Harga Emas hari ini - Harga emas bergerak tipis setelah dolar AS melemah, sementara pelaku pasar menilai upaya meredam guncangan pasokan minyak yang muncul dari perang di Timur Tengah.
Pada perdagangan awal, emas batangan berada di sekitar US$5.000 per ounce, setelah turun 0,3% pada sesi sebelumnya. Pelemahan dolar memberi ruang penopang bagi emas karena membuat logam mulia relatif lebih murah bagi pembeli non-AS.
Di sisi lain, minyak kembali naik setelah jatuh pada Senin. Pasar menimbang rencana pelepasan cadangan darurat dan sinyal penambahan pasokan, berhadapan dengan meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur energi serta gangguan arus pengiriman melalui Selat Hormuz yang mendekati macet.
Ketegangan geopolitik yang berkepanjangan turut memunculkan risiko inflasi. Kondisi ini mengurangi peluang bank sentral AS untuk segera melonggarkan kebijakan, dan pelaku pasar kini menilai hampir tidak ada kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed pekan ini.
Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menekan emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil bunga. Namun, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai tetap bertahan di tengah ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran pasar terhadap independensi kebijakan moneter.
Spot gold tercatat nyaris tidak berubah di US$5.005,54 per ounce pada 07.05 waktu Singapura. Indeks dolar Bloomberg naik 0,1% setelah turun 0,6% pada Senin, sementara perak naik 0,1% ke US$80,90 dan platinum serta palladium ikut menguat. - Solid Gold
Sumber: Newsmaker.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar