Selasa, 03 Februari 2026

Solid Gold | Saham Hong Kong Hentikan Penurunan Dua Harinya

 

Harga Emas hari ini - Saham di Hong Kong naik 111 poin, atau 0,4%, menjadi 26.887 pada perdagangan Selasa (3/2) pagi, menghentikan penurunan selama dua sesi. Pemulihan ini mengikuti penguatan semalam di Wall Street, karena tekanan dari aksi jual tajam pekan lalu di sektor logam dan mata uang kripto semakin mereda.

Aksi beli saham murah juga muncul setelah pasar lokal mundur dari level tertinggi 4,5 tahun. Saham daratan Tiongkok juga naik setelah kerugian baru-baru ini, didukung oleh data survei swasta yang menunjukkan aktivitas pabrik pada bulan Januari tumbuh dengan laju tercepat dalam tiga bulan, dengan produsen meningkatkan produksi menjelang Tahun Baru Imlek. Namun, kenaikan dibatasi oleh kehati-hatian menjelang rilis data penjualan ritel Hong Kong bulan Desember hari ini, dan oleh langkah Tiongkok untuk menaikkan PPN pada layanan telekomunikasi menjadi 9% dari 6%.

Semua sektor diperdagangkan lebih tinggi, dipimpin oleh sektor properti dan keuangan. Saham pertambangan naik bersama dengan logam, termasuk Zijin Gold International (3,3%) dan Zhaojin Mining (1,9%). Saham-saham lain yang mengalami kenaikan signifikan adalah CK Hutchison (3,7%), Wuxi Biologics (3,2%), dan MTR Corp (3,0%). - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Senin, 02 Februari 2026

PT Solid | Pasar Masuk Mode Waspada: China, Logam Mulia, dan Bitcoin

 

Harga Emas hari ini - Pasar Asia-Pasifik bergerak campur aduk jelang rilis data aktivitas pabrik China untuk Januari. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,13% dan Topix menguat 0,52%, sementara Korea Selatan justru terpukul: Kospi turun lebih dari 2,5% dan Kosdaq melemah hingga 3%. Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0,57%, sedangkan kontrak berjangka Hang Seng berada di 27.330, sedikit di bawah penutupan terakhir 27.387,11.

Sentimen “risk-off” semakin terasa setelah jatuhnya tajam logam mulia pada hari Jumat. Perak—yang sudah lebih dari dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir—ambles sekitar 30% dalam satu hari (terburuk sejak 1980), sementara emas turun sekitar 9%. Pagi ini, emas spot terakhir di sekitar $4.744/ons dan perak di area $80/ons, membuat investor semakin sensitif terhadap volatilitas dan mulai mengurangi risiko.

Getaran risk-off merembet ke aset berisiko, terutama Bitcoin yang sempat jatuh di bawah $80.000 untuk pertama kali sejak April, dan terakhir diperdagangkan di sekitar $76.700. Bersamaan dengan itu, futures Wall Street melemah di awal sesi Asia: Dow futures turun 143 poin (sekitar 0,3%), S&P 500 futures turun 0,6%, dan Nasdaq-100 futures tertekan hampir 1%.

Dari sesi Jumat di AS, saham-saham turun lagi karena sektor teknologi masih lesu, meski pasar relatif menerima pilihan Donald Trump yang mengarah pada Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve. S&P 500 ditutup turun 0,43% ke 6.939,03, Dow turun 0,36% ke 48.892,47, dan Nasdaq Composite melemah 0,94% ke 23.461,82. Intinya: pasar membuka bulan baru dalam mode “uji nyali”—arah berikutnya sangat ditentukan oleh data China dan apakah koreksi emas-perak serta pelemahan bitcoin berhenti atau lanjut. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 30 Januari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Trump “Kunci” Pesawat Kanada? AS Ancam Tarif 50%

 

Harga Emas hari ini - Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mengenakan tarif 50% untuk pesawat buatan Kanada yang dijual di Amerika, sekaligus mengancam akan mencabut sertifikasi pesawat Kanada di pasar AS.

Pemicu utamanya: Trump menuding Kanada “menahan” proses sertifikasi untuk beberapa jet Gulfstream (perusahaan AS). Jika Ottawa tidak segera menyetujui, Trump menyebut AS akan mendecertify pesawat Kanada, termasuk Bombardier Global Express.

Ancaman ini jadi babak baru ketegangan dagang AS–Kanada. Sebelumnya, Trump juga sempat melontarkan ancaman tarif 100% untuk barang Kanada jika Kanada membuat kesepakatan dagang dengan China.

Situasi memanas setelah PM Kanada Mark Carney melontarkan pernyataan di Davos yang dipandang sebagai kritik tersirat terhadap arah kebijakan Trump. Carney menegaskan ia tidak “menarik ucapan”, meski sudah berbicara langsung dengan Trump pekan ini.

Tarik-ulur ini terjadi menjelang pembahasan ulang perjanjian dagang regional USMCA. Dalam praktiknya, banyak arus barang masih masuk relatif “lebih ringan”, meski beberapa sektor tetap jadi pengecualian dan rawan jadi target kebijakan baru.

Di hari yang sama, Trump juga mengancam tarif terhadap negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba, lewat kebijakan berbasis deklarasi darurat nasional. Ini berpotensi menyeret negara lain di kawasan, termasuk Meksiko, ke pusaran tekanan tarif.

Intinya: Trump sedang memakai tarif + sertifikasi sebagai tuas negosiasi—bukan cuma soal dagang, tapi juga soal posisi politik dan arah aliansi. Pasar kini menunggu apakah ancaman ini benar-benar dieksekusi, atau dipakai sebagai “alat tekan” menjelang negosiasi berikutnya. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 29 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | AS–Iran Memanas Lagi: Trump Umbar Ancaman, “Armada” AS Sudah di Kawasan

 

Harga Emas hari iniKetegangan Amerika Serikat dan Iran kembali naik level menjelang akhir Januari 2026. Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari terakhir melontarkan peringatan keras agar Iran segera kembali ke meja perundingan nuklir. Jika tidak, Trump menyebut serangan berikutnya akan “jauh lebih buruk” daripada serangan sebelumnya, sambil menegaskan pengerahan kekuatan militer AS ke kawasan Timur Tengah.

Dari sisi “kondisi terkini”, yang paling jelas terkonfirmasi saat ini adalah bahasa ancaman meningkat dan postur militer AS diperkuat—bukan pengumuman resmi tanggal serangan. Reuters melaporkan Trump menyebut armada yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln menuju kawasan, menambah opsi Washington untuk melindungi pasukan AS atau, bila diputuskan, melakukan aksi militer.

Dari Teheran, responsnya juga keras. Misi Iran di PBB menilai ancaman tersebut sebagai intimidasi, tapi tetap menyatakan “ruang dialog” jika didasari saling menghormati. Namun Iran sekaligus menegaskan akan membela diri dan merespons bila ada agresi. Di sisi diplomasi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Iran tidak meminta negosiasi dengan AS, dan tidak ada kontak terbaru dengan utusan khusus AS Steve Witkoff—meski konsultasi via perantara disebut masih ada.

Faktor lain yang bikin pasar gelisah adalah arah politik AS sendiri. Trump sempat menyampaikan ia tidak terlalu khawatir dengan pelemahan dolar, sementara narasi “dolar lebih lemah” dipersepsikan sebagian pelaku pasar sebagai sinyal kebijakan yang tidak konvensional. Di saat yang sama, meningkatnya tensi AS–Iran ikut mengangkat premi risiko di aset-aset sensitif geopolitik, terutama energi.

Dampak paling cepat terlihat di minyak. Citi memperkirakan harga minyak bisa bertahan tinggi dalam jangka pendek meski ada risiko oversupply, karena pasar memasang geopolitical premium terkait Timur Tengah dan faktor suplai lain. Citi memperkirakan premi geopolitik ini menambah sekitar US$3–US$4 per barel pada harga minyak, dan eskalasi tambahan bisa mendorong Brent mendekati target jangka pendek sekitar US$70/barel.

Posisi hari ini: belum ada pengumuman resmi jadwal serangan, tetapi retorika Trump makin eksplisit, pengerahan aset militer disebut berlangsung, dan Iran menolak negosiasi di bawah ancaman sambil menyiapkan pesan balasan. Pasar membaca kombinasi ini sebagai situasi “siap panas kapan saja”, sehingga volatilitas—terutama di minyak dan safe haven—cenderung tetap tinggi. - Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

Rabu, 28 Januari 2026

Solid Gold | Aussie Dollar Ngebut ke 69 Sen—RBA Mau Naikkan Suku Bunga Lagi?

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia (AUD) diperdagangkan di sekitar US$0,691 pada Selasa (27 Januari 2026), mendekati level terkuat sejak awal 2023. Kenaikan ini banyak ditopang “daya tarik imbal hasil”, karena investor melihat Australia menawarkan return obligasi yang makin menarik dibanding beberapa negara lain.

Pendorong utamanya datang dari pasar obligasi. Yield obligasi pemerintah Australia tenor 3 tahun—yang biasanya paling sensitif terhadap arah suku bunga—naik dan disebut berada di level tertinggi sejak November 2023. Kombinasi reputasi peringkat kredit Australia yang kuat dan ekspektasi bank sentral yang cenderung “hawkish” membuat aset AUD terlihat lebih menarik bagi investor global.

Data tenaga kerja domestik ikut memperkuat narasi itu. Laporan terbaru menunjukkan tingkat pengangguran Desember turun ke 4,1%, terendah dalam tujuh bulan, sementara penambahan pekerjaan jauh melampaui perkiraan pasar. Angka ini membuat sebagian pelaku pasar menilai tekanan permintaan di ekonomi masih cukup kuat, sehingga peluang kebijakan moneter tetap ketat menjadi lebih besar.

Fokus berikutnya beralih ke data inflasi yang akan dirilis Rabu, 28 Januari 2026. Investor akan memantau CPI bulanan Desember dan terutama trimmed mean (rata-rata terpotong) kuartal IV, karena ukuran ini sering dipakai untuk membaca tekanan harga “inti” yang lebih bersih dari gejolak komponen ekstrem.

Pasar memperkirakan inflasi bulanan Desember bisa naik setelah sebelumnya cenderung stagnan, sementara trimmed mean kuartal IV diprediksi sedikit melambat. Kalau inflasi ternyata lebih panas dari perkiraan, ekspektasi “RBA lebih hawkish” bisa makin menguat—dan itu biasanya ikut menjaga AUD tetap kencang. Tapi bila inflasi mendingin lebih cepat, AUD berisiko kehilangan tenaga karena pasar mulai mengurangi taruhan kenaikan suku bunga. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 26 Januari 2026

PT Solid | Yen Menguat, Saham Jepang Tumbang—Ada Sinyal Intervensi

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang turun pada awal perdagangan, terutama saham-saham eksportir seperti produsen mobil. Penyebab utamanya: yen menguat terhadap dolar, memicu kekhawatiran laba perusahaan eksportir bisa tertekan.

Topix Index turun 1,8% ke 3,563.37 pada 9:11 a.m. waktu Tokyo. Sementara Nikkei melemah 1,7% ke 52,914.77.

Tekanan paling terasa di saham besar. Toyota Motor Corp. menjadi kontributor terbesar penurunan Topix setelah sahamnya jatuh 3,9%.

Gambaran pasarnya juga lagi berat sebelah: dari 1,663 saham di Topix, hanya 173 yang naik, 1,460 turun, dan 30 tidak berubah. Artinya, penurunan ini cukup merata, bukan cuma di satu sektor.

Menurut Shoji Hirakawa dari Tokai Tokyo Intelligence Lab, penguatan yen memang cenderung “membebani” saham Jepang. Ia juga menilai yen berpotensi menguat sampai 145 per dolar, jadi investor bakal ekstra fokus ke pergerakan yen.

Selain mata uang, sentimen juga ditekan isu politik. Kekhawatiran soal pemilu dadakan Jepang ikut membayangi, apalagi sejumlah polling media lokal menunjukkan dukungan terhadap kabinet PM Sanae Takaichi mulai menurun. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 23 Januari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Dolar AS Menguat, USD/CHF Bertahan di Area Kunci

 

Harga Emas hari ini - Pasangan mata uang USD/CHF bergerak stabil di dekat level 0,7950 pada perdagangan Asia akhir hari Kamis(22/1). Pergerakan ini melanjutkan pemulihan yang terjadi sejak Rabu, setelah sebelumnya sempat terkoreksi tajam pada 19 รข€“ 20 Januari.

Penguatan ini didukung oleh meningkatnya minat beli terhadap Dolar AS setelah pidato Presiden AS Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos. Pada saat yang sama, Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan kuat di sekitar 98,80, mendekati level tertinggi hari sebelumnya.

Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan langkah militer maupun ancaman tarif terhadap Uni Eropa untuk isu Greenland. Ia juga mengumumkan penghapusan tarif 10% terhadap beberapa negara Uni Eropa dan Inggris, setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, serta menyebut telah tercapai kerangka "kesepakatan masa depan" terkait Greenland dan kawasan Arktik.

Meredanya ketegangan geopolitik dan perdagangan antara AS dan Uni Eropa meningkatkan selera risiko investor. Hal ini mendorong reli di pasar global, terlihat dari kontrak berjangka S&P 500 yang kembali naik dan melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya.

Sementara itu, Franc Swiss bergerak relatif tenang namun cenderung melemah dibandingkan dolar Australia dan Selandia Baru. Ketua Bank Nasional Swiss, Martin Schlegel, menyatakan inflasi negatif kemungkinan terjadi tahun ini, namun menilai beberapa bulan inflasi negatif tidak akan menjadi masalah besar bagi perekonomian Swiss. - PT Solid Gold Berjangka

Source : Newsmaker.id