Harga Emas hari ini - Bursa saham Asia dibuka menguat pada hari Kamis, mengikuti penguatan Wall Street pada sesi sebelumnya. MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,8%, namun optimisme pasar bertahan setelah respon investor terhadap proyeksi penjualan Nvidia dinilai tidak cukup meyakinkan, sehingga kekhawatiran soal valuasi dan “ekonomi AI yang terlalu panas” kembali muncul.
Di AS, S&P 500 naik 0,8% dan Nasdaq 100 menguat 1,4% pada hari Rabu. Di pasar obligasi, Treasury melemah di seluruh tenor, sementara dolar AS turun tipis. Logam mulia sempat berfluktuasi namun tetap ditutup positif, sedangkan Bitcoin turun sekitar 1,5% dan disimpan di bawah $68.000.
Pelaku pasar sebelumnya berharap Nvidia memberi “kepastian” bahwa belanja AI masih solid dan bisa meredakan kekhawatiran bahwa reli harga saham sudah melampaui fundamental. Meskipun Nvidia menegaskan ekspansi komputasi AI masih berjalan, pasar menilai proyeksi perusahaan belum cukup untuk menghapus keraguan—terutama karena sebagian investor memasang ekspektasi yang sangat tinggi (beberapa proyeksi analis bahkan mendekati $80 miliar, di atas perkiraan rata-rata Wall Street sekitar $72,8 miliar).
Di Asia, tema AI tetap menjadi pendorong penting karena investor terus masuk ke saham-saham “picks and shovels” rantai pasok semikonduktor seperti Samsung dan TSMC. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump akan mengumpulkan para eksekutif perusahaan teknologi besar pekan depan untuk komitmen mendanai data listrik pusat, serta menyiapkan Arah untuk menaikkan tarif global menjadi 15% “jika sesuai” sambil mendorong kesinambungan dengan negara-negara yang telah memiliki perdagangan—faktor yang berpotensi menjaga volatilitas tetap tinggi. - Solid Gold Berjangka
Sumber: Newsmaker.id