Rabu, 11 Februari 2026

PT Solid Gold | Pasar Asia Menahan Napas Jelang Data Jobs AS

 

Harga Emas hari ini - Saham-saham Asia bergerak tipis dan bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada Rabu, menjelang rilis data tenaga kerja AS yang dinilai krusial. Sentimen pasar masih ditopang data penjualan ritel AS yang melemah, karena memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga di paruh akhir tahun.

Indeks MSCI Asia Pasifik nyaris tidak berubah setelah dua hari menguat yang membawa indeks itu ke rekor baru. Namun, arah pasar tidak sepenuhnya solid setelah Wall Street terkoreksi pada Selasa, dengan investor kembali memilah risiko terutama di saham-saham teknologi.

Di pasar obligasi, kontrak berjangka Treasury AS mempertahankan penguatan setelah imbal hasil (yield) 10 tahun turun ke level terendah dalam sekitar satu bulan pada sesi sebelumnya. Aktivitas perdagangan obligasi tunai di sesi Asia juga lebih sepi karena pasar Jepang libur. Di tengah penurunan yield, emas—yang cenderung diuntungkan saat suku bunga turun—bergerak naik tipis, seiring pasar uang mulai menaikkan peluang tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

Data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan memberi sinyal daya dukung konsumsi terhadap ekonomi mulai melemah di akhir tahun. Situasi ini membuat pekan ini menjadi sangat menentukan: pasar menunggu laporan pekerjaan pada Rabu dan data inflasi pada Jumat untuk membaca arah suku bunga berikutnya, sementara ketidakpastian di sektor teknologi tetap membayangi akibat besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan.

Sejumlah pelaku pasar menilai laporan pekerjaan akan menjadi penentu utama. Proyeksi konsensus mengarah pada kenaikan payroll sekitar 65.000 pada Januari, dengan tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,4%. Selain itu, akan ada revisi tahunan data ketenagakerjaan yang berpotensi menunjukkan koreksi turun pada total pekerjaan dalam setahun hingga Maret 2025, sehingga meningkatkan sensitivitas pasar terhadap hasil rilis kali ini.

Di luar data, komentar pejabat The Fed juga ikut membentuk ekspektasi. Sebagian pejabat menilai suku bunga dapat ditahan lebih lama sambil menilai data yang masuk, sementara yang lain menekankan pemangkasan tambahan akan membutuhkan pelemahan pasar tenaga kerja yang lebih nyata. Di sisi korporasi, sejumlah pihak melihat koreksi tajam di saham software pekan lalu sebagai reaksi yang berlebihan, dan menilai ekonomi AS masih punya ruang tumbuh berkat produktivitas dan dukungan terhadap laba perusahaan. - PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Senin, 09 Februari 2026

PT Solid | Perak Bangkit 2 Hari, Pasar Borong usai “Crash”

 

Harga Emas hari ini - Harga perak naik lagi untuk sesi kedua pada Senin. Logam putih ini menguat lebih dari 2% dan bergerak mendekati $80 per ons, setelah sebelumnya melonjak sekitar 10% pada sesi terakhir. Pembelian muncul karena banyak pelaku pasar melihat harga perak masih “diskon” usai aksi jual besar yang sempat memangkas hampir separuh nilainya.

Sentimen dari Jepang ikut nambah tenaga. Kemenangan telak koalisi Perdana Menteri Sanae Takaichi di pemilu akhir pekan membuka peluang kebijakan fiskal yang lebih ekspansif. Ekspektasi belanja pemerintah yang lebih besar dan tekanan pada yen bikin minat ke aset hard seperti logam mulia kembali menguat.

Dari Timur Tengah, AS dan Iran sudah menggelar pembicaraan di Oman pada Jumat untuk meredakan tensi, meski Teheran tetap menolak menghentikan pengayaan bahan bakar nuklir. Situasi ini bikin pasar agak lebih tenang, tapi masih cukup untuk menjaga “rasa waspada” investor terhadap risiko geopolitik.

Minggu ini, fokus pasar juga mengarah ke data ekonomi AS, terutama laporan tenaga kerja dan inflasi yang bisa memberi petunjuk arah kebijakan The Fed. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menilai gejolak ekstrem logam mulia pekan lalu dipicu aksi trader China, dan menyebut puncak harga kemarin sebagai ledakan spekulatif. - PT Solid 

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 06 Februari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Nikkei Tertekan: Tech AS Jatuh, Sinyal Tenaga Kerja Melemah

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang dibuka melemah pada hari Jumat (6 Feb) karena sentimen global memburuk: semalam bursa AS terutama sektor teknologi kembali jatuh, sementara data tenaga kerja AS memberi sinyal ekonomi mulai “dingin”.

Tekanan paling terasa di saham logam dan elektronik. Sumitomo Metal Mining turun 6,8%, dan Kioxia Holdings turun 6,0%, menunjukkan kekhawatiran bahwa permintaan global untuk komoditas dan komponen teknologi bisa melambat jika ekonomi AS melemah.

Dari AS, pemicunya dua: pertama, aksi jual saham tech memicu kecemasan pasar soal belanja besar-besaran AI dan pertanyaan “kapan balik modalnya” (beberapa raksasa teknologi turun tajam).

Kedua, indikator tenaga kerja semakin terlihat lemah—lowongan pekerjaan turun ke sekitar level terendah sejak tahun 2020, dan klaim penurunan pengangguran naik lebih tinggi dari perkiraan. Kombinasi ini membuat investor semakin defensif dan ikut menekan aset berisiko di Asia.

Di pasar valuta asing, USD/JPY berada di 156,68, lebih rendah dari 156,93 saat penutupan pasar saham Tokyo Kamis—artinya yen sedikit menguat. Yen yang menguat biasanya jadi beban tambahan untuk saham eksportir karena potensi menekan pendapatan saat konversi.

Fokus pasar hari ini juga mengumumkan musim laporan kinerja emiten: Toyota Motor dan Itochu Corp. dijadwalkan merilis hasil kuartalan pada hari Jumat, sehingga trader cenderung mengurangi risiko sebelum angka resmi keluar.

Sejauh ini, Nikkei Stock Average turun 1,5% menjadi 53.021,40, dengan pelaku pasar menunggu apakah data AS berikutnya akan memperkuat narasi “ekonomi melambat” (yang bisa mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga), atau justru hanya jeda sementara. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 04 Februari 2026

PT Solid Gold | Saham Asia Tergelincir, Apakah Rotasi Menjauh dari Teknologi Lagi?

 

Harga Emas hari ini - Sebagian besar saham Asia melemah, menyusul aksi jual saham teknologi di Amerika Serikat yang menyeret turun indeks utama Wall Street. Di balik koreksi tersebut, pasar tampaknya beralih ke sektor yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi—sebuah tanda rotasi yang semakin meningkat.

Di awal sesi, saham Jepang dibuka lebih rendah, sementara futures menunjukkan pelemahan di Hong Kong. Penurunan tajam saham perangkat lunak dalam perdagangan AS membebani S&P 500 dan Nasdaq 100, meredam selera risiko di Asia.

Pemicu tambahan datang setelah penutupan pasar AS: Advanced Micro Devices merilis perkiraan yang mengecewakan. AMD telah lama dikenal sebagai penantang utama Nvidia di pasar prosesor AI—sehingga prospek yang kurang bagus dengan cepat memengaruhi psikologi pelaku pasar.

Menariknya, meskipun terjadi penurunan pada indeks utama, sebagian besar saham di S&P 500 justru naik—memperkuat narasi rotasi. FedEx melanjutkan reli ke rekor tertingginya, sementara Walmart melampaui kapitalisasi pasar $1 triliun. Ini berarti pasar sebenarnya tidak "benar-benar menghindari risiko," tetapi lebih seperti pergeseran dari sektor teknologi ke sektor lain.

Penurunan harga saham awal terjadi pada saham-saham yang terkait dengan perangkat lunak hukum dan layanan data. Experian, London Stock Exchange Group, dan Thomson Reuters semuanya jatuh, dan efeknya kemudian menyebar ke hampir seluruh sektor perangkat lunak—mendorong ETF iShares Expanded Tech-Software Sector turun sekitar 4,5%. Bahkan "keranjang" saham perangkat lunak Goldman Sachs anjlok 6%, penurunan harian terbesar sejak penurunan harga saham pada bulan April yang dipicu oleh tarif.

Pada aset lain, Bitcoin jatuh untuk hari kedua, memperpanjang tren penurunannya selama beberapa bulan terakhir. Harga minyak justru naik setelah Angkatan Laut AS menembak jatuh drone Iran yang menuju ke kapal induk di Laut Arab. Dolar AS sedikit menguat pada Rabu pagi setelah melemah di sesi perdagangan AS, sementara obligasi pemerintah AS tetap relatif stabil—pasar mencerna komentar dari pejabat Federal Reserve Bank of Richmond, Tom Barkin, dan Gubernur Fed, Stephen Miran, tentang arah suku bunga tahun ini. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 03 Februari 2026

Solid Gold | Saham Hong Kong Hentikan Penurunan Dua Harinya

 

Harga Emas hari ini - Saham di Hong Kong naik 111 poin, atau 0,4%, menjadi 26.887 pada perdagangan Selasa (3/2) pagi, menghentikan penurunan selama dua sesi. Pemulihan ini mengikuti penguatan semalam di Wall Street, karena tekanan dari aksi jual tajam pekan lalu di sektor logam dan mata uang kripto semakin mereda.

Aksi beli saham murah juga muncul setelah pasar lokal mundur dari level tertinggi 4,5 tahun. Saham daratan Tiongkok juga naik setelah kerugian baru-baru ini, didukung oleh data survei swasta yang menunjukkan aktivitas pabrik pada bulan Januari tumbuh dengan laju tercepat dalam tiga bulan, dengan produsen meningkatkan produksi menjelang Tahun Baru Imlek. Namun, kenaikan dibatasi oleh kehati-hatian menjelang rilis data penjualan ritel Hong Kong bulan Desember hari ini, dan oleh langkah Tiongkok untuk menaikkan PPN pada layanan telekomunikasi menjadi 9% dari 6%.

Semua sektor diperdagangkan lebih tinggi, dipimpin oleh sektor properti dan keuangan. Saham pertambangan naik bersama dengan logam, termasuk Zijin Gold International (3,3%) dan Zhaojin Mining (1,9%). Saham-saham lain yang mengalami kenaikan signifikan adalah CK Hutchison (3,7%), Wuxi Biologics (3,2%), dan MTR Corp (3,0%). - Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

Senin, 02 Februari 2026

PT Solid | Pasar Masuk Mode Waspada: China, Logam Mulia, dan Bitcoin

 

Harga Emas hari ini - Pasar Asia-Pasifik bergerak campur aduk jelang rilis data aktivitas pabrik China untuk Januari. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,13% dan Topix menguat 0,52%, sementara Korea Selatan justru terpukul: Kospi turun lebih dari 2,5% dan Kosdaq melemah hingga 3%. Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0,57%, sedangkan kontrak berjangka Hang Seng berada di 27.330, sedikit di bawah penutupan terakhir 27.387,11.

Sentimen “risk-off” semakin terasa setelah jatuhnya tajam logam mulia pada hari Jumat. Perak—yang sudah lebih dari dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir—ambles sekitar 30% dalam satu hari (terburuk sejak 1980), sementara emas turun sekitar 9%. Pagi ini, emas spot terakhir di sekitar $4.744/ons dan perak di area $80/ons, membuat investor semakin sensitif terhadap volatilitas dan mulai mengurangi risiko.

Getaran risk-off merembet ke aset berisiko, terutama Bitcoin yang sempat jatuh di bawah $80.000 untuk pertama kali sejak April, dan terakhir diperdagangkan di sekitar $76.700. Bersamaan dengan itu, futures Wall Street melemah di awal sesi Asia: Dow futures turun 143 poin (sekitar 0,3%), S&P 500 futures turun 0,6%, dan Nasdaq-100 futures tertekan hampir 1%.

Dari sesi Jumat di AS, saham-saham turun lagi karena sektor teknologi masih lesu, meski pasar relatif menerima pilihan Donald Trump yang mengarah pada Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve. S&P 500 ditutup turun 0,43% ke 6.939,03, Dow turun 0,36% ke 48.892,47, dan Nasdaq Composite melemah 0,94% ke 23.461,82. Intinya: pasar membuka bulan baru dalam mode “uji nyali”—arah berikutnya sangat ditentukan oleh data China dan apakah koreksi emas-perak serta pelemahan bitcoin berhenti atau lanjut. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 30 Januari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Trump “Kunci” Pesawat Kanada? AS Ancam Tarif 50%

 

Harga Emas hari ini - Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mengenakan tarif 50% untuk pesawat buatan Kanada yang dijual di Amerika, sekaligus mengancam akan mencabut sertifikasi pesawat Kanada di pasar AS.

Pemicu utamanya: Trump menuding Kanada “menahan” proses sertifikasi untuk beberapa jet Gulfstream (perusahaan AS). Jika Ottawa tidak segera menyetujui, Trump menyebut AS akan mendecertify pesawat Kanada, termasuk Bombardier Global Express.

Ancaman ini jadi babak baru ketegangan dagang AS–Kanada. Sebelumnya, Trump juga sempat melontarkan ancaman tarif 100% untuk barang Kanada jika Kanada membuat kesepakatan dagang dengan China.

Situasi memanas setelah PM Kanada Mark Carney melontarkan pernyataan di Davos yang dipandang sebagai kritik tersirat terhadap arah kebijakan Trump. Carney menegaskan ia tidak “menarik ucapan”, meski sudah berbicara langsung dengan Trump pekan ini.

Tarik-ulur ini terjadi menjelang pembahasan ulang perjanjian dagang regional USMCA. Dalam praktiknya, banyak arus barang masih masuk relatif “lebih ringan”, meski beberapa sektor tetap jadi pengecualian dan rawan jadi target kebijakan baru.

Di hari yang sama, Trump juga mengancam tarif terhadap negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba, lewat kebijakan berbasis deklarasi darurat nasional. Ini berpotensi menyeret negara lain di kawasan, termasuk Meksiko, ke pusaran tekanan tarif.

Intinya: Trump sedang memakai tarif + sertifikasi sebagai tuas negosiasi—bukan cuma soal dagang, tapi juga soal posisi politik dan arah aliansi. Pasar kini menunggu apakah ancaman ini benar-benar dieksekusi, atau dipakai sebagai “alat tekan” menjelang negosiasi berikutnya. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id