Senin, 12 Agustus 2019

SOLID GOLD | Disupport Oleh Rencana OPEC

SOLID GOLD - Pulihnya Harga Minyak Dari Posisi Terendah Bulan Disupport Oleh Rencana OPEC


SOLID GOLD JAKARTA -
Harga minyak kedua kontrak rebound dan melonjak lebih dari 2 % pada perdagangan sebelumnya dari posisi terendah bulan Januari, didukung oleh berita bahwa Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia telah memanggil produsen lain untuk membahas penurunan harga minyak mentah baru-baru ini.

Pasar keuangan global telah diguncang selama sepekan terakhir setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif 10 % pada lebih banyak barang China mulai September dan karena penurunan yuan Tiongkok memicu kekhawatiran perang mata uang.

Sementara itu, Arab Saudi, pemimpin de facto Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), berencana untuk mempertahankan ekspor minyak mentahnya di bawah 7 juta barel per hari pada Agustus dan September untuk membawa pasar kembali seimbang dan membantu menyerap persediaan minyak global.

Uni Emirat Arab juga akan terus mendukung tindakan untuk menyeimbangkan pasar minyak, komentar menteri energi negara itu Suhail al-Mazrouei  dalam sebuah tweetnya pada hari Kamis minggu lalu.

OPEC dan komite pemantau menteri non-OPEC akan bertemu di Abu Dhabi pada 12 September untuk meninjau kembali pasar minyak. OPEC dan sekutunya termasuk Rusia sepakat pada bulan Juli untuk memperpanjang pengurangan pasokan hingga Maret 2020 untuk meningkatkan harga minyak.

Untuk perdagangan selanjutnya secara teknikal menurut analyst, harga minyak WTI diperkirakan berusaha mendaki ke posisi resisten 53.10 – 54.25. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan turun ke posisi support 51.95 – 50.33.

Harga minyak mentah berjangka akhir pekan di awal perdagangan sesi Eropa hari Jumat minggu lalu konsolidasi bullish di tengah kekhawatiran atas permintaan karena pertikaian perdagangan Amerika Serikat dan Cina yang membayangi pasar, meskipun harga mendapat dukungan dari ekspektasi pengurangan produksi OPEC lagi.

Harga minyak mentah Brent yang merupakan patokan harga internasional meluncur ke $ 57,88 per barel, naik $ 0,39 atau 2,29 %  dari penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian juga harga minyak mentah Amerika atau minyak WTI  melonjak $ 0,25 atau 0,48 %, menjadi $ 52,88 per barel.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Jumat, 09 Agustus 2019

SOLID BERJANGKA | Stabilnya Yuan China

SOLID BERJANGKA - Harga Minyak Melonjak 3 % Terbantu Stabilnya Yuan China

SOLID BERJANGKA JAKARTA - Yuan Tiongkok menguat terhadap dollar Amerika Serikat dan ekspornya secara tak terduga kembali ke pertumbuhan pada Juli karena meningkatnya permintaan global meskipun ada tekanan perdagangan Amerika Serikat.

Kedua kontrak minyak mentah turun ke level terendah sejak Januari pada hari Rabu setelah Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat mengatakan pasokan minyak mentah Amerika Serikat naik pekan lalu setelah hampir dua bulan menurun karena impor mencapai tertinggi sejak Januari.

Pengiriman minyak mentah ke China, importir terbesar dunia, pada Juli naik 14 % dari tahun sebelumnya karena kilang baru meningkatkan pembelian. Ekspor bahan bakar terus meningkat karena pasokan melampaui permintaan konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Arab Saudi berencana untuk menjaga ekspor minyak mentahnya di bawah 7 juta barel per hari pada Agustus dan September meskipun ada permintaan yang kuat dari pelanggan, untuk membantu mengurangi persediaan minyak global dan mengembalikan pasar ke keseimbangan, kata seorang pejabat minyak Saudi.

Ketegangan geopolitik atas keselamatan kapal tanker minyak yang melewati Teluk Persia tetap tidak terselesaikan karena Iran menolak untuk melepaskan tanker berbendera Inggris yang disita bulan lalu.

Diperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik dengan stabilnya mata uang Yuan dan harapan pemotongan pasokan minyak. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 53,40 - $ 53,90, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 52,40 - $ 51,90.

Harga Minyak melonjak lebih dari $ 1 per barel atau 3 % pada hari Kamis kemarin terdukung stabilnya mata uang yuan setelah satu minggu merosot akibat peningkatan ketegangan perdagangan Amerika-China.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik $ 1,76, atau 3 % menjadi $ 52,87 per barel.

Harga minyak mentah Brent naik $ 1,37 pada $ 57,63 per barel, setelah mencapai sesi tinggi $ 58,01.
SOLID BERJANGKA 

Sumber : Vibiznews



Baca Juga :
PT Solid Gold Berjangka - Perdagangan Berjangka Kliring Berjangka Indonesia

 

Kamis, 08 Agustus 2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Ketegangan Dagang Amerika-China

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Harga Minyak Tergerus Peningkatan Pasokan Amerika Serikat dan Ketegangan Dagang Amerika Serikat - China


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA -
Pasokan minyak mentah Amerika Serikat naik minggu lalu, sementara persediaan bensin dan sulingan juga naik, Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan pada hari Rabu.

Persediaan minyak mentah naik 2,4 juta barel pada pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 2,8 juta barel.

Brent telah jatuh lebih dari 10% selama sepekan terakhir setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia akan mengenakan tarif 10 % pada impor China $ 300 miliar lebih lanjut mulai 1 September, membuat pasar ekuitas global anjlok.

Trump pada hari Selasa menepis kekhawatiran bahwa pertikaian dagang dengan China dapat ditarik lebih jauh. Komentarnya gagal untuk mencegah saham di Asia jatuh untuk sesi kedelapan berturut-turut sementara FTSE 100 London naik 0,4 %.

Tetapi permintaan untuk aset safe-haven seperti utang pemerintah menggarisbawahi kecemasan yang masih ada atas risiko resesi.

Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah Iran menangkap sejumlah tanker dalam beberapa pekan terakhir di Selat Hormuz, sebuah titik penting untuk pengiriman minyak.

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih dan Menteri Energi Amerika Serikat Rick Perry pada hari Selasa menyatakan keprihatinan bersama atas ancaman yang menargetkan kebebasan lalu lintas maritim di Teluk.

EIA pada hari Selasa menurunkan perkiraan pertumbuhan minyak domestik untuk tahun ini setelah Badai Barry mengganggu produksi Teluk Meksiko pada bulan Juli. Produksi akan naik 1,28 juta barel per hari menjadi 12,27 juta barel per hari tahun ini.

Diperkirakan harga minyak mentah berpotensi lemah setelah data pasokan minyak mentah mingguan Amerika Serikat yang dirilis EIA menyatakan peningkatan pasokan. Meningkatnya ketegangan perang dagang Amerika Serikat-China juga menekan harga. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 51,00-$ 50,50, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 52,00 - $ 52,50.

Harga minyak turun lebih lanjut pada hari Rabu, tertekan peningkatan pasokan mingguan Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan perdagangan Amerika Serikat-China membebani prospek ekonomi global dan permintaan energi.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 3,8 %, menjadi $ 51,57.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 3,56 %, pada $ 56,84 per barel, menetapkan level terendah baru tujuh bulan. Harga telah kehilangan lebih dari 20 % sejak mencapai puncaknya pada 2019 di bulan April.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Rabu, 07 Agustus 2019

PT SOLID GOLD | Bulan Oleh Bargain Hunting

PT SOLID GOLD - Harga Minyak Brent Bangkit Dari Terendah 7 Bulan Oleh Bargain Hunting


PT SOLID GOLD JAKARTA -
Minyak Brent turun lebih dari 3 % pada hari Senin karena para pedagang khawatir sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara dua pembeli minyak terbesar di dunia akan mengurangi permintaan.

Kini terpantau pada sesi Eropa, harga minyak mentah berjangka Brent naik 12 sen atau 0,2 % menjadi $ 59,99 per barel  setelah sebelumnya merosot ke $ 59,07, terendah sejak 14 Januari. Demikian juga harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 18 sen atau 0,3 % menjadi $ 54,96 per barel.

Harga minyak tidak bisa menghilangkan kekhawatiran permintaan, karena eskalasi terbaru China dengan mendevaluasi yuan dan membatasi pembelian pertanian AS menggagalkan harapan untuk mencapai kesepakatan perdagangan tahun ini.

Kekhawatiran bahwa konflik perdagangan telah memasuki fase tindakan pembalasan membebani sentimen di pasar minyak, yang saat ini kurang memperhatikan ketegangan di Timur Tengah.

Untuk perdagangan selanjutnya secara teknikal menurut analyst, harga minyak WTI diperkirakan berusaha mendaki ke posisi resisten 55.47 – 56.75. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan turun ke posisi support 53.20 – 52.33.

Harga minyak mentah jenis Brent yang merupakan acuan harga minyak internasional bangkit pada perdagangan hari Selasa kemarin, setelah sebelumnya jatuh ke level terendah sejak Januari. Kenaikan harga terjadi oleh aksi bargain hunting pasar setelah anjlok cukup parah oleh meningkatnya sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Harga minyak Brent telah jatuh 7,6 % pada perdagangan akhir Juli, sehari sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji untuk mengenakan tarif baru pada impor Cina. Yang kemudian menyebabkan Cina membalas terhadap impor pertanian dari Amerika Serikat, dan Amerika Serikat menanggapi penurunan yuan Tiongkok pada hari Senin dengan mencap negara sebagai manipulator mata uang.
PT SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :