonjakan oil di atas US$100 membuat pasar masuk ke mode stagflation fear: inflasi dikhawatirkan naik lagi, peluang cut The Fed mundur, dolar tetap kuat, dan aset berisiko seperti saham jadi rapuh.

Dampaknya, oil masih punya bias paling bullish selama risiko pasokan belum mereda, meski rawan volatilitas tajam. Emas tetap didukung status safe haven, tetapi kenaikannya tidak mulus karena tertahan dolar dan yield saat pasar takut inflasi energi. Dolar AS sendiri masih kuat karena ditopang arus aman dan posisi AS sebagai eksportir energi. Kunci pekan ini ada di CPI AS dan data energi: kalau inflasi panas, dolar dan oil bisa lanjut kuat sementara saham tertekan dan emas makin liar; kalau inflasi lebih jinak dan tensi perang tidak memburuk, dolar bisa agak reda, emas berpeluang rebound, dan oil berpotensi koreksi terbatas.

 

DISCLAIMER

Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi. - PT Solid

Sumber :  Newsmaker.id

Jumat, 06 Maret 2026

PT Solid Gold Berjangka | Trump Klaim Ingin Ikut Tentukan Pemimpin Iran!

 

Harga Emas hari ini - Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington ingin terlibat dalam proses pemilihan pemimpin Iran berikutnya, ketika eskalasi perang berlanjut pada hari Kamis dengan serangan udara AS dan Israel di sejumlah wilayah Iran serta bombardir baru di beberapa kota Teluk. Pernyataan itu menambah dimensi politik pada konflik yang sudah mengguncang sentimen risiko global.

Dalam wawancara telepon dengan Reuters, Trump menilai Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang kerap disebut kandidat penerus, sebagai pilihan yang kecil kemungkinannya. Ia menyatakan AS “ingin terlibat” dalam proses menentukan sosok yang akan memimpin Iran di masa depan.

Trump juga menyampaikan dukungan agar pasukan Kurdi Iran melakukan serangan. Ia mengonfirmasi pemerintahnya telah melakukan kontak dengan kelompok Kurdi Iran sejak serangan AS-Israel dimulai, namun tidak menjelaskan apakah AS akan memberikan dukungan udara untuk langkah tersebut. Sumber keamanan menyebut dua serangan drone menargetkan kamp oposisi Iran di Kurdistan Irak dan sebuah ladang minyak yang dioperasikan perusahaan AS.

Di lapangan, militer Israel memperingatkan warga untuk mengevakuasi sejumlah wilayah termasuk Teheran timur, sementara media Iran melaporkan terdengar ledakan di berbagai bagian ibu kota. Televisi pemerintah Iran menyebut serangan udara menjatuhkan 17 orang di sebuah rumah tamu di jalan barat laut Teheran.

Dari pihak AS, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Laksamana Brad Cooper menyatakan AS memiliki persediaan amunisi yang cukup untuk melanjutkan bombardir dalam jangka panjang. Mereka juga menyampaikan klaim operasional, termasuk serangan terhadap kapal-kapal Iran dan penggunaan pengebom B-2 yang menjatuhkan puluhan bom “penetrator” untuk membidik peluncur rudal balistik yang tertanam di dalamnya, serta fasilitas produksi rudal.

Cooper mengatakan serangan rudal balistik Iran menurun 90% sejak hari pertama perang, sementara serangan drone turun 83% dalam periode yang sama. Klaim tersebut disampaikan di tengah penilaian bahwa kemampuan serangan di balik Iran melemah, namun serangan lintas wilayah belum berhenti.

Di sisi domestik AS, laporan tersebut ketegangan konflik ini menjadi taruhan politik bagi Trump, dengan jajak pendapat menunjukkan dukungan publik yang terbatas dan kekhawatiran warga terhadap kenaikan harga bensin akibat gangguan pasokan energi. Trump menepis kekhawatiran itu, namun sensitivitas harga energi tetap menjadi saluran transmisi utama konflik ke pasar.

Pada hari keenam perang, Iran meluncurkan rangkaian serangan ke Israel, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Di Bahrain, petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran di sebuah kilang setelah serangan rudal. Pelaku pasar kini memadukan intensitas serangan, risiko terhadap infrastruktur energi, serta kebijakan respons AS yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi inflasi dan volatilitas aset berisiko. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 02 Maret 2026

PT Solid | Emas Melonjak 2%: Ada Apa di Timur Tengah?

 

Harga Emas hari ini - Harga emas melonjak tajam pada awal pekan, dipicu eskalasi perang di Timur Tengah yang bikin pasar global “mode waspada” dan investor buru-buru pindah ke aset aman.

Dalam perdagangan awal Asia, emas sempat naik lebih dari 2% ke kisaran US$5.390/oz, melanjutkan kenaikan pekan lalu yang sudah lebih dari 3%. Kenaikan ini terjadi saat ketegangan geopolitik makin panas dan sentimen safe haven kembali dominan.

Konflik melebar setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, lalu Teheran membalas dengan gelombang rudal yang dilaporkan menghantam target di beberapa negara. Situasi makin mengguncang pasar setelah laporan menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas pada hari pertama serangan.

Bloomberg menilai reli emas ini juga didorong faktor yang sudah lama jalan: tensi geopolitik global, perubahan arah kebijakan luar negeri AS, serta tren investor yang mengurangi eksposur ke obligasi dan mata uang, sementara pembelian bank sentral tetap tinggi.

Dampaknya terasa lintas aset: minyak melonjak paling besar dalam empat tahun di tengah kekhawatiran gangguan pasokan termasuk isu “efektif tertutupnya” Selat Hormuz sementara indeks dolar AS ikut menguat. Artinya, pasar lagi menilai risiko pasokan energi dan risiko geopolitik sebagai tema utama.

Selain emas, logam mulia lain ikut naik: perak menguat, disusul platinum dan palladium. Pada saat yang sama, penguatan dolar tidak menghentikan reli komoditas—menunjukkan investor menganggap “hard assets” sebagai pelindung nilai di fase ekstrem seperti sekarang.

Inti Poin :

- Emas naik tajam karena investor “lari ke aman” saat perang Timur Tengah makin luas.

- Harga emas sempat tembus sekitar US$5.390/oz pada awal sesi Asia.

- Serangan AS–Israel ke Iran dan balasan rudal Iran meningkatkan risiko geopolitik regional.

- Pasar komoditas ikut bergejolak: minyak melonjak besar akibat kekhawatiran pasokan/Selat Hormuz.

- Perak, platinum, dan palladium juga menguat; dolar naik tapi tidak “mematikan” reli komoditas. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 26 Februari 2026

Solid Gold Berjangka | Saham Asia Menguat, Euforia Tertahan karena Nvidia

 

Harga Emas hari ini - Bursa saham Asia dibuka menguat pada hari Kamis, mengikuti penguatan Wall Street pada sesi sebelumnya. MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,8%, namun optimisme pasar bertahan setelah respon investor terhadap proyeksi penjualan Nvidia dinilai tidak cukup meyakinkan, sehingga kekhawatiran soal valuasi dan “ekonomi AI yang terlalu panas” kembali muncul.

Di AS, S&P 500 naik 0,8% dan Nasdaq 100 menguat 1,4% pada hari Rabu. Di pasar obligasi, Treasury melemah di seluruh tenor, sementara dolar AS turun tipis. Logam mulia sempat berfluktuasi namun tetap ditutup positif, sedangkan Bitcoin turun sekitar 1,5% dan disimpan di bawah $68.000.

Pelaku pasar sebelumnya berharap Nvidia memberi “kepastian” bahwa belanja AI masih solid dan bisa meredakan kekhawatiran bahwa reli harga saham sudah melampaui fundamental. Meskipun Nvidia menegaskan ekspansi komputasi AI masih berjalan, pasar menilai proyeksi perusahaan belum cukup untuk menghapus keraguan—terutama karena sebagian investor memasang ekspektasi yang sangat tinggi (beberapa proyeksi analis bahkan mendekati $80 miliar, di atas perkiraan rata-rata Wall Street sekitar $72,8 miliar).

Di Asia, tema AI tetap menjadi pendorong penting karena investor terus masuk ke saham-saham “picks and shovels” rantai pasok semikonduktor seperti Samsung dan TSMC. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump akan mengumpulkan para eksekutif perusahaan teknologi besar pekan depan untuk komitmen mendanai data listrik pusat, serta menyiapkan Arah untuk menaikkan tarif global menjadi 15% “jika sesuai” sambil mendorong kesinambungan dengan negara-negara yang telah memiliki perdagangan—faktor yang berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 24 Februari 2026

Solid Gold | Emas Terguncang, Pasar Cerna Risiko Tarif & Iran

 

Harga Emas hari ini - Harga emas turun ke bawah $5.149/oz pada Selasa setelah menguat selama empat hari beruntun. Koreksi ini terjadi saat pelaku pasar mengevaluasi ulang risiko tarif terbaru AS dan ketidakpastian geopolitik yang masih bertahan.

Dari sisi perdagangan, pemerintahan Trump berupaya menghidupkan kembali agenda tarif global setelah putusan Mahkamah Agung pekan lalu membatalkan banyak bea masuk yang diberlakukan tahun lalu. Pemerintah mengumumkan tarif baru 10% yang mulai berlaku Selasa, dan Trump kemudian mengancam akan menaikkannya menjadi 15%.

Trump juga memperingatkan pada Senin bahwa negara-negara yang “bermain-main” dengan perjanjian dagang yang sudah ada dapat menghadapi tarif yang lebih tinggi. Sinyal ini membuat pasar melihat arah kebijakan tarif masih bisa berubah cepat, sehingga volatilitas pada aset safe haven seperti emas tetap tinggi.

Dari sisi geopolitik, perhatian pasar tetap tertuju pada pembicaraan AS–Iran yang dijadwalkan berlanjut pada Kamis. Trump menyatakan lebih memilih penyelesaian lewat negosiasi, namun juga memberi peringatan adanya konsekuensi serius jika kesepakatan nuklir tidak tercapai—menjaga permintaan defensif tetap ada meski harga emas hari ini terkoreksi. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 19 Februari 2026

Solid Gold Berjangka | Tingkat Pengangguran Australia Lemah!

 

Harga Emas hari ini - Tingkat pengangguran Australia (seasonally adjusted) tercatat 4,1% pada Januari 2026, tidak berubah dibanding bulan sebelumnya. Angka ini juga sedikit lebih rendah dari perkiraan pasar 4,2%, sehingga memberi sinyal pasar tenaga kerja masih cukup solid.

Capaian 4,1% ini menjadi yang terendah sejak Mei, menegaskan bahwa ketahanan lapangan kerja Australia masih terjaga di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global.  - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 18 Februari 2026

PT Solid Gold | Volatilitas Tinggi Belum Reda, Emas Cari Arah Baru

 

Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak relatif stabil setelah mencatat penurunan selama dua hari beruntun, di tengah aktivitas perdagangan yang cenderung tipis karena banyak pasar Asia libur Tahun Baru Imlek. Kondisi likuiditas yang rendah membuat pergerakan harga lebih mudah berfluktuasi meski tanpa katalis besar.

Pada awal perdagangan, emas batangan berada di sekitar $4.880 per ons, setelah terkoreksi lebih dari 3% dalam dua sesi sebelumnya ketika dolar AS menguat. Perdagangan juga disebut masih bergejolak sejak terjadi aksi jual besar di awal bulan. Indeks utama dolar sempat naik hingga 0,4% pada Selasa sebelum memangkas kenaikannya.

Sebelumnya, reli kuat membawa emas mencetak rekor baru di atas $5.595 per ons pada akhir Januari. Namun, pasar dinilai “terlalu panas” dan berbalik tajam, dengan harga sempat turun hampir ke $4.400 hanya dalam dua sesi. Emas memang telah pulih sebagian, tetapi belum menemukan level penopang (support) yang jelas.

Sejumlah bank besar, termasuk BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG, dan Goldman Sachs Group Inc., memperkirakan tren naik berpotensi berlanjut. Faktor pendukung yang disebut masih kuat antara lain ketegangan geopolitik yang meningkat, pergeseran minat dari obligasi dan mata uang tertentu, serta kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve.

Dalam jangka dekat, perhatian investor tertuju pada pernyataan pejabat The Fed untuk membaca arah kebijakan moneter AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga biasanya menjadi sentimen positif bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Emas sempat menguat singkat pada Jumat ketika data inflasi yang moderat memperkuat alasan penurunan biaya pinjaman.

Dari sisi komentar kebijakan, Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan suku bunga sebaiknya tetap stabil “untuk beberapa waktu” hingga ada bukti lebih kuat bahwa inflasi bergerak menuju target 2%. Sementara itu, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menilai masih ada peluang penurunan suku bunga tahun ini bila inflasi terus melandai. Pada pukul 08.51 di Singapura, emas spot nyaris tidak berubah di $4.880,18, perak turun 1% ke $72,83, platinum naik 0,9%, dan palladium naik 0,5%. Bloomberg Dollar Spot Index tercatat datar pada Rabu dan naik 0,2% sepanjang pekan ini. - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id