Selasa, 07 Mei 2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Dikhawatirkan Perang Dagang

SOLID GOLD BERJANGKA - Dollar Amerika Serikat Paling Laku Saat Pasar Dikhawatirkan Perang Dagang


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA - Akhir pekan lalu dolar sedang alami tekanan yang kuat dari sentimen negatif pasar terhadap berita laporan gaji Amerika Serikat April dibawah ekspektasi yang tidak sejalan dengan laporan  perekrutan tenaga kerja yang lebih kuat dalam data NFP serta laporan Departemen Tenaga Kerja tentang  tingkat pengangguran yang turun ke level terendah dalam lebih dari 49 tahun.

Untuk perdagangan selanjutnya diperkirakan secara teknikal, indeks dolar bergerak naik menuju resistennya di posisi 97.87 – 98.35. Namun jika bergerak sebaliknya akan bergerak turun menuju posisi  posisi support di 97.26 – 96.90.

Di ujung perdagangan forex sesi Asia hari Senin kemarin, posisi dollar Amerika Serikat rebound dan bergerak positif seiring dengan kuatnya perdagangan safe haven pasca anjloknya perdagangan aset resiko merespon tweetnya Presiden Trump hari Minggu yang memukul sentimen pasar.

Indeks dollar yang menunjukkan kekuatan mata uang dollar Amerika Serikat terhadap beberapa rival mata uang utama sedang naiksekitar 0,07 % menjadi 97.58 setelah dibuka pada posisi 97.56 dari penutupan akhir pekan lalu pada posisi 97.46.

Dollar Amerika Serikat menjadi pilihan investor tatkala sentimen pasar menghindari perdagangan aset resiko dibandingkan dengan aset safe haven lainnya seperti yen Jepang, pasalnya dollar Amerika Serikat merupakan aset safe haven yang liquid.
SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Senin, 06 Mei 2019

SOLID GOLD | Naik Membumbung Ke Ketinggian

SOLID GOLD - GBP/USD Naik Membumbung Ke Ketinggian 4 Minggu


SOLID GOLD JAKARTA - Pasangan matauang GBP/USD melompat ke 1.3176, yang tertinggi dalam empat minggu, meskipun tidak ada katalisator yang jelas yang mendorong naik Poundsterling. Kelemahan dollar Amerika berlanjut setelah data jasa Amerika yang buruk.

Pada awalnya Dollar Amerika kelihatannya tidak dapat dihentikan setelah FOMC dari Federal Reserve dan komentar Gubernur Jerome Powell, menjelang rilis data Non-Farm Payrolls sementara poundsterling terpukul oleh ketidak pastian Brexit. Apakah ini artinya GBP/USD akan turun lebih lanjut? Tidak sebegitu cepat.

Di dalam pertempuran antar bank sentral, the Fed memiliki posisi yang lebih kuat. Pesan Powell yang penuh dengan kepercayaan pada hari Rabu yang lalu terus bergema, mendorong dollar Amerika naik lebih tinggi, namun dengan waktu terus berjalan, berdatangan event-event lainnya.

Laporan NFP yang secara umum kelihatannya sangat bagus, tidaklah begitu hebatnya.

laporan “empoloyment” Amerika bulan April, yang populer dengan nama Non-Farm Payrolls, menunjukkan kenaikan sebesar 263.000, yang jauh diatas dari yang diperkirakan kenaikan sebesar 190.000. Namun, kenaikan ADP jobs yang kuat pada hari Rabu minggu lalu (naik 275.000 versus yang diperkirakan naik 177.000) membuat banyak orang berpikir angka pekerjaan pada hari Jumat dari Departemen Tenaga Kerja akan lebih tinggi lagi.

Dengan tingkat pengangguran turun ke level terendah sejak bulan Desember 1969, orang memperkirakan dollar Amerika akan mengalami kenaikan secara agresif terhadap rekan utamanya. Namun, reaksi pasar menunjukkan bahwa para investor dengan jelas lebih memperhatikan angka pertumbuhan upah yang muncul hanya di 0.2 % MoM, sedikit dibawah daripada yang diperkirakan 0.3 %.

Meskipun muncul angka pekerjaan yang kuat, “greenback” tidak dapat mengambil keuntungan karena kenaikan dollar Amerika telah mendorong indeks dolar AS ke ketinggian selama dua tahun, apalagi setelah ISM Non-Manufacturing Amerika turun ke 55.2. Menurut laporan terbaru dari Institute for Supply Management (ISM), pada hari Jumat minggu lalu, ISM nonmanufacturing Purchasing Managers Index bulan April jatuh ke 55.2 %, setelah angka bulan Maret di 56.1. Bahkan menurut perkiraan konsensus, para ekonom memperkirakan kenaikan menjadi 57.2 %.

Di Inggris, indeks purchasing managers naik ke 50.4, kembali ke teritori ekspansi, dengan kekuatiran mengenai “hard Brexit” mereda. Di dalam politik, Partai Konservatif yang memerintah dan Buruh yang oposisi kemungkinan telah mendapatkan alasan yang lain untuk mencapai kesepakatan mengenai Brexit. Pemilihan lokal telah mengakibatkan kerugian dikedua belah partai. Mereka ingin mengamankan keluarnya Inggris menjelang pemilihan Parlemen Eropa pada tanggal 23 Mei untuk menghindari kemunduran. Kedua partai telah melaporkan kemajuan sejauh ini, namun Pounsterling ingin melihat asap putih di dalam pembicaraan sebagai signal untuk rally. Secara keseluruhan GBP/USD bisa jadi tertekan, namun ada alasan untuk bangkit.

Secara tehnikal juga tidak terlalu buruk. Apabila terus naik, pasangan matauang ini akan berhadapan dengan”resistance” terdekat di 1.3240 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.3305 dan akhirnya 1.3495. Sebaliknya apabila turun, akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.3049 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2923 dan akhirnya 1.2732.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Jumat, 03 Mei 2019

SOLID BERJANGKA | BOE Yang Seimbang

SOLID BERJANGKA - GBP/USD Diperdagangkan Diatas 1.3000 Setelah Pesan BOE Yang Seimbang


SOLID BERJANGKA JAKARTA - GBP/USD diperdagangkan dibawah 1.3050 setelah BOE tetap mempertahankan kebijakannya tidak berubah, dan tetap optimis meskipun menghadapi ketidakpastian. Pembicaraan Brexit yang lintas partai kembali menjadi fokus.

Apakah pembicaraan lintas partai akan memberikan kesepakatan mengenai Brexit? Ini adalah pertanyaan kunci bagi para trader Poundsterling. Times of London mengatakan bahwa PM Inggris Theresa May sedang mendekati kepada kompromi yang substansial dengan Partai Buruh mengenai topik yang bermasalah “Custom Union”. Jika partai-partai utama Inggris setuju akan Brexit yang lebih mulus, Sterling memiliki ruangan untuk rally.

Sementara menunggu perkembangan lintas partai, GBP/USD berada ditangan para bank sentral dan level tehnikal. Ada 3 faktor yang membuat pasangan matauang ini mengarah turun yaitu:

    Keputusan dari the Fed yang tidak terlalu “dovish”

Federal Reserve AS dan Gubernurnya Jerome Powell tidak mendekat kepada pemotongan tingkat bunga. Sementara bank sentral AS ini mengakui turunnya inflasi, mereka melihat sebagai “temporer” dan puas dengan pertumbuhan ekonomi internal, employment dan perbaikan yang meluas sampai ke luar negeri.

Pesan yang meyakinkan dari Powell dan pengulangan mengenai sikap sabar atas tingkat bunga mendorong naik dolar AS.

    BOE tidak mendekati kenaikan tingkat bunga

Bank of England ingin menaikkan tingkat bunga dengan kenaikan upah bisa bertranslasi menjadi naiknya inflasi dan dengan pinjaman kredit tetap terlalu murah. Namun, ketidakpastian mengenai Brexit, meskipun telah ditunda, melumpuhkan BOE.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :