Selasa, 16 Desember 2025

Solid Gold | Nikkei Terseret Wall Street, Saham AI Jepang Terpukul

 

Harga Emas hari ini - Indeks saham Jepang Nikkei dibuka melemah 1,1% ke level 49.624,20 pada perdagangan awal, mengikuti penurunan tajam Wall Street semalam. Pelaku pasar masih bersikap hati-hati karena jadwal data dan agenda ekonomi yang padat sepanjang pekan ini. Menurut Kepala Analis Pasar IG, Chris Beauchamp, selera risiko investor masih rendah sehingga pasar cenderung bergerak tertekan.

Tekanan juga datang dari saham-saham terkait kecerdasan buatan, seiring melemahnya Indeks Komposit Nasdaq di Amerika Serikat. Saham teknologi Jepang pun ikut terimbas, dengan Yaskawa Electric anjlok 5,5%, Fujikura turun 5,1%, dan Japan Exchange Group melemah 4,7%. Sementara itu, nilai tukar dolar AS terhadap yen berada di level 154,74, sedikit lebih rendah dibandingkan 155,21 pada perdagangan New York Senin malam. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 15 Desember 2025

PT Solid | Minyak Bertahan di Level Terendah, Kenapa Belum Jatuh Lagi?

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak masih stabil di dekat level terendah hampir dua bulan, karena pasar lebih khawatir soal kelebihan pasokan dibandingkan dampak ketegangan geopolitik. Brent bertahan di sekitar US$61/barel setelah ditutup di level terendah sejak 20 Oktober, sementara WTI masih di bawah US$58/barel.

Tekanan utama datang dari ekspektasi surplus pasokan yang membesar: OPEC+ dan produsen lain terus memompa lebih banyak minyak, sementara pertumbuhan konsumsi dinilai masih lambat. Kondisi ini bikin harga minyak diperkirakan tetap berada di jalur penurunan tahunan.

Meski begitu, geopolitik ikut menahan kejatuhan lebih dalam lewat "premi risiko". Ukraina kembali menyerang infrastruktur energi Rusia, Iran mengklaim menyita kapal tanker asing di Teluk Oman, dan AS juga sempat mencegat kapal di lepas pantai Venezuela saat tekanan terhadap rezim Maduro meningkat. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, aktivitas perdagangan diperkirakan lebih tipis, sehingga pergerakan harga bisa jadi lebih mudah bergejolak. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Jumat, 12 Desember 2025

PT Solid Gold Berjangka | Brent Tertekan Damai Ukraina & Data BBM AS

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak Brent hari ini cenderung melemah setelah semalam ditutup turun sekitar 1,5% ke kisaran $61-an per barel, tertekan fokus pasar pada kemajuan perundingan damai Rusia-Ukraina dan kekhawatiran permintaan BBM di AS. Investor menilai, jika perdamaian tercapai, sebagian pasokan minyak Rusia yang kini tertahan sanksi bisa kembali mengalir ke pasar global, sehingga menambah tekanan suplai ke depan.

Dari sisi data, laporan EIA menunjukkan stok bensin dan distilat AS naik cukup besar, mengindikasikan permintaan bahan bakar yang tidak terlalu kuat dan menekan margin kilang. Di saat yang sama, Fed baru saja memangkas suku bunga lagi, yang secara teori mendukung permintaan minyak lewat pertumbuhan ekonomi, tetapi efek positifnya tertahan oleh kekhawatiran oversupply.

Di level fundamental yang lebih luas, OPEC+ masih mempertahankan proyeksi permintaan yang stabil hingga 2026, sementara laporan IEA dan EIA sama-sama menilai pasar masih berpotensi mencatat surplus persediaan dalam beberapa tahun ke depan, meski tidak sebesar perkiraan awal. Kondisi ini membuat Brent cenderung bergerak dalam rentang sempit: didukung risiko geopolitik (tanker disita AS, infrastruktur Rusia diserang), tapi dibatasi oleh kekhawatiran pasokan berlebih dan permintaan bahan bakar yang lesu. - PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Kamis, 11 Desember 2025

Solid Gold Berjangka | Minyak Menguat di Tengah Konflik

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak dunia kembali naik setelah Amerika Serikat menyita sebuah kapal tanker raksasa yang membawa minyak Venezuela di lepas pantai negara tersebut. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat naik hingga mendekati $59 per barel, sementara Brent bertahan di atas $62 per barel. Langkah AS ini membuat banyak pelaku pasar khawatir, karena bisa membuat negara lain takut mengirim atau menerima minyak dari Venezuela, yang sebenarnya adalah salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Artinya, kalau aliran minyak dari sana terganggu, pasar bisa melihat ada risiko berkurangnya pasokan.

Di saat yang hampir bersamaan, Ukraina juga menyerang kapal tanker "armada bayangan" yang terkait dengan perdagangan minyak Rusia. Armada bayangan ini adalah jaringan kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak Rusia dengan cara "mengakali" sanksi. Serangan ini menambah ketegangan geopolitik, karena menyasar jalur distribusi energi yang sensitif. Jadi, dari sisi sentimen, pasar melihat risiko baru: pasokan minyak dari dua pemain penting-Venezuela dan Rusia-bisa terganggu sewaktu-waktu.

Namun, di balik ketegangan geopolitik ini, gambar besar pasar minyak sebenarnya masih cenderung bearish (cenderung turun). Produksi dari kelompok OPEC+ dan negara-negara Amerika diperkirakan masih akan naik dan melampaui pertumbuhan permintaan yang lemah. Kalau produksi lebih besar dari permintaan, secara teori pasar akan mengalami kelebihan pasokan (oversupply), yang biasanya menekan harga dalam jangka menengah-panjang. Karena itu, pelaku pasar sekarang menunggu laporan terbaru dari OPEC dan Badan Energi Internasional (IEA) yang akan dirilis hari Kamis. Laporan itu diharapkan bisa memberi gambaran lebih jelas: apakah risiko geopolitik tadi akan cukup kuat mengimbangi ancaman oversupply, atau justru pasar minyak akan kembali tertekan setelah euforia kenaikan harga mereda. - Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Selasa, 09 Desember 2025

Solid Gold | Bantuan Miliaran Dolar Trump untuk Petani, Obat Atau Luka Baru?

 

Harga Emas hari ini - Presiden Donald Trump mengumumkan paket bantuan senilai $11 miliar untuk para petani Amerika, terutama petani kedelai, yang terpukul oleh perang dagang dan jatuhnya harga tanaman pangan. Kebijakan tarif terhadap banyak negara, terutama Tiongkok, membuat ekspor kedelai AS anjlok karena Tiongkok menghentikan pembelian kedelai Amerika. Padahal, Tiongkok merupakan pembeli terbesar yang biasanya menyerap sekitar setengah ekspor kedelai AS. Banyak petani kini tertekan oleh harga panen yang rendah dan biaya produksi yang terus naik.

Sebagian besar dana akan disalurkan lewat program baru Farmer Bridge Assistance dari Departemen Pertanian AS, yang dirancang untuk membantu petani tanaman pangan menghadapi utang dan tekanan keuangan dari musim tanam 2025. Trump menyebut bantuan ini berasal dari pendapatan tarif dan mengklaim tanpa tarif, bantuan seperti ini tidak mungkin terjadi. Ia juga berjanji akan menurunkan biaya peralatan pertanian dengan menghapus "pembatasan lingkungan" yang menurutnya membuat ongkos produksi membengkak. Sebelumnya, pada masa jabatan pertamanya, Trump sudah pernah menggelontorkan $16 miliar bantuan untuk petani di tengah balasan tarif Tiongkok.

Reaksi dari kalangan petani dan organisasi pertanian beragam. Sejumlah kelompok seperti Asosiasi Kedelai Amerika (ASA) dan Federasi Biro Pertanian Amerika menyebut paket ini sebagai "jalur penyelamat" jangka pendek yang bisa membantu petani bernapas dan merencanakan musim tanam 2026. Survei Universitas Purdue juga menunjukkan sentimen petani sedikit membaik setelah adanya kesepakatan perdagangan AS–Tiongkok dan janji Tiongkok untuk melanjutkan pembelian kedelai pada 2026. Namun di lapangan, banyak petani sudah lebih dulu terpukul: pengajuan kebangkrutan petani naik tajam dan tekanan di wilayah pedesaan makin besar.

Di sisi lain, kritik keras datang dari Partai Demokrat di Kongres. Mereka menilai akar masalahnya justru kebijakan tarif Trump sendiri, bukan kurangnya bantuan tunai. Tokoh Demokrat seperti Senator Amy Klobuchar dan Anggota DPR Jonathan L. Jackson menegaskan bahwa petani sebenarnya "butuh perdagangan, bukan bantuan." Menurut mereka, pembayaran sekaligus hanya menutup luka sementara, sementara kebijakan tarif yang "dirancang buruk" telah membuat produk AS terlalu mahal untuk diekspor dan menciptakan kekacauan baru. Jackson bahkan memperkirakan para petani bisa membutuhkan ratusan miliar dolar dalam jangka panjang jika kebijakan perdagangan tidak diperbaiki. - Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Senin, 08 Desember 2025

PT Solid | Minyak Tak Bergerak, Tapi Ada Gejolak Besar di Balik Layar

 

Harga Emas hari ini - Harga minyak global bergerak stabil di tengah berbagai dinamika geopolitik yang saling bertabrakan. Minyak mentah Brent berada sedikit di bawah $64 per barel, sementara WTI mendekati $60. Salah satu fokus utama pasar adalah hubungan energi antara India dan Rusia, terutama setelah Presiden Vladimir Putin menjanjikan pengiriman bahan bakar tanpa hambatan ke India. Isu ini menjadi semakin penting karena negosiator AS tiba di India untuk melakukan pembicaraan perdagangan.

Di sisi lain, perkembangan terkait potensi kesepakatan damai Ukraina-Rusia juga memengaruhi pergerakan harga. Presiden AS Donald Trump menyebutkan bahwa ia telah berdiskusi dengan Putin dan para pemimpin Ukraina, termasuk Volodymyr Zelenskiy. Namun keadaan di lapangan masih panas, dengan Ukraina melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, termasuk terminal CPC di Laut Hitam yang merupakan jalur ekspor utama. Serangan ini menyebabkan gangguan pemuatan minyak dan mendorong kenaikan harga minyak fisik.

Meski ketegangan meningkat, pasar tetap dibayangi kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan global. Produksi dari OPEC+ serta negara-negara di luar kelompok-seperti AS, Brasil, dan Guyana-diperkirakan melampaui permintaan yang tumbuh lambat. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, pelaku pasar menantikan laporan prospek bulanan dari EIA, IEA, dan OPEC yang dijadwalkan rilis minggu ini, yang kemungkinan besar akan memberikan petunjuk arah pasar berikutnya. - PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Rabu, 03 Desember 2025

PT Solid Gold | USD/JPY Bergerak Naik, Tapi Sampai Kapan?

 

Harga Emas hari ini - Pasangan USD/JPY kembali naik ke sekitar 155,85 pada awal sesi Asia hari Rabu(3/12), setelah turun selama tiga hari berturut-turut. Penguatan kecil Dolar AS terjadi karena pasar menunggu rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Meskipun begitu, kenaikan USD masih terlihat terbatas karena sentimen risiko yang berubah-ubah.

Dolar AS mendapat sedikit dukungan, tetapi laporan terbaru soal kandidat Ketua Federal Reserve berikutnya membuat pelaku pasar berhati-hati. Kevin Hassett, penasihat ekonomi Gedung Putih, disebut sebagai kandidat terkuat. Ia dikenal mendukung penurunan suku bunga yang lebih agresif, yang bisa membuat USD melemah karena pasar melihat peluang besar penurunan suku bunga oleh The Fed pada 10 Desember.

Di sisi lain, Yen Jepang berpotensi menguat setelah komentar Gubernur BoJ Kazuo Ueda. Ia menegaskan bahwa Bank of Japan siap menaikkan suku bunga lebih lanjut jika kondisi inflasi dan ekonomi sesuai harapan. Spekulasi kenaikan suku bunga ini dapat menekan USD/JPY, karena investor cenderung memilih Yen sebagai aset aman ketika ada peluang kebijakan moneter yang lebih ketat dari BoJ. - PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id