Selasa, 06 Agustus 2019

SOLID GOLD BERJANGKA | Kontrak Multilateral OLE10

SOLID GOLD BERJANGKA - JFX Terus Kembangkan Kontrak Multilateral OLE10


SOLID GOLD BERJANGKA JAKARTA -
OLE adalah penamaan kontrak multilateral Olein untuk hasil minyak turunan dari minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) yang diperdagangkan secara multilateral melalui Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dengan ukuran kontrak tersedia dalam 20 ton (OLE) dan 10 ton (OLEI0) per lot. Transaksi OLE dapat dilaksanakan secara online, dan harga dalam rupiah yang ditransaksikan adalah harga per kilogram.

Direktur Utama Bursa Jakarta Future Exchange (JFX) Stephanus Paulus Lumintang memperkirakan kontrak olein akan mengalami peningkatan yang signifikan pada 2019 karena JFX menggandeng perusahaan-perusahaan besar dan pemangku kepentingan lainnya di bidang pengolahan kelapa sawit. Pada 2018, kontrak olein mencapai 183.075 lot atau berkontribusi 13,71 % dari total transaksi multilateral.

Untuk meningkatkan pasar Olein, JFX akan merevitalisasi kontrak OLE 10 untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan pelaku pasar di dalam negeri. Ditambahkan oleh Dirut JFX, bahwa sejak tanggal 16 Juli 2019 yang lalu, telah dilakukan revitalisasi. Untuk memenuhi kebutuhan pasar dan menambah likuiditas pasar, dimana kliring telah menyediakan Liquidity provider yang siap mendukung untuk Khususnya kontrak OLE10 yang diperkirakan akan menjadi primadona di JFX dan KBI di tahun tahun mendatang
dengan peluang masih terbuka luas untuk pertumbuhan pasar.

JFX akan mengedukasi seluas-luasnya agar semakin banyak yang memahami dan meyakini pilihan berinvestasi di PBK dan berinovasi merancang aneka produk investasi yang memenuhi kebutuhan nasabah dan masyarakat.

Terkait hal tersebut JFX dan KBI mengadakan acara Diskusi Kontrak Multilateral ini yang mengundang para Anggota bursa dan Kiring untuk berdiskusi membahas perkembangan dan strategi untuk meningkatkan kontrak multilateral. Pentingnya ajang semacam ini dalam rangka pengembangan likuiditas dan strategi pasar ,” ujar Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Jakarta Futures Exchange (JFX) dalam upaya pengembangan produk dan pasar memperkenalkan satu mekanisme dalam industri Perdagangan Berjangka Komoditi yaitu Perdagangan Multilateral yaitu suatu mekanisme transaksi (jual/beli) antar banyak pihak dengan sistem tawar-menawar secara terbuka di bursa.

Mekanisme multilateral ini diterapkan untuk proses pembentukan harga (price discovery), aktivitas lindung nilai (hedging), serta manfaat ekonomi lainnya. Mekanisme ini umumnya dapat dilakukan serah terima fisik perdagangan komoditi.
SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Senin, 05 Agustus 2019

SOLID GOLD | Melonjak 3 Persen

SOLID GOLD - Harga Minyak Mentah Sesi Amerika Serikat Melonjak 3 Persen


SOLID GOLD JAKARTA -
Aktivitas manufaktur Amerika Serikat juga tergelincir bulan lalu, turun ke level terendah tiga tahun dekat, dan belanja konstruksi turun pada Juni karena investasi dalam proyek-proyek konstruksi swasta jatuh ke level terendah dalam 1-1 / 2 tahun, data menunjukkan pada hari Kamis.

Perlambatan ekonomi telah menyebabkan turunnya permintaan minyak di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia.

Jumlah minyak mentah yang diproses di kilang minyak Amerika Serikat rata-rata 17,2 juta barel per hari selama empat minggu terakhir, turun 1,3 % dari waktu yang sama tahun lalu, data pemerintah Amerika Serikat menunjukkan minggu ini.

Memperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik dengan aksi bargain hunting memanfaatkan anjloknya harga minyak mentah pada sesi sebelumnya. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 56,00 - $ 56,50, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 55,00 - $ 54,50.

Harga minyak terus melonjak sekitar 3 % pada hari Jumat minggu lalu, terpicu aksi bargain hunting setelah penurunan terbesar dalam beberapa tahun pada pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memberlakukan lebih banyak tarif pada impor China.

Kenaikan tersebut mulai berlaku pada 1 September, akan mengintensifkan perang dagang antara dua negara ekonomi utama dan konsumen minyak mentah yang telah mengganggu rantai pasokan global dan mengguncang pasar keuangan.

Harga minyak mentah berjangka Brent merosot lebih dari 7 % pada hari Kamis, penurunan tertajam dalam lebih dari tiga tahun. Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun hampir 8 % untuk membukukan penurunan terbesar dalam lebih dari empat tahun.

Harga minyak mentah berjangka WTI naik $ 1,63, atau 3,02 %, menjadi $ 55,58 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik $ 2,03, atau 3,36 %, menjadi $ 62,53 per barel.

Trump mengatakan pada hari Kamis ia akan mengenakan tarif 10 % pada $ 300 miliar impor China dan dapat menaikkan tarif lebih lanjut jika Presiden China Xi Jinping gagal bergerak lebih cepat untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Pengumuman ini meningkatkan tarif Trump ke hampir semua impor China ke Amerika Serikat.

Ekonomi Amerika Serikat tumbuh sebesar 2,1 % pada kuartal kedua, data pemerintah menunjukkan pada 26 Juli, yang mengalahkan ekspektasi para ekonom, meskipun lebih rendah dari pertumbuhan kuartal pertama.

Namun ada beberapa tanda-tanda korban ekonomi sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan China, yang minggu ini melaporkan aktivitas manufaktur melambat pada Juli.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :

Jumat, 02 Agustus 2019

SOLID BERJANGKA | Nikkei dan NZX Rebound

SOLID BERJANGKA - Bursa Asia Masih Terkurung di Zona Merah, Nikkei dan NZX Rebound


SOLID BERJANGKA JAKARTA -
Perdagangan saham Jepang keluar dari zona negatif  karena investor menunggu data manufaktur dan pekerjaan dari Amerika Serikat untuk isyarat tambahan tentang penurunan suku bunga di masa depan. Indeks Nikkei naik 19,46 poin menjadi 21.540,99, dengan saham eksportir mixed di tengah yen merosot ke level terendah dua bulan terhadap dollar. Saham Honda Motor naik 0,4 % dan Toyota menambahkan 1 % sementara Sony merosot 0,8 % dan Panasonic turun 1,5 %.

Bursa saham Seoul berakhir lebih rendah karena hubungan antara Jepang dan Korea Selatan tampaknya menemui jalan buntu karena pembatasan ekspor. Indeks Kospi berakhir turun 7,21 poin atau 0,36 % menjadi 2.017,34.

Menteri luar negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha memperingatkan bahwa Seoul akan meninjau pakta berbagi intelijen bilateral jika Jepang menghapus Korea Selatan dari daftar negara-negara dengan pembatasan perdagangan minimum.

Balasan dari Jepang, Taro Kono, menegaskan Korea Selatan harus mematuhi hukum internasional tentang perselisihan penggunaan tenaga kerja perusahaan Jepang di masa perang.

Di kawasan pasifik pergerakan saham mixed dengan bursa saham Australia berakhir sedikit lebih rendah, namun bursa saham New Zealand naik moderat. Indeks ASX 200 turun 23,70 poin atau 0,35 % menjadi 6.788,90 dengan saham penambang menyumbang banyak kerugian.

Perdagangan saham Selandia Baru pulih dari penurunan awal hingga berakhir dengan nada datar. Indeks  NZX 50 naik tipis 3,07 poin menjadi 10.860,82. Dimana saham besar seperti a2 Milk Company  turun 1,9 % setelah tiga sesi berturut-turut naik.

Pada penutupan perdagangan bursa saham Asia hari Kamis kemarinmayoritas indeks utama masih terkurung di zona merah imbas komentar Ketua Fed Jerome Powell yang meredam harapan penurunan suku bunga lebih lanjut akhir tahun ini dan para negosiator Amerika dan China menyelesaikan pembicaraan tanpa  kemajuan besar.

Bursa saham China semakin lemah merespon rilis aktivitas pabrik Cina yang masih kontraksi pada bulan Juli dan bank sentral China mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya. Indeks Shanghai Composite turun 23,74 poin atau 0,81 % menjadi 2.908,77 sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong berakhir turun 212,05 poin atau 0,76 % pada 27.565,70.
SOLID BERJANGKA

Sumber : Vibiznews


Baca Juga :