Senin, 22 April 2019

SOLID GOLD | Turun Karena Perlambatan Ekonomi

SOLID GOLD - EUR/USD Mengarah Turun Karena Perlambatan Ekonomi Jerman


SOLID GOLD JAKARTA - Tingkah laku pasar yang serba mengambang pada permulaan minggu lalu mendapatkan kepastiannya pada hari Kamis minggu lalu, dengan keluarnya PMI preliminary Markit Uni Eropa untuk bulan April. Laporan ini mengindikasikan bahwa aktifitas bisnis bangkit dari keterpurukan bulan Maret, namun masih tidak cukup. Indeks sektor manufaktur Jerman tidak berhasil pulih dari kerendahan selama beberapa tahun dan tetap berada pada teritori kontraksi. Di negara lain, pemulihan sedikit memberikan semangat, walaupun masih jauh dari cukup untuk membuat ECB mempertimbangkan ulang kebutuhan untuk memberikan lebih banyak stimulus.

Pasangan matauang EUR/USD jatuh ke 1.1225 pada hari Kamis minggu lalu, dan ditutup pada akhir minggu lalu di 1.1246, beberapa pips diatas angka terakhir ini. Penurunan ini selanjutnya dipanaskan juga dengan keluarnya penjualan eceran AS bulan Maret yang jauh lebih besar daripada yang diperkirakan, suatu tanda dari konsumsi yang kuat. Data AS yang keluar minggu lalu menghalau hantu resesi, meskipun indeks Markit AS sedikit turun dibawah daripada yang diperkirakan pasar dengan aktifitas sektor swasta melambat ke kerendahan dua tahun, diseret kebanyakan oleh kelemahan pada sektor jasa di bulan Maret.

Pasar memulai minggu lalu dengan sentimen yang baik, didukung oleh data Cina yang positip, walaupun tidak berlanjut, sebagian disebabkan karena sikap berhati-hati secara keseluruhan menjelang data pada hari Kamis dan secara khusus dalam hal matauang bersama Eropa, karena laporan bulanan Bundesbank memberitahukan bahwa pertumbuhan ekonomi Jerman hanya naik sedikit pada kuartal pertama, dengan kecepatan ekspansi melemah.

Secara tehnikal, apabila turun lagi pasangan matauang ini akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.1175 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1100 dan akhirnya 1.1000. Sebaliknya apabila naik, maka akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.1280 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1340 dan akhirnya 1.1460.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Kamis, 18 April 2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Kredit Diperkirakan Meningkat

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Pertumbuhan Kredit Diperkirakan Meningkat di Triwulan II 2019


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Pertumbuhan pasar keuangan di Indonesia dinilai cukup stabil di tahun politik 2019. Berdasarkan hasil pengamatan, Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru melambat pada triwulan I-2019, sesuai dengan pola di awal tahun, dan diprakirakan kembali meningkat pada triwulan II-2019.

Perkembangan tersebut tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan I-2019 sebesar 50,0 %, lebih rendah dibandingkan dengan 71,7 % pada triwulan sebelumnya. Berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan tersebut terutama bersumber dari kredit modal kerja dan kredit investasi. Pertumbuhan kredit baru diprakirakan akan meningkat pada triwulan II-2019, didorong oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi, risiko penyaluran kredit yang rendah, rasio kecukupan modal yang meningkat, dan likuiditas yang cukup, demikian dilansir dari Bank Indonesia.

Sejalan dengan prakiraan peningkatan penyaluran kredit baru pada triwulan II-2019, standar penyaluran kredit diprakirakan lebih longgar pada periode yang sama. Hal ini tercermin dari prakiraan indeks lending standard triwulan II-2019 sebesar 12,4 %, lebih rendah dibandingkan dengan 13,6 % pada triwulan sebelumnya. Pelonggaran standar penyaluran kredit terutama akan dilakukan untuk jenis kredit konsumsi, dengan aspek biaya persetujuan kredit dan jangka waktu kredit yang lebih longgar.

Hasil survei mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2019. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2019 akan mencapai 11,6 %. Optimisme tersebut didorong oleh prakiraan pertumbuhan ekonomi yang tetap baik pada 2019 dan risiko penyaluran kredit yang relatif rendah.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Rabu, 17 April 2019

PT SOLID GOLD | Saat Kamu Kekurangan Serat

PT SOLID GOLD - 6 Kondisi Yang Bisa Terjadi Saat Kamu Kekurangan Serat


PT SOLID GOLD JAKARTA - Sumber nutrisi bagi tubuh bukan hanya vitamin, protein dan karbohidrat lho. Serat adalah salah satu sumber gizi yang juga setiap tubuh manusia perlukan supaya berat badan terjaga stabil dan pencernaan juga selalu dalam kondisi baik. Untuk wanita, serat yang dibutuhkan adalah 25 gram per hari, sementara 38 gram adalah kebutuhan serat harian para pria; namun begini jadinya kalau sampai kekurangan serat.

Sembelit
Sepertinya konstipasi, sembelit atau yang juga disebut dengan susah BAB sudah pasti jadi efek ketika tubuh mengalami defisiensi serat. Karena kurangnya serat, otomatis pergerakan dalam usus menjadi macet. Maka perbanyaklah asupan serat ketika sudah terasa sulit buang air besar.

Ketika kurang serat, feses yang dikeluarkan oleh tubuh juga dapat menjadi kering. Itulah kenapa sehari-hari kita perlu makanan yang mengandung serat tinggi agar feses jauh lebih lembut karena air ditarik oleh serat sehingga pergerakan dalam usus menjadi lebih lancar dan mulus.

Berat Badan Sulit Turun
Pada setiap program atau tips diet sehat, selalu dianjurkan untuk mengonsumsi serat secara cukup karena serat memberi efek kenyang yang tahan lama. Ketika asupan serat kita kurang, perut jadi lebih gampang lapar sehingga memicu untuk konsumsi makanan-makanan yang mengandung kalori tinggi lebih banyak dan sering.

Rasa kenyang cepat dan tahan lama dari serat berasal dari kebutuhan proses mengunyah yang lebih lama dan banyak supaya perut bisa mencernanya menurut American Heart Association. Maka ketika kita memperbanyak makan makanan berserat, keinginan untuk mengasup makanan yang mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi dapat menurun dengan sendirinya.

Gampang Lapar
Karena serat memberikan efek kenyang, maka saat kekurangan asupannya tubuh jadi mudah lapar dan keinginan makan ini dan itu muncul. Menurut penelitian hasil publikasi pada Food and Nutrition Research, para pria yang rutin makan kacang polong dan kacang-kacangan lainnya membuktikan rasa kenyangnya lebih daripada para pria yang mengonsumsi makanan yang mengandung protein tinggi.

Gangguan Jantung
Kurang makan makanan berserat ternyata juga bisa sampai memicu gangguan kesehatan jantung. Menurut penelitian hasil publikasi dari The BMJ dilansir dari laman Kompas, memperbaiki asupan serat bagi para penderita serangan jantung ternyata mampu meningkatkan peluang hidup lebih lama karena diet tinggi serat sangat baik.

Seperti kita tahu, nasi merah dan oatmeal adalah jenis makanan yang mampu meminimalisir risiko obesitas, penyakit stroke, jenis-jenis penyakit jantung, hingga penyakit gula atau diabetes tipe 2. Tentu saja asupan tinggi serat perlu diimbangi dengan nutrisi lainnya seperti vitamin B, zat besi, serta zinc yang siap menjadi penurun kolesterol tinggi.

Kurang Tenaga
Rasanya memang mengonsumsi nasi putih, pasta, roti putih, kudapan olahan, serta minuman manis dan bersoda mampu memuaskan perut. Namun, makanan-makanan yang mengandung karbohidrat sederhana dengan gula tinggi hanya akan membuat rasa lapar cepat datang dan bahkan membuat energi tubuh kita cepat berkurang.

Ini karena karbohidrat sederhana adalah pemicu gula darah yang melonjak tepat sehabis makan, lalu dari situ produksi insulin ikut meningkat oleh tubuh sebagai solusi bagi lonjakan gula darah tersebut. Sebagai efeknya, energi kita akan banyak yang hilang. Jadi, asupan serat tinggi bersama dengan lemak sehat dan protein mampu membuat pencernaan melambat sehingga proses pelepasan gula darah pada aliran darah juga melambat.

Gula Darah Tak Stabil
Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berserat rendah dan mengabaikan asupan serat itu sendiri bakal memicu risiko ketidakstabilan gula darah lebih sering. Jadi kalau ingin gula darah normal, makanlah makanan berserat agar juga kinerja metabolisme dapat ditingkatkan dan berat badan terkendali dengan baik.

Supaya tanda-tanda masalah kesehatan tersebut tidak terjadi, maka tambah asupan serat yang sedang kurang dengan mengonsumsi kacang-kacangan, bayam, brokoli, biji-bijian, serta buah berry. Dengan demikian, pencernaan jauh lebih lancar, selalu kenyang tanpa menaikkan berat badan, dan tubuh kita juga jadi terhindar dari jenis-jenis gangguan sistem pencernaan.
PT SOLID GOLD

Sumber : Halosehat


Baca Juga :