Rabu, 18 September 2019

PT SOLID GOLD | Snack Kedelai yang Paling Sehat

PT SOLID GOLD - Cara Memilih Snack Kedelai yang Paling Sehat


PT SOLID GOLD JAKARTA -
Kamu doyan ngemil tapi takut jadi terlalu sering makan yang tidak sehat? Tenang, Kamu masih bisa kok ngemil enak tapi sehat. Kuncinya, Kamu harus bijak dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi serta mengatur porsinya. Nah, salah satu pilihan camilan sehat yang bisa Kamu konsumsi adalah snack dari kacang kedelai.

Namun, dari begitu banyak produk snack dari kacang kedelai di pasaran, bagaimana caranya memilih yang paling baik? Yuk, cari tahu tipsnya dalam ulasan berikut.

Kandungan nutrisi kacang kedelai
Masyarakat Indonesia mungkin sudah tak asing lagi dengan kacang kedelai. Kacang yang memiliki nama latin Glycine Max ini banyak digemari karena mudah ditemui dan diolah menjadi beragam panganan. Mulai dari makanan berat, minuman, hingga snack ringan.

Kedelai sendiri merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang terkenal sebagai sumber protein dan serat yang baik. Mengutip dalam laman Data Komposisi Pangan Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, dalam 100 gram kacang kedelai segar mengandung protein sebanyak 30,2 gram protein dan 2,9 gram serat.

Kacang yang punya cita rasa agak manis ini ternyata juga menyimpan segudang nutrisi berkualitas lainnya yang baik untuk tubuh. Beberapa di antaranya seperti zat besi, mangan, seng, magnesium, kalium, fosfor, tembaga, vitamin C, omega 6, vitamin B2, vitamin B1, dan vitamin K.

Tips memilih snack dari kacang kedelai yang sehat

Berikut ini beberapa hal penting yang harus Kamu perhatikan ketika ingin membeli snack dari kacang kedelai di pasaran.

1. Cek informasi nilai gizinya
Sebelum membeli produk makanan atau minuman apa pun, pastikan Kamu selalu membaca dengan teliti label informasi nilai gizi yang tertera pada kemasan. Label informasi nilai gizi berguna sebagai bahan pertimbangan Kamu sebagai konsumen sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk.

Informasi yang dicantumkan memudahkan Kamu untuk mengetahui bahan sekaligus nutrisi apa saja yang terkandung dalam produk yang akan Kamu beli dan konsumsi. Tak hanya itu, label informasi nilai gizi juga akan memberikan gambaran tentang jumlah kalori total yang terkandung dalam suatu produk makanan atau minuman.

Bagi Kamu yang sedang melakukan program diet, memerhatikan asupan kalori tentu jadi hal yang penting. Pilih snack yang kandungan kalorinya tidak terlalu tinggi sehingga aman dikonsumsi sebagai camilan.

2. Bandingkan dengan produk lain
Mungkin akan ada banyak pilihan snack dari kacang kedelai di toko. Jika Kamu bingung memilih mana yang paling baik, entah itu dari jenis maupun mereknya, Kamu bisa membandingkan kandungan nutrisi pada label makanan tersebut.

Hal ini bertujuan untuk mencari tahu perbedaan kadar asupan nutrisi yang ada pada suatu produk. Manakah produk yang lebih tinggi atau lebih rendah asupan nutrisinya.

Meski suatu makanan mungkin memiliki kadar dan persen AKG (angka kecukupan gizi) yang sama, kandungan lemak dan kalorinya biasanya akan berbeda. Jadi, setelah selesai membaca informasi nilai gizi satu produk makanan, cobalah Kamu bandingkan dengan produk makanan lainnya.

Apabila Kamu sedang diet, pilihlah snack dari kacang kedelai yang kadar kalorinya atau lemaknya paling rendah. Dengan membandingkannya, Kamu jadi tahu mana produk yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

3. Perhatikan cara mengolahnya
kedelai menurunkan kesuburan pria
Penting untuk dipahami bahwa tidak semua snack berbahan dasar kedelai itu sehat. Snack dari kacang kedelai yang diproses dengan cara dipanggang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan yang digoreng. Kenapa bisa begitu?

Faktanya, metode pengolahan suatu makanan akan memengaruhi kandungan gizi di dalamnya. Makanan yang digoreng menggunakan minyak memang lebih mudah disajikan dan disukai hampir oleh semua orang. Sayangnya, proses penggorengan membuat makanan yang digoreng jadi lebih banyak menyerap minyak. Akibatnya, kalori yang terkandung dalam makanan yang digoreng justru lebih banyak.

Kebalikan dari metode menggoreng, makanan yang dipanggang atau dioven tidak akan membuat kalori dalam makanan bertambah. Pasalnya, proses memasak ini dilakukan tanpa menggunakan minyak, sehingga Kamu tidak perlu lagi khawatir soal tambahan asupan kalori dan lemak trans yang berbahaya.
PT SOLID GOLD

Sumber : Hellosehat


Baca Juga :

Selasa, 17 September 2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Rosacea dan Jerawat

SOLID GOLD BERJANGKA - Apa Perbedaan Rosacea dan Jerawat


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA -
Rosacea adalah penyakit pada kulit wajah yang ditandai dengan munculnya bercak kemerahan dan bintil-bintil. Bintil-bintil rosacea terkadang dapat berisi nanah dan sering kali disalahartikan sebagai jerawat, padahal keduanya memiliki sejumlah perbedaan.

Apa saja perbedaan rosacea dan jerawat?
Rosacea dan jerawat sama-sama merupakan kondisi yang menyerang pori-pori kulit. Keduanya dapat menimbulkan benjolan dengan bentuk yang mirip sehingga sering disamakan antara satu sama lain.

Namun, Kamu perlu mengenali perbedaan kedua kondisi ini agar penanganannya tidak keliru. Berikut adalah beberapa perbedaan antara keduanya:

1. Bentuk dan penampilan
Perbedaan mencolok dari rosacea dan jerawat ada pada bentuk dan penampilannya. Secara umum, rosacea tampak seperti ruam kemerahan pada hidung, pipi, dahi, dan dagu. Bahkan, ruam kemerahan ini juga tampak pada telinga, dada, dan punggung.

Jerawat umumnya berbentuk benjolan dengan tepi kemerahan. Jerawat sendiri bisa terjadi di mana saja, tapi yang terutama ada di bagian tubuh yang banyak memproduksi minyak, seperti wajah, dahi, dada, punggung, dan pundak.

2. Jenis dan gejala yang menyertai
Perbedaan lain antara rosacea dan jerawat adalah, keduanya memiliki jenis yang berbeda masing-masingnya. Rosacea terbagi menjadi empat subtipe dengan gejalanya masing-masing, yakni:

  • Erythematotelangiectatic rosacea: ruam kemerahan dan pembuluh darah tampak halus.
  • Phymatous rosacea: penebalan kulit disertai tekstur yang menonjol.
  • Papulopustular rosacea: kemerahan, bengkak, dan breakout seperti jerawat.
  • Ocular rosacea: rosacea pada mata yang menyebabkan mata bengkak, iritasi, dan muncul bintil.
  • Penyebab jerawat sebelum menstruasi

Seperti rosacea, jerawat pun terdiri atas beberapa jenis. Setiap jenisnya juga memiliki tampilan dan gejala yang berbeda. Jenis jerawat antara lain:
  • Komedo putih
  • Komedo hitam
  • Papula: benjolan merah padat berukuran kecil
  • Pustula: benjolan papula dengan nanah di dalamnya
  • Nodul: benjolan nyeri yang berada di bawah permukaan kulit
  • Jerawat kistik: benjolan nyeri berisi nanah yang ada di bawah permukaan kulit
3. Faktor penyebab
Perbedaan lain antara rosacea dan jerawat terletak pada penyebabnya. Belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti rosacea. Namun, beberapa faktor berikut bisa meningkatkan risiko Kamu kena rosacea, yakni:

  • kelainan pada pembuluh darah wajah
  • mikroba pada kulit berupa H. pylori dan Demodex folliculorum
  • warna kulit yang terang
  • riwayat rosacea dalam keluarga
Berbeda dengan rosacea, jerawat disebabkan oleh kelebihan produksi sebum (minyak) dan penumpukan sel kulit mati sehingga menyumbat pori-pori. Sumbatan ini kemudian mengalami infeksi sehingga membengkak, memerah, dan akhirnya membentuk jerawat.

4. Pemicu
Perbedaan antara rosacea dan jerawat selanjutnya adalah hal yang memicunya. Rosacea dipicu oleh berbagai hal yang memicu aliran darah ke wajah. Misalnya suhu panas, olahraga, sinar matahari, angin, obat hipertensi, stres, serta rasa cemas.

Sementara itu, pemicu utama jerawat adalah lonjakan hormon androgen. Hormon ini memicu produksi sebum berlebih sehingga menyumbat pori-pori. Selain itu, jerawat juga dapat dipicu oleh stres, obat yang memengaruhi hormon, menstruasi, dan pola makan tinggi gula.

5. Cara penanganan
Kamu yang rentan mengalami rosacea perlu hati-hati mengenali perbedaan antara kondisi ini dan jerawat biasa. Sebab, cara menangani keduanya tidaklah sama.

Rosacea dapat ditangani dengan obat penghilang kemerahan pada kulit, antibiotik, isotretinoin, dan terapi untuk mengecilkan pembuluh darah pada wajah.

Kamu juga bisa memijat bagian wajah yang memerah untuk melancarkan aliran darah.

Sementara itu, obat untuk jerawat perlu ditentukan berdasarkan keparahannya. Jerawat ringan bisa diatasi dengan obat krim, gel, dan losion yang dijual bebas. Namun, jerawat yang parah biasanya perlu ditangani dengan asam salisilat, antibiotik kuat, hingga suntikan steroid.

Meskipun penampilan dan gejalanya amat mirip, rosacea dan jerawat merupakan dua kondisi yang memiliki berbagai perbedaan. Kamu perlu memahami perbedaannya agar tak salah ketika mengobatinya.

Apabila Kamu mendapati ruam kemerahan pada wajah tapi tidak yakin akan jenisnya, cobalah berkonsultasi dengan dokter.
SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Hellosehat


Baca Juga :

Senin, 16 September 2019

SOLID GOLD | Kapan Sebaiknya Pakai Pantyliner

SOLID GOLD - Tidak Dianjurkan untuk Digunakan Setiap Hari, Kapan Sebaiknya Pakai Pantyliner


SOLID GOLD JAKARTA -
Nah, sama halnya seperti pemakaian pembalut yang tidak boleh seharian penuh, pantyliner juga demikian. Supaya lebih aman dan nyaman, Kamu disarankan untuk mengganti pantyliner paling tidak setiap 4 jam sekali.

Usahakan juga untuk menggunakan celana dalam yang terbuat dari bahan katun. Tujuannya agar aliran udara di area kewanitaan tetap terjaga, serta mencegah vagina berkeringat dan lembap.

Pantyliner adalah produk kewanitaan berbentuk menyerupai pembalut, tapi dengan ukuran yang lebih kecil. Bedanya, daya serap dan tampung dari pantyliner cenderung lebih sedikit serta tidak sebanyak pembalut. Sebelum memakainya, Kamu harus tahu kalau pantyliner tidak baik untuk dipakai setiap hari. Lantas, kapan waktu ideal untuk pakai pantyliner?

Pantyliner tidak disarankan untuk digunakan setiap hari
Ada berbagai alasan yang membuat tidak sedikit wanita lebih memilih untuk pakai pantyliner ketimbang pembalut. Ini biasanya karena sedang mengalami cairan vagina berlebih, yang membuat celana dalam lembap dan terasa risi saat digunakan.

Penggunaan pantyliner lebih dipilih karena ukurannya yang kecil dan setidaknya dapat membantu menyerap cairan vagina. Sementara penggunaan pembalut, dirasa terlalu besar karena produksi cairan vagina tidak sebanyak darah menstruasi.

Cara ini dapat membuat cairan vagina tertampung di dalam pantyliner. Dengan begitu, celana dalam tetap nyaman saat dipakai. Meski tujuannya baik, tapi Kamu tidak sarankan pakai pantyliner rutin setiap hari.

Pasalnya, pantyliner tidak didesain untuk menyerap dan mengalirkan udara seperti yang dilakukan oleh celana dalam. Bagian atas pantyliner memang terbuat dari kapas atau katun sintetis, tapi bagian bawah yang ditempelkan ke pakaian dalam berasal dari plastik.

Itu sebabnya, pakai pantyliner tidak mampu menyerap keringat dan mengalirkan udara bagi vagina untuk bernapas. Hal ini dapat membuat vagina menjadi lembap yang merupakan tempat ideal bagi perkembangan bakteri dan jamur.

Alhasil, Kamu berisiko mengalami infeksi di area kewanitaan. Di sisi lain, pantyliner juga biasanya terbuat dari kapas atau katun sintetis yang tidak sepenuhnya lembut.

Bagi beberapa wanita yang kulit di area kewanitaannya sangat sensitif, pakai pantyliner justru dapat menimbulkan gesekan berlebih. Akibatnya, kulit vulva atau bagian luar vagina mengalami peradangan, iritasi, dan membuat tidak nyaman.

Kapan waktu yang tepat untuk pakai pantyliner?
Pantyliner memang tidak dianjurkan untuk digunakan setiap hari. Namun, bukan berarti Kamu tidak boleh pakai pantyliner sama sekali.

Dalam beberapa kondisi tertentu, pantyliner boleh dipakai jika dirasa dapat membuat area kewanitaan lebih nyaman.

1. Keputihan dalam jumlah banyak
Ketika keputihan atau cairan vagina Kamu sedang banyak-banyaknya, pakai pantyliner bisa menjadi solusi yang tepat. Kondisi ini biasanya terjadi saat ovulasi alias masa subur.

Kamu bisa menggunakan pantyliner untuk membantu menyerap keputihan berlebih tersebut, sehingga membantu menjaga vagina tetap lembap dan nyaman.

2. Sebelum dan sesudah menstruasi
Biasanya selama beberapa hari sebelum dan setelah menstruasi, vagina akan mengeluarkan flek. Flek berwarna cokelat atau kemerahan dapat menjadi pertanda bahwa menstruasi akan datang, atau menstruasi telah selesai dan berhenti secara perlahan.

Ketimbang menggunakan pembalut yang ukurannya terlalu besar untuk menampung flek, Kamu bisa pakai pantyliner sebagai gantinya. Selain membantu menampung flek, pakai pantyliner juga bisa melindungi celana dalam dari bercak noda.

3. Mencegah inkontinensia urin
Inkontinensia urin adalah kondisi ketika tubuh sulit mengontrol keinginan untuk buang air kecil. Jika Kamu memiliki kondisi ini, pakai pantyliner bisa membantu mencegah keluarnya urin yang tidak tertahankan.

Jadi, urin yang keluar tidak akan langsung membasahi celana dalam, tapi diserap terlebih dahulu oleh pantyliner.

Perhatikan waktu ideal pakai pantyliner
Di satu sisi, pantyliner memang tidak dianjurkan untuk dipakai rutin setiap hari. Namun di sisi lain, dalam beberapa waktu tertentu, pakai pantyliner bisa menjadi pilihan terbaik untuk memudahkan aktivitas harian Anda.
SOLID GOLD

Sumber : Hellosehat


Baca Juga :