Senin, 23 Desember 2019

SOLID GOLD | Presiden Jokowi Menggerakan Harga

SOLID GOLD - Peresmian Implementasi B30 oleh Presiden Jokowi Menggerakan Harga


SOLID GOLD JAKARTA -
Dengan penerapan penggunaan B30 untuk tahun 2020 membuat permintaan minyak sawit  akan naik menjadi 8.5 juta ton pada tahun depan.

Maka harga minyak sawit terdongkrak naik dan harga minyak sawit sempat naik ke tertinggi 3 tahun dan Harga minyak sawit rally 35 % selama dua bulan, sempat mencapai tertinggi sejak bulan Februari 2017 di 11 Desember 2019.

Di Pasar Fisik, harga minyak sawit Desember naik menjadi RM2,950 per ton dari RM 2,900 per ton kemarin pada hari Jumat.

Presiden Jokowi meresmikan implementasi B30 di SPBU Pertamina, Jalan MT Haryono Jakarta Selatan pada hari Senin 23 Desember 2019.

Sejak diumumkan penggunaan biodiesel B 20 dan dilanjutkan dengan B 30 oleh Presiden Jokowi maka penggunaan biodiesel juga diterapkan di negara Malaysia dan beberapa negera di Asia Tenggara lainnya dan akan membuat penyerapan minyak sawit untuk penggunaan biodiesel.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Jumat, 20 Desember 2019

SOLID BERJANGKA | Bursa Amerika Masih Cetak Rekor

SOLID BERJANGKA - Meski Data Ekonomi Mengecewakan, Bursa Amerika Masih Cetak Rekor



SOLID BERJANGKA JAKARTA -
Investor  mengabaikan serangkaian berita ekonomi AS yang mengecewakan, Departemen Tenaga Kerja merilis sebuah laporan sebelum dimulainya perdagangan yang menunjukkan klaim pengangguran awal turun lebih sedikit dari yang diharapkan pada minggu yang berakhir 14 Desember. Klaim turun menjadi 234.000, atau turun 18.000 dari periode sebelumnya sedangkan  diperkirakan turun 225.000.

Sebuah laporan terpisah dari Philadelphia Federal Reserve menunjukkan aktivitas manufaktur di wilayah Philadelphia hampir datar di bulan Desember. The Philly Fed mengatakan indeks difusi untuk aktivitas umum saat ini jatuh ke 0,3 pada Desember dari 10,4 pada November,   merosot ke level terendah dalam enam bulan.

National Association of Realtors juga merilis laporan yang menunjukkan penurunan yang jauh lebih besar dari yang diharapkan di AS untuk penjualan rumah di bulan November. NAR mengatakan penjualan rumah  turun 1,7 persen ke tingkat tahunan 5,35 juta pada November setelah melonjak 1,5 persen ke revisi 5,44 juta pada Oktober. Ekonom memperkirakan penjualan rumah yang ada turun 0,4 persen ke tingkat 5,44 juta dari 5,46 juta yang awalnya dilaporkan untuk bulan sebelumnya.

Untuk pergerakan secara sektoral, saham-saham energi menghasilkan beberapa kinerja terbaik pasar pada hari itu, dengan Philadelphia Oil Service Index dan NYSE Arca Natural Gas Index masing-masing naik 1,8 persen dan 1,5 persen.

Kekuatan saham juga terlihat di antara sektor jaringan IT, sebagaimana tercermin oleh kenaikan 1,2 persen oleh NYSE Arca Networking Index. Saham-saham real estat telekomunikasi dan komersial juga mengalami penguatan pada hari itu, sementara saham perumahan bergerak ke sisi negatif menyusul data penjualan rumah yang mengecewakan.

Perdagangan saham di bursa Amerika kembali untung dan hingga penutupan sesi Jumat (20/12) mencetak rekor tertinggi penutupan baru. Kenaikan harga saham di bursa Wall Street lebih banyak didorong aksi teknikal investor, dikarenakan rilis data ekonomi yang menjadi sentimen mengecewakan.

Indeks Dow Jones naik 137,68 poin atau 0,5 persen menjadi 28.376,96, indeks Nasdaq naik 59,48 poin atau 0,7 persen menjadi 8.887,22 dan indeks S&P 500 naik 14,23 poin atau 0,5 persen menjadi 3.205,37.

Secara keseluruhan  aktivitas perdagangan tetap relatif tenang, dengan beberapa investor menunggu sinyal kuat dari  rincian kesepakatan perdagangan fase satu yang diumumkan oleh pejabat AS dan Cina minggu lalu. Selain itu juga pemberitaan  DPR AS secara resmi memilih untuk memakzulkan Presiden Donald Trump  menyebabkan beberapa kehati-hatian meskipun  sangat tidak mungkin untuk dilengser.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Kamis, 19 Desember 2019

PT SOLID GOLD BERJANGKA | Teknologi Nasdaq Paling Kuat

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Keuntungan Bursa Amerika Sedang Payah, Saham Teknologi Nasdaq Paling Kuat


PT SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA -
Mixednya pergerakan indeks  di Wall Street terjadi oleh ragunya investor untuk menggelontorkan dana cukup besar pasca  berita AS dan China telah menyetujui kesepakatan perdagangan fase satu yang  membantu mempertahankan sentimen positif. Mereka  juga menahan diri menanti tanda-tanda kekuatan lanjutan di ekonomi AS yang akan dirilis hari Jumat.

Keseluruhan aktivitas perdagangan tetap ringan sepanjang hari, dengan kurangnya data ekonomi utama AS.  Selain itu juga investor  mengawasi perkembangan di Capitol Hill, di mana Demokrat House diperkirakan akan memilih untuk memakzulkan Presiden Donald Trump.

Melihat pergerakan sektoral, sebagian besar sektor utama mengakhiri sesi dengan hanya menunjukkan pergerakan sederhana, berkontribusi pada penutupan yang lesu oleh pasar. Saham gas alam memperpanjang pergerakan kenaikan substansial yang terlihat selama dua minggu terakhir,  dengan NYSE Arca Natural Gas Index melonjak 1,6 persen.

Kekuatan saham juga terlihat pada sektor emas, layanan minyak, dan saham real estate komersial, sementara itu beberapa pelemahan terlihat di antara saham-saham sektor  transportasi dan perumahan.

Setelah mengakhiri sesi sebelumnya sedikit lebih tinggi, perdagangan saham bursa Amerika menunjukkan kurangnya arah sepanjang sesi. Meskipun terjadi perdagangan yang berombak, saham-saham teknologi kelas berat di Nasdaq  naik ke rekor penutupan tertinggi baru pada akhir sesi Kamis (19/12).

Kondisi perdagangan diatas membuat indeks ditutup dengan mixed, dimana hanya indeks  Nasdaq yang menguat dengan naik 4,38 poin atau 0,1 persen menjadi 8.827,73. Sedangkan indeks Dow Jones merosot 27,88 poin atau 0,1 persen menjadi 28.239,28 dan indeks S&P 500 turun 1,38 poin atau kurang dari sepersepuluh persen menjadi 3.191,14.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :