Selasa, 01 Oktober 2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Punya Diabetes

SOLID GOLD BERJANGKA - Curiga Punya Diabetes, Periksa ke Dokter Apa? Kapan Harus Periksa?


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Selama ini Anda mungkin sudah banyak mendengar atau membaca tentang penyakit diabetes. Anda mungkin juga sedang bertanya-tanya apakah harus periksa ke dokter jika merasa memiliki gejala diabetes. Apalagi ternyata

ada anggota keluarga atau kerabat dekat yang sudah sakit diabetes. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk periksa risiko diabetes ke dokter?

Segera periksa ke dokter jika curiga kena diabetes

Anda harus segera periksa ke dokter diabetes apabila merasa mengalami gejala khas penyakit diabetes.

Berikut beberapa gejala khas diabetes yang perlu Anda sadari.

  • Sering buang air kecil, terkadang terjadi setiap jam
  • Sering merasa haus dan lapar
  • Tubuh terasa lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Sering mengalami infeksi, misalnya infeksi kulit, vagina, sariawan, atau saluran kemih
  • Kaki sering kesemutan atau mati rasa
  • Berat badan turun secara drastis dan tiba-tiba
  • Jika memiliki luka tertentu, proses penyembuhannya lama.
Penting untuk dipahami bahwa penyakit diabetes sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun pada awalnya. Bahkan, kebanyakan orang sering kali tidak menyadari terkena penyakit diabetes sampai gula darahnya sudah telanjur melonjak naik sehingga menyebabkan berbagai gejala yang parah.

Maka jika Anda mengalami berbagai gejala di atas ditambah juga ada riwayat penyakit diabetes di keluarga, jangan ragu segera periksa ke dokter. Ingat, semakin cepat penyakit diabetes terdiagnosis, maka risiko komplikasinya semakin rendah.

Periksa diabetes ke dokter spesialis apa?
Sebelum Anda resmi didiagnosis punya diabetes, Anda harus lebih dulu menjalani pemeriksaan fisik dasar di dokter umum.

Baik yang praktik mandiri dekat rumah, di klinik, puskesmas, atau rumah sakit terdekat.

Dokter umum pertama-tama akan bertanya seputar riwayat kesehatan Anda dan keluarga, serta memastikan gejala yang Anda alami lewat pemeriksaan fisik.

Sampaikan semua tanda dan gejala yang Anda rasakan beserta detil gaya hidup Anda selama ini ke dokter secara jelas dan menyeluruh. Kejujuran dan keterbukaan Anda dapat membantu memudahkan dokter membuat diagnosis awal sekaligus menentukan rencana pengobatan yang tepat sesuai.

Dokter juga dapat menyarankan Anda menjalani tes darah dan tes urin. Dua tes ini dapat memantau kadar gula darah umum, kadar hemoglobin A1C, kadar kolesterol, serta kadar protein dalam urin.

Jika dari hasil pemeriksaan dokter umum Anda benar dicurigai kena diabetes, ia dapat merujuk Anda periksa ke dokter spesialis diabetes. Dokter spesialis dalam hal ini adalah spesialis penyakit dalam (SpPD), atau juga dikenal dengan dokter internis.

Peran dokter internis untuk diagnosis diabetes

Dokter internis akan melakukan pemeriksaan penunjang lanjutan, baik  secara fisik maupun tes lab, untuk meresmikan diagnosis awal yang sudah dibuat oleh dokter umum.

Setelahnya, dokter internis akan mengamati seberapa jauh perkembangan diabetes yang Anda alami. Jika belum parah, dokter spesialis penyakit dalam dapat memberikan rencana perubahan gaya hidup sehat serta sejumlah pantangan atau anjuran tertentu untuk mengendalikan kadar gula darah.

Dokter SpPD-KEMD dapat membuat tim dokter gabungan dari beberapa spesialis, mulai dari dokter mata, podiatrist (spesialis bedah kaki), fisioterapis, dan ahli gizi untuk membantu Anda mengatasi diabetes.
SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Hellosehat


Baca Juga :

Senin, 30 September 2019

SOLID GOLD | Forex EUR/USD Minggu Ini

SOLID GOLD - Rekomendasi Forex EUR/USD Minggu Ini


SOLID GOLD JAKARTA -
Bukan hanya saja data. Sentimen juga mempengaruhi selama minggu lalu, berfokus pada dua isu utama, perang dagang dan kemungkinan Trump mendapatkan “impeachment”. Namun departemen ‘justice” Amerika Serikat merilis dokumen yang menyimpulkan bahwa Trump tidak melanggar undang-undang keuangan kampanye, mengangkat tekanan terhadap persoalan ini. Meskipun kekacauan politik tetap ada dan proses terus berlangsung. Sementara perang dagang terus berlanjut, sekarang berada pada kondisi yang baik namun jauh dari selesai.

Minggu ini penuh dengan data yang akan keluar, termasuk perkiraan pendahuluan inflasi Jerman dan Uni Eropa bulan September yang diperkirakan naik sedikit. Amerika Serikat akan mempublikasikan laporan NFP pada hari Jumat, dengan ekonomi diperkirakan bertambah sebanyak 162.000 pekerjaan baru. Tingkat pengangguran stabil di 3.7 % sementara pertumbuhan upah juga stabil.

Secara tehnikal, pasangan matauang EUR/USD diperdagangkan di area 1.0930, “bearish” secara kuat dalam jangka panjang. Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.0900 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 1.0840 dan kemudian 1.0790. Sedangkan apabila berbalik naik maka akan berhadapan dengan “resistance” yang solid di 1.1000 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 1.1070 dan kemudian 1.1165.

Pasangan matauang EUR/USD jatuh ke kerendahan beberapa tahun di 1.0904, turun untuk minggu kedua berturut-turut. Matauang bersama Eropa memulai minggu lalu dengan nada yang lemah ditengah data lokal yang buruk, selanjutnya dibebani oleh meningkatnya permintaan akan dollar Amerika Serikat, dengan kegagalan naik menembus angka 1.1000 selanjutnya meningkatkan minat jual.

Data dari Eropa tidak menolong EUR, dengan perkiraan pendahuluan dari Markit activity indexes bulan September menunjukkan bahwa penurunan ekonomi Eropa terus berlangsung. Ekonomi Jerman mengalami kontraksi pada bulan September, dengan penurunan di sektor manufaktur semakin dalam dan pertumbuhan di sektor jasa kehilangan momentum. PMI manufaktur muncul di 41.4 sementara PMI jasa muncul di 52.5, menghasilkan indeks komposit turun ke 49.1, level terendah sejak Oktober 2012.

Data Amerika Serikat, sebaliknya, umumnya positip, namun gagal memberikan impresi. Perkiraan PMI Jasa bulan September muncul dibawah dari yang diperkirakan pasar pada 50.9, meskipun indeks manufaktur membaik menjadi 51 dari sebelumnya 50.3. PMI komposit, diperkirakan berada pada 49.6 ternyata muncul di 51. GDP kuartal ke 2 muncul di 2.0 % sesuai dengan yang diperkirakan, sementara Order Durable Goods naik 0.2 % pada bulan Agustus.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Jumat, 27 September 2019

SOLID BERJANGKA | Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil

SOLID BERJANGKA - Kebiasaan Ini yang Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil


SOLID BERJANGKA JAKARTA -
Kesehatan janin sangat bergantung dengan kesehatan ibunya. Jika ibunya menerapkan gaya hidup yang sehat, tentu tumbuh kembang bayi akan maksimal. Sebaliknya, jika ibu hamil memiliki kebiasaan buruk, kesehatan janin bisa terpengaruh. Lantas, apa saja kebiasaan yang tidak boleh dilakukan saat mengandung? Cari jawaban dan alasannya pada ulasan berikut ini.

Kebiasaan yang ternyata tidak baik dilakukan ibu hamil
Untuk mencapai hidup yang sehat, kebiasaan buruk perlu dihindari, terutama bagi calon ibu. Pasalnya, kebiasaannya ini tidak hanya berdampak buruk bagi dirinya, tapi juga janin dalam kandungan.

Berikut beberapa kebiasaan yang terlihat sepele, yang sebenarnya tidak baik dilakukan saat hamil.

1. Duduk terlalu lama
Ibu hamil memang tidak boleh kelelahan, itu sebabnya ia perlu beristirahat lebih banyak. Namun, bukan berarti ibu hamil punya alasan untuk malas bergerak. Meski kelihatannya sepele, ternyata kebiasaan duduk terlalu lama harus dihindari oleh ibu hamil.

Studi yang dilakukan oleh University of Warwick menunjukkan adanya hubungan antara ibu hamil, depresi, dengan kebiasaan duduk dalam waktu lama.

Tim peneliti menjelaskan bahwa gejala depresi lebih rentan terjadi pada ibu hamil yang sering duduk atau tiduran dalam waktu yang lama.

Duduk atau tiduran dalam waktu yang lama bisa menimbulkan kecemasan dan stres bagi ibu hamil. Contohnya, duduk berdiam diri dapat membuat ibu hamil merasa kesepian, takut dengan persalinan, atau cemas pada perubahan tubuhnya.

Depresi yang menyerang ibu hamil ini tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan mental, tapi juga menggangu perkembangan bayi di dalam kandungan.

Pasalnya, orang yang depresi akan dirundung perasaan sedih, bersalah, dan tidak bisa menikmati aktivitas yang dulunya disenangi.

Bila dibiarkan, nafsu makanannya bisa memburuk. Akibatnya, nutrisi yang dibutuhkan tidak akan tercukupi dan akhirnya menghambat perkembangan tubuh janin.

2. Terlalu lama berdiri

Selain tidak boleh kebanyakan duduk, ibu hamil juga tidak boleh terlalu lama berdiri. “Beberapa wanita hamil yang berdiri dalam jangka waktu yang lama, terutama selama trimester terakhir, rentan mengalami sakit punggung dan pembengkakan pada kaki,” jelas Jilda Hutcherson, MD, seorang ginekolog di Columbia University Medical Center.

Selain itu, berdiri lama juga bisa membuat ibu hamil cepat lelah. Jadi, agar tidak menjadi kebiasaan yang buruk bagi ibu hamil, luangkan waktu untuk duduk.

Kamu juga dapat memberikan pijatan lembut pada kaki. Bila ini berkaitan dengan pekerjaan, konsultasikan pada atasan atau manager mengenai kehamilan Kamu supaya diberi keringanan.

3. Berada di sekeliling perokok
Kamu tentu sudah tahu bahwa merokok adalah kebiasaan buruk, apalagi untuk ibu hamil. Sebenarnya tidak hanya kebiasaan merokok yang harus dihentikan, paparan asap rokok juga harus dijauhi.

Walaupun tidak merokok, jika ibu hamil berada di sekeliling perokok, asap rokok juga akan terhirup.

Ibu hamil yang sering menghirup asap rokok berisiko melahirkan bayi prematur. Selain itu, bayi yang dilahirkan kemungkinan juga memiliki kemungkinan mengalami berat badan lahir rendah dan masalah pernapasan, seperti alergi dan asma.

Untuk menurunkan risiko tersebut, ibu hamil harus berhati-hati. Jauhi area untuk perokok, pakai masker saat keluar rumah, dan minta pasangan untuk berhenti merokok.

4. Sering kelupaan minum tablet penambah darah dari dokter
Kebiasaan yang juga suka dilakukan selama ibu menjalani masa hamil adalah lupa minum tablet penambah darah.

Tablet penambah darah memiliki kandungan zat besi. Ya, mineral ini dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel-sel darah yang penting bagi ibu hamil dan janinnya.

Selama hamil, kebutuhan zat besi akan meningkat. Itulah sebabnya, beberapa wanita hamil diresepkan dokter untuk minum tablet penambah darah.

Sayangnya, ibu hamil sering kelupaan untuk minum tablet penambah darah. Padahal, suplemen ini bisa mencegah anemia pada ibu hamil dan mendukung pertumbuhan janin. Jika dokter menyarankan Kamu untuk minum tablet penambah darah, pasanglah pengingat agar Ada tidak lupa minum obat tersebut.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Hellosehat


Baca Juga :