Kamis, 19 Februari 2026

Solid Gold Berjangka | Tingkat Pengangguran Australia Lemah!

 

Harga Emas hari ini - Tingkat pengangguran Australia (seasonally adjusted) tercatat 4,1% pada Januari 2026, tidak berubah dibanding bulan sebelumnya. Angka ini juga sedikit lebih rendah dari perkiraan pasar 4,2%, sehingga memberi sinyal pasar tenaga kerja masih cukup solid.

Capaian 4,1% ini menjadi yang terendah sejak Mei, menegaskan bahwa ketahanan lapangan kerja Australia masih terjaga di tengah berbagai ketidakpastian ekonomi global.  - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 18 Februari 2026

PT Solid Gold | Volatilitas Tinggi Belum Reda, Emas Cari Arah Baru

 

Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak relatif stabil setelah mencatat penurunan selama dua hari beruntun, di tengah aktivitas perdagangan yang cenderung tipis karena banyak pasar Asia libur Tahun Baru Imlek. Kondisi likuiditas yang rendah membuat pergerakan harga lebih mudah berfluktuasi meski tanpa katalis besar.

Pada awal perdagangan, emas batangan berada di sekitar $4.880 per ons, setelah terkoreksi lebih dari 3% dalam dua sesi sebelumnya ketika dolar AS menguat. Perdagangan juga disebut masih bergejolak sejak terjadi aksi jual besar di awal bulan. Indeks utama dolar sempat naik hingga 0,4% pada Selasa sebelum memangkas kenaikannya.

Sebelumnya, reli kuat membawa emas mencetak rekor baru di atas $5.595 per ons pada akhir Januari. Namun, pasar dinilai “terlalu panas” dan berbalik tajam, dengan harga sempat turun hampir ke $4.400 hanya dalam dua sesi. Emas memang telah pulih sebagian, tetapi belum menemukan level penopang (support) yang jelas.

Sejumlah bank besar, termasuk BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG, dan Goldman Sachs Group Inc., memperkirakan tren naik berpotensi berlanjut. Faktor pendukung yang disebut masih kuat antara lain ketegangan geopolitik yang meningkat, pergeseran minat dari obligasi dan mata uang tertentu, serta kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve.

Dalam jangka dekat, perhatian investor tertuju pada pernyataan pejabat The Fed untuk membaca arah kebijakan moneter AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga biasanya menjadi sentimen positif bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Emas sempat menguat singkat pada Jumat ketika data inflasi yang moderat memperkuat alasan penurunan biaya pinjaman.

Dari sisi komentar kebijakan, Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan suku bunga sebaiknya tetap stabil “untuk beberapa waktu” hingga ada bukti lebih kuat bahwa inflasi bergerak menuju target 2%. Sementara itu, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menilai masih ada peluang penurunan suku bunga tahun ini bila inflasi terus melandai. Pada pukul 08.51 di Singapura, emas spot nyaris tidak berubah di $4.880,18, perak turun 1% ke $72,83, platinum naik 0,9%, dan palladium naik 0,5%. Bloomberg Dollar Spot Index tercatat datar pada Rabu dan naik 0,2% sepanjang pekan ini. - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Jumat, 13 Februari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Minyak Menuju Rugi Mingguan, Risiko Iran Mereda

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak berpotensi membukukan penurunan mingguan beruntun untuk pertama kalinya tahun ini, terseret sentimen risk-off di pasar global, kekhawatiran kelebihan pasokan minyak mentah, serta prospek pembicaraan nuklir AS–Iran yang tampaknya akan berjalan lebih panjang. West Texas Intermediate (WTI) bertahan di bawah $63/barel setelah merosot hampir 3% pada Kamis, sementara Brent berada di atas $67/barel.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dapat berlangsung hingga sekitar sebulan, yang secara tidak langsung menurunkan peluang eskalasi militer dalam waktu dekat—dan itu berarti risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah ikut menurun. Untuk saat ini, fokus Washington disebut mengarah pada jalur diplomatik untuk membatasi ambisi nuklir Iran, sehingga “premium ketegangan” yang sebelumnya menopang harga minyak mulai terkikis.

Sementara itu, International Energy Agency (IEA) kembali menegaskan gambaran fundamental yang kurang bersahabat bagi harga: pasar 2026 diproyeksikan mengalami surplus sekitar 3,73 juta barel per hari (sekitar 3,7 juta bph), dan persediaan global tahun lalu meningkat dengan laju tercepat sejak 2020. Kombinasi proyeksi surplus + stok yang menumpuk membuat pelaku pasar lebih cepat melepas posisi ketika sentimen global memburuk.

Di perdagangan Asia, WTI pengiriman Maret tercatat sekitar $62,81/barel (stabil) pada pagi hari di Singapura, sementara Brent untuk penyelesaian April sedikit melemah 0,1% ke sekitar $67,45/barel. Jika tren pelemahan ini berlanjut, penurunan mingguan beruntun berisiko memutus rangkaian penguatan yang sempat terbentuk di awal 2026—yang sebelumnya banyak ditopang oleh episode ketegangan geopolitik. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 11 Februari 2026

PT Solid Gold | Pasar Asia Menahan Napas Jelang Data Jobs AS

 

Harga Emas hari ini - Saham-saham Asia bergerak tipis dan bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada Rabu, menjelang rilis data tenaga kerja AS yang dinilai krusial. Sentimen pasar masih ditopang data penjualan ritel AS yang melemah, karena memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga di paruh akhir tahun.

Indeks MSCI Asia Pasifik nyaris tidak berubah setelah dua hari menguat yang membawa indeks itu ke rekor baru. Namun, arah pasar tidak sepenuhnya solid setelah Wall Street terkoreksi pada Selasa, dengan investor kembali memilah risiko terutama di saham-saham teknologi.

Di pasar obligasi, kontrak berjangka Treasury AS mempertahankan penguatan setelah imbal hasil (yield) 10 tahun turun ke level terendah dalam sekitar satu bulan pada sesi sebelumnya. Aktivitas perdagangan obligasi tunai di sesi Asia juga lebih sepi karena pasar Jepang libur. Di tengah penurunan yield, emas—yang cenderung diuntungkan saat suku bunga turun—bergerak naik tipis, seiring pasar uang mulai menaikkan peluang tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

Data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan memberi sinyal daya dukung konsumsi terhadap ekonomi mulai melemah di akhir tahun. Situasi ini membuat pekan ini menjadi sangat menentukan: pasar menunggu laporan pekerjaan pada Rabu dan data inflasi pada Jumat untuk membaca arah suku bunga berikutnya, sementara ketidakpastian di sektor teknologi tetap membayangi akibat besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan.

Sejumlah pelaku pasar menilai laporan pekerjaan akan menjadi penentu utama. Proyeksi konsensus mengarah pada kenaikan payroll sekitar 65.000 pada Januari, dengan tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,4%. Selain itu, akan ada revisi tahunan data ketenagakerjaan yang berpotensi menunjukkan koreksi turun pada total pekerjaan dalam setahun hingga Maret 2025, sehingga meningkatkan sensitivitas pasar terhadap hasil rilis kali ini.

Di luar data, komentar pejabat The Fed juga ikut membentuk ekspektasi. Sebagian pejabat menilai suku bunga dapat ditahan lebih lama sambil menilai data yang masuk, sementara yang lain menekankan pemangkasan tambahan akan membutuhkan pelemahan pasar tenaga kerja yang lebih nyata. Di sisi korporasi, sejumlah pihak melihat koreksi tajam di saham software pekan lalu sebagai reaksi yang berlebihan, dan menilai ekonomi AS masih punya ruang tumbuh berkat produktivitas dan dukungan terhadap laba perusahaan. - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Senin, 09 Februari 2026

PT Solid | Perak Bangkit 2 Hari, Pasar Borong usai “Crash”

 

Harga Emas hari ini - Harga perak naik lagi untuk sesi kedua pada Senin. Logam putih ini menguat lebih dari 2% dan bergerak mendekati $80 per ons, setelah sebelumnya melonjak sekitar 10% pada sesi terakhir. Pembelian muncul karena banyak pelaku pasar melihat harga perak masih “diskon” usai aksi jual besar yang sempat memangkas hampir separuh nilainya.

Sentimen dari Jepang ikut nambah tenaga. Kemenangan telak koalisi Perdana Menteri Sanae Takaichi di pemilu akhir pekan membuka peluang kebijakan fiskal yang lebih ekspansif. Ekspektasi belanja pemerintah yang lebih besar dan tekanan pada yen bikin minat ke aset hard seperti logam mulia kembali menguat.

Dari Timur Tengah, AS dan Iran sudah menggelar pembicaraan di Oman pada Jumat untuk meredakan tensi, meski Teheran tetap menolak menghentikan pengayaan bahan bakar nuklir. Situasi ini bikin pasar agak lebih tenang, tapi masih cukup untuk menjaga “rasa waspada” investor terhadap risiko geopolitik.

Minggu ini, fokus pasar juga mengarah ke data ekonomi AS, terutama laporan tenaga kerja dan inflasi yang bisa memberi petunjuk arah kebijakan The Fed. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menilai gejolak ekstrem logam mulia pekan lalu dipicu aksi trader China, dan menyebut puncak harga kemarin sebagai ledakan spekulatif. - PT Solid 

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 06 Februari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Nikkei Tertekan: Tech AS Jatuh, Sinyal Tenaga Kerja Melemah

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang dibuka melemah pada hari Jumat (6 Feb) karena sentimen global memburuk: semalam bursa AS terutama sektor teknologi kembali jatuh, sementara data tenaga kerja AS memberi sinyal ekonomi mulai “dingin”.

Tekanan paling terasa di saham logam dan elektronik. Sumitomo Metal Mining turun 6,8%, dan Kioxia Holdings turun 6,0%, menunjukkan kekhawatiran bahwa permintaan global untuk komoditas dan komponen teknologi bisa melambat jika ekonomi AS melemah.

Dari AS, pemicunya dua: pertama, aksi jual saham tech memicu kecemasan pasar soal belanja besar-besaran AI dan pertanyaan “kapan balik modalnya” (beberapa raksasa teknologi turun tajam).

Kedua, indikator tenaga kerja semakin terlihat lemah—lowongan pekerjaan turun ke sekitar level terendah sejak tahun 2020, dan klaim penurunan pengangguran naik lebih tinggi dari perkiraan. Kombinasi ini membuat investor semakin defensif dan ikut menekan aset berisiko di Asia.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 156,68, lebih rendah dari 156,93 saat penutupan pasar saham Tokyo Kamis—artinya yen sedikit menguat. Yen yang menguat biasanya jadi beban tambahan untuk saham eksportir karena potensi menekan pendapatan saat konversi.

Fokus pasar hari ini juga mengumumkan musim laporan kinerja emiten: Toyota Motor dan Itochu Corp. dijadwalkan merilis hasil kuartalan pada hari Jumat, sehingga trader cenderung mengurangi risiko sebelum angka resmi keluar.

Sejauh ini, Nikkei Stock Average turun 1,5% menjadi 53.021,40, dengan pelaku pasar menunggu apakah data AS berikutnya akan memperkuat narasi “ekonomi melambat” (yang bisa mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga), atau justru hanya jeda sementara. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 04 Februari 2026

PT Solid Gold | Saham Asia Tergelincir, Apakah Rotasi Menjauh dari Teknologi Lagi?

 

Harga Emas hari ini - Sebagian besar saham Asia melemah, menyusul aksi jual saham teknologi di Amerika Serikat yang menyeret turun indeks utama Wall Street. Di balik koreksi tersebut, pasar tampaknya beralih ke sektor yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi—sebuah tanda rotasi yang semakin meningkat.

Di awal sesi, saham Jepang dibuka lebih rendah, sementara futures menunjukkan pelemahan di Hong Kong. Penurunan tajam saham perangkat lunak dalam perdagangan AS membebani S&P 500 dan Nasdaq 100, meredam selera risiko di Asia.

Pemicu tambahan datang setelah penutupan pasar AS: Advanced Micro Devices merilis perkiraan yang mengecewakan. AMD telah lama dikenal sebagai penantang utama Nvidia di pasar prosesor AI—sehingga prospek yang kurang bagus dengan cepat memengaruhi psikologi pelaku pasar.

Menariknya, meskipun terjadi penurunan pada indeks utama, sebagian besar saham di S&P 500 justru naik—memperkuat narasi rotasi. FedEx melanjutkan reli ke rekor tertingginya, sementara Walmart melampaui kapitalisasi pasar $1 triliun. Ini berarti pasar sebenarnya tidak "benar-benar menghindari risiko," tetapi lebih seperti pergeseran dari sektor teknologi ke sektor lain.

Penurunan harga saham awal terjadi pada saham-saham yang terkait dengan perangkat lunak hukum dan layanan data. Experian, London Stock Exchange Group, dan Thomson Reuters semuanya jatuh, dan efeknya kemudian menyebar ke hampir seluruh sektor perangkat lunak—mendorong ETF iShares Expanded Tech-Software Sector turun sekitar 4,5%. Bahkan "keranjang" saham perangkat lunak Goldman Sachs anjlok 6%, penurunan harian terbesar sejak penurunan harga saham pada bulan April yang dipicu oleh tarif.

Pada aset lain, Bitcoin jatuh untuk hari kedua, memperpanjang tren penurunannya selama beberapa bulan terakhir. Harga minyak justru naik setelah Angkatan Laut AS menembak jatuh drone Iran yang menuju ke kapal induk di Laut Arab. Dolar AS sedikit menguat pada Rabu pagi setelah melemah di sesi perdagangan AS, sementara obligasi pemerintah AS tetap relatif stabil—pasar mencerna komentar dari pejabat Federal Reserve Bank of Richmond, Tom Barkin, dan Gubernur Fed, Stephen Miran, tentang arah suku bunga tahun ini. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id