Harga Emas hari ini - Saham-saham Asia bergerak tipis dan bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada Rabu, menjelang rilis data tenaga kerja AS yang dinilai krusial. Sentimen pasar masih ditopang data penjualan ritel AS yang melemah, karena memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga di paruh akhir tahun.
Indeks MSCI Asia Pasifik nyaris tidak berubah setelah dua hari menguat yang membawa indeks itu ke rekor baru. Namun, arah pasar tidak sepenuhnya solid setelah Wall Street terkoreksi pada Selasa, dengan investor kembali memilah risiko terutama di saham-saham teknologi.
Di pasar obligasi, kontrak berjangka Treasury AS mempertahankan penguatan setelah imbal hasil (yield) 10 tahun turun ke level terendah dalam sekitar satu bulan pada sesi sebelumnya. Aktivitas perdagangan obligasi tunai di sesi Asia juga lebih sepi karena pasar Jepang libur. Di tengah penurunan yield, emas—yang cenderung diuntungkan saat suku bunga turun—bergerak naik tipis, seiring pasar uang mulai menaikkan peluang tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini.
Data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan memberi sinyal daya dukung konsumsi terhadap ekonomi mulai melemah di akhir tahun. Situasi ini membuat pekan ini menjadi sangat menentukan: pasar menunggu laporan pekerjaan pada Rabu dan data inflasi pada Jumat untuk membaca arah suku bunga berikutnya, sementara ketidakpastian di sektor teknologi tetap membayangi akibat besarnya belanja perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan.
Sejumlah pelaku pasar menilai laporan pekerjaan akan menjadi penentu utama. Proyeksi konsensus mengarah pada kenaikan payroll sekitar 65.000 pada Januari, dengan tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,4%. Selain itu, akan ada revisi tahunan data ketenagakerjaan yang berpotensi menunjukkan koreksi turun pada total pekerjaan dalam setahun hingga Maret 2025, sehingga meningkatkan sensitivitas pasar terhadap hasil rilis kali ini.
Di luar data, komentar pejabat The Fed juga ikut membentuk ekspektasi. Sebagian pejabat menilai suku bunga dapat ditahan lebih lama sambil menilai data yang masuk, sementara yang lain menekankan pemangkasan tambahan akan membutuhkan pelemahan pasar tenaga kerja yang lebih nyata. Di sisi korporasi, sejumlah pihak melihat koreksi tajam di saham software pekan lalu sebagai reaksi yang berlebihan, dan menilai ekonomi AS masih punya ruang tumbuh berkat produktivitas dan dukungan terhadap laba perusahaan. - PT Solid Gold
Sumber : Newsmaker.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar