Selasa, 23 Desember 2025

Solid Gold | Trump: AS Bisa Simpan atau Jual Minyak yang Disita dari Venezuela

 

Harga Emas hari ini - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Amerika Serikat (AS) mungkin akan menyimpan dan mungkin juga menjual minyak yang telah disita di lepas pantai Venezuela dalam beberapa pekan terakhir, seperti yang dilaporkan Reuters pada hari Senin.

Trump menambahkan bahwa AS juga akan menyimpan kapal-kapal yang disita.

"Mungkin kita akan menjualnya, mungkin kita akan menyimpannya," kata Trump, menambahkan bahwa minyak tersebut mungkin juga digunakan untuk mengisi kembali cadangan strategis Amerika Serikat. - Solid Gold

Senin, 22 Desember 2025

PT Solid | AS Kejar Tanker Venezuela, Ini yang Terjadi pada Harga Minyak!

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak naik setelah Presiden AS Donald Trump memperketat blokade terhadap Venezuela. AS sudah menaiki satu kapal tanker, dan kini sedang mengejar tanker lain hanya dalam hitungan minggu sejak penangkapan pertama.

Brent naik mendekati $61 per barel setelah turun dua minggu berturut-turut. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar $57.

Pada Sabtu, US Coast Guard menaiki tanker Centuries di Karibia. Kapal ini membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah Venezuela. Di saat yang sama, AS juga sedang memburu tanker Bella 1 yang sedang menuju negara Amerika Latin tersebut.

Ketegangan pasokan juga meningkat dari anggota OPEC+ lainnya. Ukraina untuk pertama kalinya menyerang sebuah tanker dari "shadow fleet" Rusia di Laut Mediterania menggunakan drone. Sebelumnya, ada juga serangan ke fasilitas Lukoil PJSC di Laut Kaspia.

Situasi geopolitik ini membantu menahan penurunan harga minyak, yang sudah turun sekitar seperlima sepanjang tahun ini. Penurunan terjadi karena pasokan berlebih, ketika OPEC+ memulihkan produksi lebih cepat dari perkiraan, sementara negara lain juga menaikkan output dan permintaan masih lemah. Pada pukul 7:22 pagi di Singapura, Brent Februari naik 0,6% ke $60,83, dan WTI Februari naik 0,6% ke $56,86. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 19 Desember 2025

PT Solid Gold Berjangka | Yen Terpuruk Meski BOJ Naikkan Suku Bunga, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

 

Harga Emas hari ini - Yen Jepang menjadi mata uang utama dengan kinerja terburuk terhadap dolar AS sepanjang 2025, meskipun Bank Sentral Jepang (BOJ) justru menaikkan suku bunga. Bahkan dengan langkah pengetatan lebih lanjut, yen masih bisa berada di "zona bahaya" yang memicu intervensi pemerintah. BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga seperempat poin persentase pada hari Jumat, membawa suku bunga kebijakan ke level tertinggi dalam tiga dekade, yaitu 0,75%.

Kontrak berjangka menunjukkan kemungkinan kenaikan tambahan sekitar 40 basis poin tahun depan, menjadikan BOJ salah satu bank sentral G10 yang paling agresif, bersama Reserve Bank of New Zealand dan Reserve Bank of Australia. Investor akan mencermati arahan Gubernur BOJ, Kazuo Ueda, untuk mencari petunjuk apakah pengetatan lebih lanjut akan dilakukan.

Namun, kenaikan suku bunga belum tentu membuat yen pulih pada 2026. Sebagian besar bank sentral utama hampir menyelesaikan siklus pelonggaran kebijakan moneter mereka, kecuali Federal Reserve AS. Jika bank sentral lain mulai mengetatkan kebijakan tahun depan, kesenjangan dengan BOJ bisa cepat menyempit, sehingga tekanan terhadap yen kemungkinan tetap tinggi.- PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 18 Desember 2025

Solid Gold Berjangka | Minyak Bangkit, Dunia Waspada Pasokan

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak dunia kembali naik setelah sempat jatuh ke level terendah dalam empat setengah tahun. Kenaikan ini terjadi karena investor menimbang risiko geopolitik yang meningkat, mulai dari Venezuela hingga Rusia, di tengah prospek pasokan minyak global yang masih terlihat ketat.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan sedikit di bawah USD 57 per barel setelah naik 1,2% pada perdagangan Rabu. Sementara itu, minyak Brent ditutup sedikit di bawah USD 60 per barel. Amerika Serikat bersiap menjatuhkan sanksi baru ke sektor energi Rusia guna menekan kesepakatan damai Ukraina, serta menyatakan blokade ekspor minyak Venezuela, yang memicu kekhawatiran akan berkurangnya pasokan global.

Presiden AS Donald Trump menegaskan keinginan negaranya untuk mengambil kembali hak atas minyak dan lahan Venezuela. Ia menuduh pemerintah Caracas telah merampas "hak energi" milik AS. Di saat yang sama, Washington juga mempertimbangkan langkah menargetkan armada bayangan kapal tanker Rusia dan para pedagang yang membantu ekspor minyak negara tersebut.

Ketegangan geopolitik ini memberi dorongan jangka pendek bagi harga minyak, terutama setelah WTI sempat jatuh di bawah USD 55 per barel awal pekan ini, level terendah sejak Februari 2021. Namun, tanda-tanda pelemahan pasar mulai terlihat, baik dari Timur Tengah maupun AS, seiring kekhawatiran kelebihan pasokan tahun depan. Di AS, stok minyak mentah turun moderat, sementara persediaan bensin dan distilat justru meningkat. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 17 Desember 2025

PT Solid Gold | Minyak Tertekan, Pasar Cemas Banjir Pasokan

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak bertahan stabil setelah ditutup di level terendah sejak 2021 pada perdagangan Rabu(17/12). Tekanan datang dari tanda-tanda kelebihan pasokan yang semakin jelas di pasar global, membuat pelaku pasar tetap berhati-hati.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di dekat US$55 per barel setelah anjlok hampir 6% dalam empat sesi terakhir. Sementara itu, Brent berada sedikit di bawah US$59 per barel. Pelemahan terlihat di berbagai wilayah, dari Timur Tengah hingga Amerika Serikat, seiring proyeksi Badan Energi Internasional tentang lonjakan kelebihan pasokan terbesar sejak masa pandemi.

Pasokan berlebih ini dipicu oleh langkah OPEC+ yang dengan cepat mengembalikan produksi yang sebelumnya dipangkas. Di sisi lain, produsen non-OPEC juga meningkatkan produksi. Kondisi ini membuat harga minyak berada di jalur penurunan tahunan, ditambah spekulasi potensi kesepakatan damai di Ukraina yang bisa melonggarkan pembatasan ekspor minyak Rusia.

Di tengah situasi tersebut, empat kapal tanker besar yang semula menuju Venezuela dilaporkan berbalik arah. Langkah ini menyusul penyitaan kapal tanker yang terkena sanksi oleh pasukan AS di perairan Karibia. Presiden Donald Trump juga meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Nicolas Maduro, dengan tujuan membatasi pendapatan minyak Venezuela yang krusial. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 16 Desember 2025

Solid Gold | Nikkei Terseret Wall Street, Saham AI Jepang Terpukul

 

Harga Emas hari ini - Indeks saham Jepang Nikkei dibuka melemah 1,1% ke level 49.624,20 pada perdagangan awal, mengikuti penurunan tajam Wall Street semalam. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati karena jadwal data dan agenda ekonomi yang padat sepanjang pekan ini. Menurut Kepala Analis Pasar IG, Chris Beauchamp, selera risiko investor masih rendah sehingga pasar cenderung bergerak tertekan.

Tekanan juga datang dari saham-saham terkait kecerdasan buatan, seiring melemahnya Indeks Komposit Nasdaq di Amerika Serikat. Saham teknologi Jepang pun ikut terimbas, dengan Yaskawa Electric anjlok 5,5%, Fujikura turun 5,1%, dan Japan Exchange Group melemah 4,7%. Sementara itu, nilai tukar dolar AS terhadap yen berada di level 154,74, sedikit lebih rendah dibandingkan 155,21 pada perdagangan New York Senin malam. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 15 Desember 2025

PT Solid | Minyak Bertahan di Level Terendah, Kenapa Belum Jatuh Lagi?

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak masih stabil di dekat level terendah hampir dua bulan, karena pasar lebih khawatir soal kelebihan pasokan dibandingkan dampak ketegangan geopolitik. Brent bertahan di sekitar US$61/barel setelah ditutup di level terendah sejak 20 Oktober, sementara WTI masih di bawah US$58/barel.

Tekanan utama datang dari ekspektasi surplus pasokan yang membesar: OPEC+ dan produsen lain terus memompa lebih banyak minyak, sementara pertumbuhan konsumsi dinilai masih lambat. Kondisi ini bikin harga minyak diperkirakan tetap berada di jalur penurunan tahunan.

Meski begitu, geopolitik ikut menahan kejatuhan lebih dalam lewat "premi risiko". Ukraina kembali menyerang infrastruktur energi Rusia, Iran mengklaim menyita kapal tanker asing di Teluk Oman, dan AS juga sempat mencegat kapal di lepas pantai Venezuela saat tekanan terhadap rezim Maduro meningkat. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, aktivitas perdagangan diperkirakan lebih tipis, sehingga pergerakan harga bisa jadi lebih mudah bergejolak. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 12 Desember 2025

PT Solid Gold Berjangka | Brent Tertekan Damai Ukraina & Data BBM AS

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak Brent hari ini cenderung melemah setelah semalam ditutup turun sekitar 1,5% ke kisaran $61-an per barel, tertekan fokus pasar pada kemajuan perundingan damai Rusia-Ukraina dan kekhawatiran permintaan BBM di AS. Investor menilai, jika perdamaian tercapai, sebagian pasokan minyak Rusia yang kini tertahan sanksi bisa kembali mengalir ke pasar global, sehingga menambah tekanan suplai ke depan.

Dari sisi data, laporan EIA menunjukkan stok bensin dan distilat AS naik cukup besar, mengindikasikan permintaan bahan bakar yang tidak terlalu kuat dan menekan margin kilang. Di saat yang sama, Fed baru saja memangkas suku bunga lagi, yang secara teori mendukung permintaan minyak lewat pertumbuhan ekonomi, tetapi efek positifnya tertahan oleh kekhawatiran oversupply.

Di level fundamental yang lebih luas, OPEC+ masih mempertahankan proyeksi permintaan yang stabil hingga 2026, sementara laporan IEA dan EIA sama-sama menilai pasar masih berpotensi mencatat surplus persediaan dalam beberapa tahun ke depan, meski tidak sebesar perkiraan awal. Kondisi ini membuat Brent cenderung bergerak dalam rentang sempit: didukung risiko geopolitik (tanker disita AS, infrastruktur Rusia diserang), tapi dibatasi oleh kekhawatiran pasokan berlebih dan permintaan bahan bakar yang lesu. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 11 Desember 2025

Solid Gold Berjangka | Minyak Menguat di Tengah Konflik

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak dunia kembali naik setelah Amerika Serikat menyita sebuah kapal tanker raksasa yang membawa minyak Venezuela di lepas pantai negara tersebut. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat naik hingga mendekati $59 per barel, sementara Brent bertahan di atas $62 per barel. Langkah AS ini membuat banyak pelaku pasar khawatir, karena bisa membuat negara lain takut mengirim atau menerima minyak dari Venezuela, yang sebenarnya adalah salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Artinya, kalau aliran minyak dari sana terganggu, pasar bisa melihat ada risiko berkurangnya pasokan.

Di saat yang hampir bersamaan, Ukraina juga menyerang kapal tanker "armada bayangan" yang terkait dengan perdagangan minyak Rusia. Armada bayangan ini adalah jaringan kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak Rusia dengan cara "mengakali" sanksi. Serangan ini menambah ketegangan geopolitik, karena menyasar jalur distribusi energi yang sensitif. Jadi, dari sisi sentimen, pasar melihat risiko baru: pasokan minyak dari dua pemain penting-Venezuela dan Rusia-bisa terganggu sewaktu-waktu.

Namun, di balik ketegangan geopolitik ini, gambar besar pasar minyak sebenarnya masih cenderung bearish (cenderung turun). Produksi dari kelompok OPEC+ dan negara-negara Amerika diperkirakan masih akan naik dan melampaui pertumbuhan permintaan yang lemah. Kalau produksi lebih besar dari permintaan, secara teori pasar akan mengalami kelebihan pasokan (oversupply), yang biasanya menekan harga dalam jangka menengah-panjang. Karena itu, pelaku pasar sekarang menunggu laporan terbaru dari OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) yang akan dirilis hari Kamis. Laporan itu diharapkan bisa memberi gambaran lebih jelas: apakah risiko geopolitik tadi akan cukup kuat mengimbangi ancaman oversupply, atau justru pasar minyak akan kembali tertekan setelah euforia kenaikan harga mereda. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 09 Desember 2025

Solid Gold | Bantuan Miliaran Dolar Trump untuk Petani, Obat Atau Luka Baru?

 

Harga Emas hari ini - Presiden Donald Trump mengumumkan paket bantuan senilai $11 miliar untuk para petani Amerika, terutama petani kedelai, yang terpukul oleh perang dagang dan jatuhnya harga tanaman pangan. Kebijakan tarif terhadap banyak negara, terutama Tiongkok, membuat ekspor kedelai AS anjlok karena Tiongkok menghentikan pembelian kedelai Amerika. Padahal, Tiongkok merupakan pembeli terbesar yang biasanya menyerap sekitar setengah ekspor kedelai AS. Banyak petani kini tertekan oleh harga panen yang rendah dan biaya produksi yang terus naik.

Sebagian besar dana akan disalurkan lewat program baru Farmer Bridge Assistance dari Departemen Pertanian AS, yang dirancang untuk membantu petani tanaman pangan menghadapi utang dan tekanan keuangan dari musim tanam 2025. Trump menyebut bantuan ini berasal dari pendapatan tarif dan mengklaim tanpa tarif, bantuan seperti ini tidak mungkin terjadi. Ia juga berjanji akan menurunkan biaya peralatan pertanian dengan menghapus "pembatasan lingkungan" yang menurutnya membuat ongkos produksi membengkak. Sebelumnya, pada masa jabatan pertamanya, Trump sudah pernah menggelontorkan $16 miliar bantuan untuk petani di tengah balasan tarif Tiongkok.

Reaksi dari kalangan petani dan organisasi pertanian beragam. Sejumlah kelompok seperti Asosiasi Kedelai Amerika (ASA) dan Federasi Biro Pertanian Amerika menyebut paket ini sebagai "jalur penyelamat" jangka pendek yang bisa membantu petani bernapas dan merencanakan musim tanam 2026. Survei Universitas Purdue juga menunjukkan sentimen petani sedikit membaik setelah adanya kesepakatan perdagangan AS–Tiongkok dan janji Tiongkok untuk melanjutkan pembelian kedelai pada 2026. Namun di lapangan, banyak petani sudah lebih dulu terpukul: pengajuan kebangkrutan petani naik tajam dan tekanan di wilayah pedesaan makin besar.

Di sisi lain, kritik keras datang dari Partai Demokrat di Kongres. Mereka menilai akar masalahnya justru kebijakan tarif Trump sendiri, bukan kurangnya bantuan tunai. Tokoh Demokrat seperti Senator Amy Klobuchar dan Anggota DPR Jonathan L. Jackson menegaskan bahwa petani sebenarnya "butuh perdagangan, bukan bantuan." Menurut mereka, pembayaran sekaligus hanya menutup luka sementara, sementara kebijakan tarif yang "dirancang buruk" telah membuat produk AS terlalu mahal untuk diekspor dan menciptakan kekacauan baru. Jackson bahkan memperkirakan para petani bisa membutuhkan ratusan miliar dolar dalam jangka panjang jika kebijakan perdagangan tidak diperbaiki. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 08 Desember 2025

PT Solid | Minyak Tak Bergerak, Tapi Ada Gejolak Besar di Balik Layar

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak global bergerak stabil di tengah berbagai dinamika geopolitik yang saling bertabrakan. Minyak mentah Brent berada sedikit di bawah $64 per barel, sementara WTI mendekati $60. Salah satu fokus utama pasar adalah hubungan energi antara India dan Rusia, terutama setelah Presiden Vladimir Putin menjanjikan pengiriman bahan bakar tanpa hambatan ke India. Isu ini menjadi semakin penting karena negosiator AS tiba di India untuk melakukan pembicaraan perdagangan.

Di sisi lain, perkembangan terkait potensi kesepakatan damai Ukraina-Rusia juga memengaruhi pergerakan harga. Presiden AS Donald Trump menyebutkan bahwa ia telah berdiskusi dengan Putin dan para pemimpin Ukraina, termasuk Volodymyr Zelenskiy. Namun keadaan di lapangan masih panas, dengan Ukraina melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, termasuk terminal CPC di Laut Hitam yang merupakan jalur ekspor utama. Serangan ini menyebabkan gangguan pemuatan minyak dan mendorong kenaikan harga minyak fisik.

Meski ketegangan meningkat, pasar tetap dibayangi kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan global. Produksi dari OPEC+ serta negara-negara di luar kelompok-seperti AS, Brasil, dan Guyana-diperkirakan melampaui permintaan yang tumbuh lambat. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, pelaku pasar menantikan laporan prospek bulanan dari EIA, IEA, dan OPEC yang dijadwalkan rilis minggu ini, yang kemungkinan besar akan memberikan petunjuk arah pasar berikutnya. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 03 Desember 2025

PT Solid Gold | USD/JPY Bergerak Naik, Tapi Sampai Kapan?

 

Harga Emas hari ini - Pasangan USD/JPY kembali naik ke sekitar 155,85 pada awal sesi Asia hari Rabu(3/12), setelah turun selama tiga hari berturut-turut. Penguatan kecil Dolar AS terjadi karena pasar menunggu rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Meskipun begitu, kenaikan USD masih terlihat terbatas karena sentimen risiko yang berubah-ubah.

Dolar AS mendapat sedikit dukungan, tetapi laporan terbaru soal kandidat Ketua Federal Reserve berikutnya membuat pelaku pasar berhati-hati. Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih, disebut sebagai kandidat terkuat. Ia dikenal mendukung penurunan suku bunga yang lebih agresif, yang bisa membuat USD melemah karena pasar melihat peluang besar penurunan suku bunga oleh The Fed pada 10 Desember.

Di sisi lain, Yen Jepang berpotensi menguat setelah komentar Gubernur BoJ Kazuo Ueda. Ia menegaskan bahwa Bank of Japan siap menaikkan suku bunga lebih lanjut jika kondisi inflasi dan ekonomi sesuai harapan. Spekulasi kenaikan suku bunga ini dapat menekan USD/JPY, karena investor cenderung memilih Yen sebagai aset aman ketika ada peluang kebijakan moneter yang lebih ketat dari BoJ. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 01 Desember 2025

PT Solid | Minyak Anjlok, Fokus Beralih Ke Pertemuan OPEC+

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak mentah berjangka turun tipis pada hari Jumat(28/11) karena investor mempertimbangkan premi risiko geopolitik minyak di tengah perundingan damai Rusia-Ukraina yang berlarut-larut, sembari tetap memperhatikan pertemuan OPEC+ hari Minggu untuk mendapatkan petunjuk tentang potensi perubahan produksi.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS kembali diperdagangkan setelah dibekukan akibat gangguan sistem di operator bursa CME Group, yang disebabkan oleh masalah pendinginan di pusat data CyrusOne. Brent diperdagangkan di Intercontinental Exchange, atau ICE.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk bulan Januari, yang berakhir pada hari Jumat, ditutup turun 14 sen, atau 0,22%, menjadi $63,20 per barel. Kontrak Februari yang lebih aktif ditutup pada $62,38, turun 49 sen pada penutupan hari Kamis.

Minyak mentah WTI ditutup pada $58,55 per barel, turun 10 sen, atau 0,17%, dari penutupan Rabu. Tidak ada penyelesaian pada hari Kamis karena libur Thanksgiving di AS.

KERUNTUHAN TERPANJANG SEJAK 2023

Meskipun naik sekitar 1% selama seminggu, kedua kontrak ditutup turun untuk bulan keempat berturut-turut, penurunan terpanjang sejak 2023, karena ekspektasi pasokan global yang lebih tinggi membebani harga.

Kuatnya margin keuntungan penyulingan bahan bakar telah mendukung permintaan minyak mentah di beberapa tempat, tetapi dampak negatif dari surplus minyak yang diperkirakan menekan harga, kata analis Rystad, Janiv Shah.

Produksi minyak AS naik ke rekor tertinggi pada bulan September, data dari Badan Informasi Energi (EIA) menunjukkan pada hari Jumat, memperdalam kekhawatiran bahwa pasar sedang menuju surplus.

Produksi minyak mentah AS naik 44.000 barel per hari pada bulan September ke rekor 13,84 juta barel per hari, menurut data EIA. Survei Reuters terhadap 35 ekonom dan analis menunjukkan responden memperkirakan harga Brent rata-rata $62,23 per barel pada tahun 2026, turun dari perkiraan Oktober sebesar $63,15. Data LSEG menunjukkan bahwa harga acuan telah mencapai rata-rata $68,80 per barel sejauh ini pada tahun 2025.

Tanda-tanda bahwa kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia kemungkinan akan tercapai mendorong harga minyak turun tajam awal pekan ini, tetapi harga telah pulih selama tiga sesi terakhir karena negosiasi yang berlarut-larut. "Harga minyak berjangka telah mengantisipasi semacam kesepakatan damai yang terus menekan harga," ujar Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial, dalam sebuah catatan pada hari Jumat.

"Namun, masih sedikit yang diketahui saat ini, dan tidak adanya kesepakatan kemungkinan akan mengakibatkan sanksi yang lebih ketat terhadap ekspor minyak Rusia." Pada hari Minggu, OPEC+ kemungkinan akan mempertahankan tingkat produksi minyak tidak berubah pada pertemuan-pertemuan mereka dan menyepakati mekanisme untuk menilai kapasitas produksi maksimum para anggota, dua delegasi dari kelompok tersebut dan seorang sumber yang mengetahui pembicaraan kelompok tersebut mengatakan kepada Reuters.

Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, diperkirakan akan menurunkan harga minyak mentah bulan Januari untuk pembeli Asia untuk bulan kedua ke level terendah dalam lima tahun, di bawah tekanan dari persediaan yang melimpah dan prospek surplus, sumber mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id