Jumat, 30 Januari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Trump “Kunci” Pesawat Kanada? AS Ancam Tarif 50%

 

Harga Emas hari ini - Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mengenakan tarif 50% untuk pesawat buatan Kanada yang dijual di Amerika, sekaligus mengancam akan mencabut sertifikasi pesawat Kanada di pasar AS.

Pemicu utamanya: Trump menuding Kanada “menahan” proses sertifikasi untuk beberapa jet Gulfstream (perusahaan AS). Jika Ottawa tidak segera menyetujui, Trump menyebut AS akan mendecertify pesawat Kanada, termasuk Bombardier Global Express.

Ancaman ini jadi babak baru ketegangan dagang AS–Kanada. Sebelumnya, Trump juga sempat melontarkan ancaman tarif 100% untuk barang Kanada jika Kanada membuat kesepakatan dagang dengan China.

Situasi memanas setelah PM Kanada Mark Carney melontarkan pernyataan di Davos yang dipandang sebagai kritik tersirat terhadap arah kebijakan Trump. Carney menegaskan ia tidak “menarik ucapan”, meski sudah berbicara langsung dengan Trump pekan ini.

Tarik-ulur ini terjadi menjelang pembahasan ulang perjanjian dagang regional USMCA. Dalam praktiknya, banyak arus barang masih masuk relatif “lebih ringan”, meski beberapa sektor tetap jadi pengecualian dan rawan jadi target kebijakan baru.

Di hari yang sama, Trump juga mengancam tarif terhadap negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba, lewat kebijakan berbasis deklarasi darurat nasional. Ini berpotensi menyeret negara lain di kawasan, termasuk Meksiko, ke pusaran tekanan tarif.

Intinya: Trump sedang memakai tarif + sertifikasi sebagai tuas negosiasi—bukan cuma soal dagang, tapi juga soal posisi politik dan arah aliansi. Pasar kini menunggu apakah ancaman ini benar-benar dieksekusi, atau dipakai sebagai “alat tekan” menjelang negosiasi berikutnya. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 29 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | AS–Iran Memanas Lagi: Trump Umbar Ancaman, “Armada” AS Sudah di Kawasan

 

Harga Emas hari iniKetegangan Amerika Serikat dan Iran kembali naik level menjelang akhir Januari 2026. Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari terakhir melontarkan peringatan keras agar Iran segera kembali ke meja perundingan nuklir. Jika tidak, Trump menyebut serangan berikutnya akan “jauh lebih buruk” daripada serangan sebelumnya, sambil menegaskan pengerahan kekuatan militer AS ke kawasan Timur Tengah.

Dari sisi “kondisi terkini”, yang paling jelas terkonfirmasi saat ini adalah bahasa ancaman meningkat dan postur militer AS diperkuat—bukan pengumuman resmi tanggal serangan. Reuters melaporkan Trump menyebut armada yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln menuju kawasan, menambah opsi Washington untuk melindungi pasukan AS atau, bila diputuskan, melakukan aksi militer.

Dari Teheran, responsnya juga keras. Misi Iran di PBB menilai ancaman tersebut sebagai intimidasi, tapi tetap menyatakan “ruang dialog” jika didasari saling menghormati. Namun Iran sekaligus menegaskan akan membela diri dan merespons bila ada agresi. Di sisi diplomasi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Iran tidak meminta negosiasi dengan AS, dan tidak ada kontak terbaru dengan utusan khusus AS Steve Witkoff—meski konsultasi via perantara disebut masih ada.

Faktor lain yang bikin pasar gelisah adalah arah politik AS sendiri. Trump sempat menyampaikan ia tidak terlalu khawatir dengan pelemahan dolar, sementara narasi “dolar lebih lemah” dipersepsikan sebagian pelaku pasar sebagai sinyal kebijakan yang tidak konvensional. Di saat yang sama, meningkatnya tensi AS–Iran ikut mengangkat premi risiko di aset-aset sensitif geopolitik, terutama energi.

Dampak paling cepat terlihat di minyak. Citi memperkirakan harga minyak bisa bertahan tinggi dalam jangka pendek meski ada risiko oversupply, karena pasar memasang geopolitical premium terkait Timur Tengah dan faktor suplai lain. Citi memperkirakan premi geopolitik ini menambah sekitar US$3–US$4 per barel pada harga minyak, dan eskalasi tambahan bisa mendorong Brent mendekati target jangka pendek sekitar US$70/barel.

Posisi hari ini: belum ada pengumuman resmi jadwal serangan, tetapi retorika Trump makin eksplisit, pengerahan aset militer disebut berlangsung, dan Iran menolak negosiasi di bawah ancaman sambil menyiapkan pesan balasan. Pasar membaca kombinasi ini sebagai situasi “siap panas kapan saja”, sehingga volatilitas—terutama di minyak dan safe haven—cenderung tetap tinggi. - Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

Rabu, 28 Januari 2026

Solid Gold | Aussie Dollar Ngebut ke 69 Sen—RBA Mau Naikkan Suku Bunga Lagi?

 

Harga Emas hari ini - Dolar Australia (AUD) diperdagangkan di sekitar US$0,691 pada Selasa (27 Januari 2026), mendekati level terkuat sejak awal 2023. Kenaikan ini banyak ditopang “daya tarik imbal hasil”, karena investor melihat Australia menawarkan return obligasi yang makin menarik dibanding beberapa negara lain.

Pendorong utamanya datang dari pasar obligasi. Yield obligasi pemerintah Australia tenor 3 tahun—yang biasanya paling sensitif terhadap arah suku bunga—naik dan disebut berada di level tertinggi sejak November 2023. Kombinasi reputasi peringkat kredit Australia yang kuat dan ekspektasi bank sentral yang cenderung “hawkish” membuat aset AUD terlihat lebih menarik bagi investor global.

Data tenaga kerja domestik ikut memperkuat narasi itu. Laporan terbaru menunjukkan tingkat pengangguran Desember turun ke 4,1%, terendah dalam tujuh bulan, sementara penambahan pekerjaan jauh melampaui perkiraan pasar. Angka ini membuat sebagian pelaku pasar menilai tekanan permintaan di ekonomi masih cukup kuat, sehingga peluang kebijakan moneter tetap ketat menjadi lebih besar.

Fokus berikutnya beralih ke data inflasi yang akan dirilis Rabu, 28 Januari 2026. Investor akan memantau CPI bulanan Desember dan terutama trimmed mean (rata-rata terpotong) kuartal IV, karena ukuran ini sering dipakai untuk membaca tekanan harga “inti” yang lebih bersih dari gejolak komponen ekstrem.

Pasar memperkirakan inflasi bulanan Desember bisa naik setelah sebelumnya cenderung stagnan, sementara trimmed mean kuartal IV diprediksi sedikit melambat. Kalau inflasi ternyata lebih panas dari perkiraan, ekspektasi “RBA lebih hawkish” bisa makin menguat—dan itu biasanya ikut menjaga AUD tetap kencang. Tapi bila inflasi mendingin lebih cepat, AUD berisiko kehilangan tenaga karena pasar mulai mengurangi taruhan kenaikan suku bunga. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 26 Januari 2026

PT Solid | Yen Menguat, Saham Jepang Tumbang—Ada Sinyal Intervensi

 

Harga Emas hari ini - Saham Jepang turun pada awal perdagangan, terutama saham-saham eksportir seperti produsen mobil. Penyebab utamanya: yen menguat terhadap dolar, memicu kekhawatiran laba perusahaan eksportir bisa tertekan.

Topix Index turun 1,8% ke 3,563.37 pada 9:11 a.m. waktu Tokyo. Sementara Nikkei melemah 1,7% ke 52,914.77.

Tekanan paling terasa di saham besar. Toyota Motor Corp. menjadi kontributor terbesar penurunan Topix setelah sahamnya jatuh 3,9%.

Gambaran pasarnya juga lagi berat sebelah: dari 1,663 saham di Topix, hanya 173 yang naik, 1,460 turun, dan 30 tidak berubah. Artinya, penurunan ini cukup merata, bukan cuma di satu sektor.

Menurut Shoji Hirakawa dari Tokai Tokyo Intelligence Lab, penguatan yen memang cenderung “membebani” saham Jepang. Ia juga menilai yen berpotensi menguat sampai 145 per dolar, jadi investor bakal ekstra fokus ke pergerakan yen.

Selain mata uang, sentimen juga ditekan isu politik. Kekhawatiran soal pemilu dadakan Jepang ikut membayangi, apalagi sejumlah polling media lokal menunjukkan dukungan terhadap kabinet PM Sanae Takaichi mulai menurun. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 23 Januari 2026

PT Solid Gold Berjangka | Dolar AS Menguat, USD/CHF Bertahan di Area Kunci

 

Harga Emas hari ini - Pasangan mata uang USD/CHF bergerak stabil di dekat level 0,7950 pada perdagangan Asia akhir hari Kamis(22/1). Pergerakan ini melanjutkan pemulihan yang terjadi sejak Rabu, setelah sebelumnya sempat terkoreksi tajam pada 19 Ć¢€“ 20 Januari.

Penguatan ini didukung oleh meningkatnya minat beli terhadap Dolar AS setelah pidato Presiden AS Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos. Pada saat yang sama, Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan kuat di sekitar 98,80, mendekati level tertinggi hari sebelumnya.

Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan langkah militer maupun ancaman tarif terhadap Uni Eropa untuk isu Greenland. Ia juga mengumumkan penghapusan tarif 10% terhadap beberapa negara Uni Eropa dan Inggris, setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, serta menyebut telah tercapai kerangka "kesepakatan masa depan" terkait Greenland dan kawasan Arktik.

Meredanya ketegangan geopolitik dan perdagangan antara AS dan Uni Eropa meningkatkan selera risiko investor. Hal ini mendorong reli di pasar global, terlihat dari kontrak berjangka S&P 500 yang kembali naik dan melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya.

Sementara itu, Franc Swiss bergerak relatif tenang namun cenderung melemah dibandingkan dolar Australia dan Selandia Baru. Ketua Bank Nasional Swiss, Martin Schlegel, menyatakan inflasi negatif kemungkinan terjadi tahun ini, namun menilai beberapa bulan inflasi negatif tidak akan menjadi masalah besar bagi perekonomian Swiss. - PT Solid Gold Berjangka

Source : Newsmaker.id

Kamis, 22 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Gangguan Pasokan dan Tarif AS Angkat Harga Minyak

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak menguat pada Selasa (20/1), didukung oleh kombinasi gangguan pasokan dari Kazakhstan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik, serta pelemahan dolar AS yang membuat pembelian minyak berdenominasi dolar lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Brent naik ke sekitar $64,43 per barel, sementara WTI menguat ke kisaran $60 per barel. Meski demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati karena perkembangan geopolitik khususnya terkait Greenland berpotensi memicu ketegangan dagang baru antara AS dan Eropa.

Dari sisi pasokan, Tengizchevroil (TCO) menghentikan produksi di ladang Tengiz dan Korolevskoye setelah terjadi gangguan listrik yang dipicu insiden kebakaran di fasilitas pembangkit. Sejumlah sumber memperkirakan penghentian ini dapat berlanjut sekitar 7 Ć¢€“ 10 hari, dan beberapa kargo ekspor CPC Blend dilaporkan terdampak.

Sentimen permintaan juga terbantu oleh data China. Ekonomi China dilaporkan tumbuh 5,0% pada 2025, sementara throughput kilang dan produksi minyak mentah juga meningkat, memberi sinyal aktivitas energi masih kuat di importir minyak terbesar dunia.

Namun fokus pasar tetap pada risiko kebijakan dagang. Presiden AS Donald Trump kembali mengancam tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa apabila tidak ada kesepakatan terkait Greenland. Dari pihak Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa menyiapkan paket dukungan untuk keamanan Arktik dan menilai ancaman tarif sebagai langkah yang keliru. - Solid Gold Berjangka

Source : Newsmaker.id

Rabu, 21 Januari 2026

PT Solid Gold | Emas Nempel Rekor, Greenland Makin Panas

 

Harga Emas hari ini - Harga emas masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, bergerak di sekitar $4.670 per ons. Permintaan aset aman tetap kuat karena ketegangan dagang ASĆ¢€“Eropa kembali meningkat, membuat investor menahan diri untuk kembali agresif ke aset berisiko.

Sorotan terbaru datang dari Greenland. Laporan menyebut Denmark meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut, sementara Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk memperkuat kontrol atas pulau itu. Situasi ini menambah rasa gelisah pasar karena risiko geopolitik dinilai makin sulit diprediksi.

Di sisi perdagangan, Trump juga mengancam tarif tambahan 10% mulai 1 Februari terhadap delapan negara Eropa. Tarif itu disebut bisa naik menjadi 25% pada Juni jika tidak ada kesepakatan yang memungkinkan AS "mengakuisisi" Greenland. Uni Eropa pun dijadwalkan membahas langkah balasan dalam KTT darurat pada Kamis.

Selain faktor geopolitik, investor juga menunggu rilis data penting dari AS minggu ini, terutama laporan inflasi PCE. Data itu bisa memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed, dan biasanya berpengaruh besar terhadap pergerakan dolar serta daya tarik emas.

Selama tensi Greenland belum mereda dan arah suku bunga masih penuh tanda tanya, emas berpotensi tetap bertahan di level tinggi.- PT Solid Gold

Source : Newsmaker.id

Senin, 19 Januari 2026

PT Solid | Greenland Makin Ricuh: Kanada Ikutan Gak Ya?

 

Harga Emas hari ini - Kanada lagi mempertimbangkan langkah yang cukup “berani”: mengirim sejumlah kecil tentara ke Greenland untuk ikut latihan militer bareng sekutu NATO. Rencana ini masih tahap pembahasan, tapi kalau jadi dilakukan, risikonya besar—karena bisa memancing retaliasi dari Amerika Serikat.

Menurut rancangan awal, pasukan Kanada akan bergabung dengan tentara dari Inggris, Prancis, Denmark, dan negara lain dalam latihan bersama. Namun Perdana Menteri Mark Carney disebut belum mengambil keputusan final dan pembahasannya masih tertutup.

Masalahnya, isu Greenland lagi jadi titik panas karena Presiden AS Donald Trump menjadikan “latihan NATO” sebagai alasan untuk menekan Eropa lewat tarif. Trump mengumumkan tarif 10% yang akan naik jadi 25% pada Juni terhadap delapan negara Eropa, menyusul penolakan mereka atas rencananya terkait Greenland.

Ancaman tarif itu memicu reaksi keras di Eropa. Para pemimpin Uni Eropa disebut akan menggelar pertemuan darurat untuk membahas respons dan opsi retaliasi, termasuk kemungkinan tarif balasan. Dari Inggris, PM Keir Starmer bahkan menyampaikan langsung ke Trump bahwa manuver tarif tersebut “salah”.

Carney sendiri menegaskan posisi Kanada: masa depan Greenland harus diputuskan oleh Denmark dan Greenland, bukan pihak lain. Ia menyebut situasinya serius, Kanada khawatir atas eskalasi, dan keamanan Greenland pada dasarnya masuk tanggung jawab NATO.

Tekanan tambah berat karena Kanada sangat rentan terhadap kebijakan tarif AS. Hampir 70% ekspor barang Kanada dikirim ke AS. Trump sebelumnya sudah mengenakan tarif 25% ke produk Kanada, lalu menaikkan menjadi 35% pada Agustus—meski banyak barang masih dikecualikan jika sesuai aturan USMCA.

5 Poin Inti :

- Kanada mempertimbangkan kirim pasukan untuk latihan NATO di Greenland, tapi keputusan final belum diambil.

- Trump sudah mengancam tarif 10% (naik 25% pada Juni) ke 8 negara Eropa terkait isu Greenland.

- Eropa menyiapkan respons: pertemuan darurat + opsi retaliasi termasuk tarif balasan.

- Mark Carney menegaskan: masa depan Greenland ditentukan Denmark & Greenland; NATO bertanggung jawab soal keamanan.

- Kanada rentan terhadap tarif AS karena ~70% ekspor barangnya masuk ke pasar Amerika. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 15 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Pasar Global Membuka Hari dengan Nada Hati-hati: Saham Melemah, Minyak Terkoreksi

Harga Emas hari ini - Pasar keuangan global mengawali perdagangan Kamis dengan sentimen lebih defensif, menyusul pelemahan Wall Street yang dipicu rotasi keluar dari saham teknologi berkapitalisasi besar. Kondisi ini mendorong koreksi pada sebagian indeks utama dan menahan minat risiko di awal sesi Asia.

Di kawasan Asia-Pasifik, indeks Nikkei 225 Jepang melemah sekitar 1%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks saham AS turun tipis, mengindikasikan pembukaan yang lebih lemah. Proyeksi pembukaan untuk Hong Kong dan China daratan juga cenderung lebih rendah, sedangkan bursa Korea Selatan dan Australia bergerak lebih stabil.

Harga minyak mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam enam sesi, setelah Presiden AS mengisyaratkan kemungkinan menahan diri dari opsi serangan terhadap Iran dalam waktu dekat. Sinyal ini mengurangi “premi risiko geopolitik” yang sebelumnya menopang reli minyak, sehingga harga berbalik terkoreksi.

Emas dan perak juga bergerak melemah setelah mencetak rekor pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan normalisasi jangka pendek akibat aksi ambil untung, terutama setelah reli yang berlangsung cepat dan agresif.

Ke depan, pelaku pasar akan terus memantau rotasi sektor di bursa AS, arah kebijakan tarif yang masih berpotensi memicu volatilitas, serta perkembangan geopolitik. Selama ketiga faktor tersebut belum memberikan kepastian, pergerakan pasar berpeluang tetap sensitif dan mudah berubah. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 14 Januari 2026

PT Solid Gold | Dolar AS Bangkit! Data CPI dan Politik Bikin Pasar Tahan Napas

 

Harga Emas hari ini - Dolar AS pulih mendekati level tertinggi satu bulan pada perdagangan awal Asia hari Rabu(14/1) setelah data inflasi (CPI) AS sesuai perkiraan. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada akhir bulan, meskipun ada tekanan dari Gedung Putih untuk menurunkannya. Indeks dolar AS naik 0,3% menjadi 99,18, memulihkan kerugian dari hari Senin yang sempat terdampak ancaman Presiden Trump terhadap Ketua Fed, Jerome Powell.

Para pejabat bank sentral global dan CEO bank besar Wall Street mendukung independensi Fed, menekankan bahwa campur tangan politik bisa memicu inflasi lebih tinggi dan biaya pendanaan pemerintah meningkat. Pasar bersikap hati-hati, menunggu sinyal lebih jelas, tetapi ekspektasi tetap bahwa Fed akan menjaga suku bunga stabil. Data menunjukkan harga konsumen AS naik 0,3% pada Desember, didorong biaya sewa dan makanan yang lebih tinggi setelah efek penutupan pemerintah sebelumnya mulai mereda.

Di pasar mata uang, dolar AS stabil di 159,025 yen Jepang setelah yen melemah karena spekulasi pemilihan parlemen mendadak oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi. Dolar juga stabil terhadap yuan Tiongkok di 6,9708 menjelang data perdagangan Desember, dan sedikit menguat terhadap dolar Australia dan Selandia Baru. Euro dan poundsterling Inggris tetap stabil di level masing-masing.

Sementara itu, aset kripto ikut merespons pergerakan pasar. Bitcoin naik 1,8% menjadi $95.752, mencapai level tertinggi dua bulan, sementara ether melonjak 4,0% menjadi $3.334. Kenaikan ini menandakan minat investor tetap tinggi terhadap aset alternatif saat dolar menguat dan pasar menahan napas menunggu perkembangan ekonomi dan politik AS. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 12 Januari 2026

PT Solid | Ketegangan Baru Rusia dan Amerika

 

Harga Emas hari ini - Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. Langkah Washington yang dikaitkan dengan pengetatan pengawasan dan penegakan sanksi terhadap pengiriman minyak Rusia dipandang Moskow sebagai tindakan provokatif yang dapat memperburuk hubungan kedua negara.

Pihak Rusia menilai aksi tersebut sebagai upaya Amerika Serikat untuk menekan ekspor energi Rusia sekaligus memperkuat dominasinya di pasar minyak global. Sementara itu, Washington berdalih langkah tersebut merupakan bagian dari penegakan sanksi internasional dan pengamanan jalur perdagangan, terutama terhadap tanker yang diduga menghindari pembatasan yang berlaku.

Pasar energi merespons dengan hati-hati, di mana harga minyak cenderung mendapat dukungan dari meningkatnya premi risiko geopolitik. Investor mencermati apakah ketegangan ini akan berujung pada gangguan nyata terhadap pengiriman minyak, terutama di jalur strategis, atau hanya terbatas pada konflik diplomatik dan penegakan hukum maritim.

Selain berdampak pada minyak, eskalasi tensi RusiaĆ¢€“AS juga mendorong minat terhadap aset safe haven seperti dolar AS dan emas. Pelaku pasar kini menahan posisi besar sambil menunggu perkembangan lanjutan, menimbang apakah ketegangan ini akan berkembang menjadi faktor penentu baru bagi pergerakan pasar global dalam jangka pendek. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 08 Januari 2026

Solid Gold Berjangka | Wakil Ketua Fed Bowman Menguraikan Upaya Modernisasi Regulasi

 

Harga Emas hari ini - Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir California pada hari Rabu.

Bowman, yang diangkat oleh Presiden Trump tujuh bulan lalu, merinci pendekatannya terhadap "pengawasan dan regulasi pragmatis" yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan kesehatan keuangan sekaligus memastikan sistem perbankan AS tetap efisien, inovatif, dan mudah diakses.

Sejak Juni 2025, Fed telah menerapkan beberapa reformasi kunci, termasuk menerbitkan prinsip-prinsip operasional pengawasan pada bulan Oktober untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pemeriksaan. Prinsip-prinsip ini mengarahkan staf pengawasan untuk mengidentifikasi dan mewajibkan perbaikan dini terhadap risiko keuangan material.

"Kegagalan Silicon Valley Bank mengungkap kelemahan kritis dalam pendekatan pengawasan kami sebelumnya, yang menjadi cakupan aktivitas yang tidak terfokus dan terus meluas yang menyebabkan pemeriksa dan bank mengabaikan atau meremehkan risiko suku bunga dan likuiditas yang parah," kata Bowman.

The Fed juga telah melakukan perubahan pada kerangka peringkat LFI untuk bank-bank besar, memastikan bahwa status "dikelola dengan baik" suatu perusahaan mencerminkan peringkat keseluruhannya daripada secara tidak proporsional memberi bobot pada satu komponen saja. Selain itu, The Fed menghilangkan penggunaan "risiko reputasi" dalam proses pengawasan dan mencabut panduan iklim yang menurut Bowman "mengalihkan sumber daya pengawasan dari risiko yang material terhadap keamanan dan kesehatan keuangan."

Perbaikan regulasi baru-baru ini termasuk proposal untuk mengkalibrasi ulang rasio leverage bank komunitas dari 9% menjadi 8%, modifikasi pada rasio leverage tambahan yang ditingkatkan, dan revisi pada program pengujian stres.

Ke depan, Bowman menguraikan beberapa inisiatif termasuk proposal regulasi untuk mendefinisikan praktik "tidak aman dan tidak sehat", memperbarui dan mengindeks ambang batas aset untuk memperhitungkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi, dan mengurangi tumpang tindih dalam pemeriksaan.

"Bank-bank komunitas harus tunduk pada pengawasan ketat, tetapi harus sebanding dengan ukuran mereka yang lebih kecil, aktivitas bisnis yang lebih sederhana, dan risiko kecil yang mereka timbulkan terhadap stabilitas keuangan AS," tegas Bowman.

The Fed juga berupaya meningkatkan transparansi dengan meninjau definisi "informasi pengawasan rahasia" dan baru-baru ini menerbitkan Manual Operasi LISCC yang digunakan untuk mengawasi bank-bank terbesar, dengan rencana untuk merilis manual tambahan dalam beberapa bulan mendatang.

Bowman, yang telah menjabat di Dewan Federal Reserve sejak November 2018, membawa pengalaman sebagai mantan bankir komunitas dan Komisaris Bank Negara Bagian Kansas ke perannya dalam mengawasi regulasi perbankan. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id